Tobatlah Kalian Wahai Arab Saudi dan Mesir!!!

Nggak tau musti ngomong apalagi. Saya sudah coba untuk melihat alasan-alasan kedua negara ini dengan menggunakan paradigma positif. Okelah… mengenai fatwa haram demonstrasi menentang agresi Zionis Yahudi oleh Syaikh Luhaidan bisa saya terima dengan terpaksa karena mungkin kalian sangat menghawatirkan dampak buruk kekerasan dan perusakan dari peserta demo yang kehilangan akal sehatnya. Wallahu a’lam juga kalo itu pesanan penguasa yang cinta dunia dan kemewahan.

Tapi…. Pemboikotan KTT-Doha sebagai wujud konspirasi internasional untuk membiarkan tindakan brutal di luar batas kemanusiaan sungguh tidak bisa saya mengerti dengan akal sehat saya dan hujjah yang selama ini kalian koar-koarkan. Kalian lebih memilih KTT-Ekonomi daripada mengurusi penghentian pembantaian ribuan manusia. Apa yang melatarbelakangi tindakan kalian? Tolong jelaskan kepada saya siapapun yang tahu alasannya mengenai masalah ini.

Terkhusus orang-orang Indonesia yang selalu memuji negara tersebut tanpa batas melebihi negara tempat kelahirannya.

Jika bukan karena dua kota suci Mekah al-Mukaramah, Madinah al-Munawarah dan kecintaan akan hadirnya persatuan umat Islam dunia yang diridhai Allah… Sungguh tak ada kebanggaan diriku pada kalian atas kasus ini. Sikap kalian sangat memalukan dibandingkan dengan Venezuela, Bolivia, Argentina, Brazil dan Mexico yang notabenenya bukan mayoritas muslim seperti kalian tapi memiliki hati nurani kemanusiaan dan melupakan batas lintas agama.

Venezuela meminta Dubes Israel untuk meninggalkan negeri itu terkait apa yang disebut presiden Chavez sebagai Holocaust Palestina.

Keputusan itu diumumkan pemerintah Venezuela, Selasa, seperti dilansir Elsevier pukul 23.35 atau Rabu (7/1/2009) hari ini pukul 05.35 WIB.

Chavez menyebut militer Israel sebagai para pembunuh dan menghimbau Yahudi di Venezuela agar mengecam operasi militer Israel di Palestina.

“Saya harap masyarakat Yahudi di Venezuela menentang kebarbaran ini. Lakukan. Apakah kalian tidak menolak segala bentuk penindasan?” seru Chavez melalui televisi.

Chavez sudah lama mendukung perjuangan Palestina. “Sampai kapan kebarbaran ini akan berlanjut? Presiden Israel seharusnya dibawa ke Mahkamah Kriminal Internasional, jika masyarakat dunia berakal,” demikian Chavez.(es/es)

Argentina, Brazil dan Mexico, mengecam serangan brutal Israel terhadap sebuah markas penyalur bantuan kemanusiaan PBB di Jalur Gaza. Seperti dilaporkan kantor berita AFP, Kementerian Luar Negeri Argentina kemarin dalam statemennya menyatakan pemerintah Argentina mengecam keras serangan Israel terhadap salah satu kantor Badan Bantuan dan Tenaga Kerja PBB untuk Palestina (UNRWA) serta sebuah rumah sakit di Gaza yang mengakibatkan gugur syahidnya warga setempat. Para pejabat Argentina juga menuntut Rezim Zionis Israel untuk mematuhi ketentuan internasional.

Di lain pihak Menteri Luar Negeri Brazil, Celso Amoril dalam statemennya mendukung protes masyarakat dunia terhadap serangan Israel seraya mengatakan, Brazil sependapat dengan sekjen PBB Ban Ki Moon dalam mengecam brutalitas Israel di Gaza. Kecaman serupa juga dilontarkan oleh Kementerian Luar Negeri Mexico seraya menuntut Israel untuk memperhatikan ketentuan Internasional. Kemenlu Mexico juga menuntut Israel untuk membedakan antara target sipil dan militer.