Shin Bet : Israel Kalah Telak Dalam Perang 22 Hari


Kepala Agen Keamanan Israel (Shin bet), mengakui kekalahan militer Israel dalam mencapai tujuannya menyerang Jalur Gaza

Hidayatullah.com–Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Mehr, Yuval Diskin dalam pertemuan akhir pekan kabinet Zionis-Israel mengatakan salah satu tujuan Israel menghentikan penembakkan rudal Hamas ke arah Israel, namun tujuan tersebut tidak tercapai.

Kepala Israel Security Agency (ISA) senantiasa menegaskan ketidakmampuan angkatan bersenjata Zionis-Israel dalam memberangus senjata HAMAS di Palestina.

Pasca 22 hari serangan brutal Zionis-Israel ke Jalur Gaza yang menelan korban syahid lebih dari 1300 orang Palestina di antaranya ratusan wanita dan anak-anak, pada Ahad dini hari (18/1) Tel Aviv mengumukan gencatan senjata sepihak.

Diskin mengatakan, tidak semua tarjet, termasuk terowongan-terowongan sepanjang Mesir, Palestina dan Gaza bisa dihancurkan. Menurut Israel, terowongan-terowongan inilah yang menjadi jalur keluar-masuknya makanan dan senjata.

“Tidak semua dari terowongan telah dimusnahkan. Ketenangan kedua pulih dan Israel tidak tegas mengenai pelaksanaan kesepakatan pada masalah ini, situasi di sepanjang rute Philadelphi akan kembali ke negara yang sebelumnya dalam beberapa bulan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Israel melakukan bombardir udara selama 22 hari dan diantaranya diduga tempat-tempat persembunyian para pejuang dan terowongan.

Sementara itu, HAMAS menetapkan tenggat waktu selama sepekan agar Tel Aviv menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza serta memperingatkan setelah masa tersebut HAMAS  akan kembali mengangkat senjata guna mengusir pasukan agresor Israel. Dilaporkan Senin (19/1) militer Israel sejak hari ini mulai mundur dari Gaza.

Shin bet atau singkatan dari Sherut Habitachon Haklali atau Shabak (dalam bahasa Ibrani) adalah badan agensi kontraspionase Israel dan dikenal pula dengan nama General Security Service/Pelayanan Keamanan Umum (GSS).

Lembaga ini bertanggung jawab atas keamanan dan perlindungan Perdana Menteri Israel dan pejabat pemerintah lainnya seperti industri pertahanan, lokasi ekonomi sensitif dan instalasi Israel. Shin Bet, yang terkadang dibandingkan dengan Biro Investigasi Federal AS (FBI), juga memegang seluruh keamanan untuk maskapai penerbangan nasional Israel, El Al. [irb/ theaustralian/www.hidayatullah.com]

Iklan