Warga Gaza Mengangkat Kehormatan dan Izzah Umat Islam

Allah SWT berfirman:

وَلاَ تَهِنُواْ فِي ابْتِغَاء الْقَوْمِ إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (AN-Nisa:104)

Syeikh Sayyid Qutb dalam kitab Zhilalnya berkata:

Ini adalah sentuhan yang kuat dan dalam dampaknya dalam memotivasi umat untuk berjihad di jalan Allah dalam menghadapi ujian, rasa sakit, rasa letih yang menimpa para mujahidin, hal tersebut digambarkan dalam bentuk yang jelas akan kondisi orang-orang beriman yang berjihad dan kondisi musuh-musuh mereka yang memerangi; namun pada kondisi yang berbeda.

Dalam gambaran ini ada perbedaan dua jalan, tampak dua manhaj, kecil setiap penderitaan, hina setiap kesusahan dan tidak akan kekal satu sisi dalam perasaan dengan keletihan dan kesusahan.. sementara yang lainnya juga merasakan sakit, namun mereka berharap dan berdoa kepada Allah sementara mereka tidak demikian.

Bahwa hal tersebut merupakan motivasi untuk terus melakukan jihad, disertai dengan rasa sakit, letih dan susah, menyentuh hati-hati orang beriman dengan sentuhan yang dalam dan merasuk dalam jiwa, hingga ke relung-relung hari untuk menerima cahaya yang terang menuju masa depan, misi dan orientasi.

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Hal tersebut merupakan ungkapan yang beragam yang diletakkan pada situasi yang besar, mengungkap akan perbedaan yang sangat jauh antara dua front yang bertentangan dan saling berperang.

Bahwa orang-orang beriman siap menanggung rasa sakit dan pedih dalam perang, namun mereka bukan satu-satunya yang menderita dan merasakan sakit… namun sesungguhnya musuh-musuh mereka juga merasakan rasa sakit, mendapatkan pedih dan keletihan, namun perbedaan antara keduanya sangatlah jauh dan jauh sekali…bahwa orang-orang beriman mengarahkan jihad mereka kepada Allah dan berharap dari-Nya ganjaran… namun orang-orang kafir mereka mengalami kesia-siaan dan tersia-siakan… tidak menghadap kepada Allah dan tidak mendapatkan apa-apapun dalam kehidupan mereka dan setelah hidupnya.

Sumber : http://www.al-ikhwan.net/warga-gaza-mengangkat-kehormatan-dan-izzah-umat-islam-1712/