Konflik Gaza Menjadikan Salafy Ekstrim Mengeluarkan Lagu Lama Dalam Memecah Umat Islam

Sebelumnya saya minta maaf kepada pembaca yang tidak sependapat dengan saya. Sejujurnya saya telah berniat untuk tidak membahas mengenai jama’ah ini semenjak Idul Fitri 2008 kemarin dan terbukti setelah itu saya lebih sering mengeluarkan article-article yang lebih bersifat universal berupa kritikan-kritikan kepada umat secara umum (tidak khusus membahas Salafy Ekstrim). Dan banyak komentar-komentar tendensius dari jama’ah ini yang terpaksa tidak saya loloskan moderasi semata-mata untuk menjaga hati khususnya pembaca blog-blog saya. Saya berpendapat tidaklah penting berseteru sesama muslim karena musuh orang-orang yang beriman telahlah jelas.

Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).(QS. Al-Maidah : 82)

Tetapi banyaknya article yang diterbitkan dari jama’ah ini menjadikan luka lamaku yang sebenarnya belum kering kembali meradang dan menganga kembali. Beberapa article yang dimaksud adalah sebagai berikut :

[1] Article berjudul “Ada Apa Antara Ikhwanul Muslimin Dengan Syi’ah” yang ditulis Ustadz Abdullah Taslim Lc.

Article ini berisi tentang kedekatan Ikhwanul Muslimin terhadap Syi’ah yang dipermasalahkan mereka. Mereka menyalahkan pemikiran Ikhwanul Muslimin tentang “At-Taqriib Bainal Mazdaahibil Islaamiyyah atau Pendekatan antara berbagai kelompok/aliran Islam”. Dalam article tersebut disebutkan berbagai kejadian dan pendapat tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin mengenai Syi’ah yang menurut pandangan mereka salah yang bersumber dari buku-buku yang diterbitkan tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin tersebut.

Tetapi pada intinya menurut pandangan saya sesungguhnya mereka tidak pernah paham esensi dari pernyataan-pernyataan tentang upaya penyatuan umat Islam tersebut. Mungkin untuk yang belum paham mengenai esensi penyatuan tersebut bisa baca article saya berjudul “…….”.

[2] Article tentang Fatwa Syaikh Salih Fauzan mengenai Demonstrasi sebagian rakyat Arab Saudi tentang agresi militer Zionis Yahudi Laknatullah.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, hukum demonstrasi menjadi ikhtilaf diantara ulama. Ada yang menghalalkannya selama masih dalam koridor syar’i tapi ada juga yang mengharamkannya karena katanya tidak pernah dilakukan oleh generasi sahabat atau bid’ah yang sesat. Saat ini saya tidak mau membahasnya lebih detail, ikhtilaf ini saya anggap sebagai ikhtilaf yang tidak perlu dibesar-besarkan. Saya serahkan kepada masing-masing mau mengambil pendapat yang mana.

Tapi secara pribadi saya menilai untuk kondisi umat yang seperti realita saat ini, demonstrasi tetap dibutuhkan selama masih dalam koridor syar’i dengan alasan :

  1. Selama tujuannya adalah untuk memperlihatkan kekuatan umat Islam terhadap orang-orang kafir

  2. Dalam rangka membuat publik terpengaruh dengan opini positif terhadap umat Islam dan menggetarkan musuh-musuh Islam

  3. Untuk tujuan pengumpulan dana bantuan kemanusiaan yang mungkin jauh lebih efektif dibandingkan hanya menunggu bola melalui masjid dan iklan-iklan, karena yang saya ketahui ini adalah salah satu target utama yang dilakukan saudara-saudara kita yang kemarin melakukan aksi demonstrasi khususnya di berbagai wilayah di Indonesia. Apalagi kekhawatiran beliau (Syaikh Salih al-Fauzan) tidak terjadi dalam aksi-aksi damai saudara-saudara kita di Indonesia. Jadi tidak bisa disamakan kasusnya dengan apa yang terjadi di Timur Tengah khususnya di negara-negara yang penguasanya takut pengaruhnya memudar di mata masyarakat. Wallahu a’lam.

Tapi lain cerita kalau alasan menentang demonstrasi karena urusan takut kulitnya hitam terbakar sinar matahari :mrgreen:

Mengenai fatwa beliau ini saya masih beranggapan mungkin beliau terpaksa melakukannya karena khawatir efek dari demonstrasi tersebut bisa menimbulkan chaos dan aksi sabotase serta destruksi, apalagi beliau adalah bagian dari pejabat Kehakiman Saudi yang memang berada dalam lingkungan penguasa yang khawatir kekuasaan dan kepentingannya digoyang oleh orang-orang yang tidak setuju dengan penguasa yang hanya diam saja menyaksikan saudara muslim terdekatnya dibantai Zionis Israel. Terbukti dengan penangkapan Syaikh Awad Al-Qarni yang menyerukan aksi menyerang fasilitas dan orang Israel dimanapun berada sebagai pembelaan atas serangan brutal Israel terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza. Wallahu musta’an. Selengkapnya baca http://www.almanar.com.lb/NewsSite/NewsDetail.aspx?id=69101&language=en

Ya kenikmatan kehidupan dunia itu memang tidak ada tandingannya sahabat. Ketika seseorang atau sekelompok orang telah berada di atas kenikmatan maka dengan segala daya upaya apapun akan dilakukan demi kelangsungan kenikmatan tersebut. Termasuk menjadikan ulama-ulama bak singa ompong yang dicucuk hidungnya. Afwan ya 👿 Wallahu musta’an.

[3] Eksploitasi pandangan Syaikh Yusuf al-Qaradhawy mengenai Yahudi.

Beberapa blog mengangkat isu ini untuk mendiskreditkan beliau. Kalaulah kita hanya melihat keidealisan pandangan manusia paling sempurna kita tanpa mau peduli dengan esensi dari pernyataan orang-orang berilmu dikalangan umat Islam, maka yang terjadi adalah seperti yang kita lihat sekarang. Perseteruan yang tidak perlu dari para pentaklid buta.

Dan article-articel lainnya yang pada intinya adalah karena mereka bukan Salafy Ekstrim Yamani wal Irja’i maka wajib hukumnya membantah mereka. Wallahu musta’an.

Saudara-saudaraku semuanya. Kalaulah kita hanya ingin melihat kekurangan muslim lainnya. Maka itu adalah hal yang paling mudah karena memang begitulah watak manusia. Sekarang akan saya coba untuk membuka cara pandang anda :

[1] Untuk kasus pertama “Ada Apa Antara Ikhwanul Muslimin Dengan Syi’ah.

Seperti yang telah saya katakan, ini hanyalah lagu lama kelompok Salafy Ekstrim Yamani wal Irja’i. Kebencian mereka terhadap kelompok-kelompok di luar kelompoknya sudah mendarah daging. Khususnya terhadap Ikhwanul Muslimin. Maka berbagai upaya mereka lakukan untuk menjauhkan umat dari dakwah Ikhwanul Muslimin atau yang lainnya, wallahu musta’an. Salah satunya dengan mengangkat isu-isu kedekatan Ikhwanul Muslimin dengan Syi’ah.

Kebingungan saya terhadap mereka adalah mengapa “Mereka tidak ingin digeneralisir sebagai golongan ekstrim” tapi “Mereka justru mengeneralisir Syi’ah secara keseluruhan sebagai jama’ah yang paling senang menghujat sahabat Rasul selain Ali bin Abi Thalib dan penyimpangan-penyimpangan lainnya.” Laahaula wala quwata… Mungkin saja ada sebagian dari Syi’ah yang hanif dan tidak melakukan seperti yang kita kira. Wallahu musta’an.

Sekarang apa yang telah kalian lakukan wahai Salafi Ekstrim Yamani wal Irja’i terhadap apa yang dilakukan penguasa yang memanfaatkan ulama-ulama ketika mengundang Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang Syi’ah dan berpelukan dengan mesranya? Mengapa kalian begitu sengit mengomentari orang lain sementara ketika hal tersebut terjadi pada kalian, kalian cuma diam seribu bahasa. Ada apa dengan kalian wahai Salafy Ekstrim Yamani wal Irja’i??? 👿 Dikemanakan wala dan baro’ kalian terhadap Allah yang selama ini kalian gembar-gemborkan? Apakah ini bukan berarti kalian juga berwala dan bara’ terhadap thogut penguasa kalian dan bukan hanya kepada Allah?? 🙄 👿

[2] Untuk Fatwa Syaikh Salih Fauzan mengenai Demonstrasi sebagian rakyat Arab Saudi menentang agresi militer Zionis Yahudi Laknatullah.

Sejujurnya saya sangat galau membaca fatwa ini. Apalagi fatwa ini juga banyak dikutip oleh orang-orang kalian di blog-blog mereka.

Tidak tahukah kalian, saat ini yang diperlukan adalah persatuan seluruh umat Islam dan penguasanya dalam menentang kedzaliman Zionis Israel. Bukan penggembosan untuk mematikan semangat kaum muslimin.

Adakah cara yang lebih efektif untuk mengumpulkan dana dan membuat opini publik selain demonstrasi untuk zaman sekarang ini. Jangan membuat stigma bahwa pendapat ini sama dengan saya menyamakan bahwa kalau begitu “syariat Islam tidak sempurna”. Ini adalah analogi yang terlalu jauh dan dipaksakan.

Oke, kalaulah kalian tetap tidak juga bisa mengerti, coba lihatlah penderitaan saudara-saudara Salafy kalian di Gaza! Ya, kalian tidak perlu peduli dengan kaum muslimin yang mungkin berafiliasi ke Hamas yang Ikhwan dan Syi’ah sebagiannya. Tapi lihatlah saudara Salafy kalian!

Kalian pernah membaca article berjudul SURAT DARI SAUDARA KITA SALAFI DI JALUR GAZA yang dikutip dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=36420 kan?

Rasakanlah penderitaan yang dialami oleh saudara Salafy kalian ini kalau kalian tidak peduli dengan muslim selain mereka. Gunakanlah perasaan hati kalian ketika dia (yang berkirim surat itu) terpaksa mengumpulkan anak-anaknya dalam satu kamar dan harus sepanjang hari di sisi mereka. Mereka diliputi ketakutan yang teramat sangat. Belum lagi ditambah terputusnya saluran listrik dalam tempo yang panjang. Suara ledakan-ledakan serta gelegar (pesawat-pesawat tempur) yang tiada henti. Rasakan juga begitu tegangnya saudara Salafy kalian ketika menyaksikan masjid di dekat rumahnya yang hancur rata dengan tanah dan harus menjama’ shalat-shalatnya karena takut.

Rasakanlah akhi…. rasakan penderitaan saudara Salafy kalian dan hiraukan muslim lainnya meski saya yakin mereka (meski bukan salafy) juga merasakan hal yang sama seperti saudara Salafy kalian.

Sekarang kalian pikir…. seandainya penguasa-penguasa Timur Tengah lebih khususnya negara yang menjadi tempat tinggal syaikh-syaikh kalian mau bersatu dan tidak mengkhawatirkan kekuasaan dan kepentingan mereka. Atau seandainya syaikh-syaikh kalian mau menasehati penguasa yang tidak ingin kenikmatan dunia yang telah mereka miliki terenggut. Pasti nasib saudara Salafy kalian (kalaulah kalian tidak peduli dengan muslim yang lainnya) tidak akan seperti yang telah digambarkan dalam surat saudara Salafy kalian. Pasti Israel Zionis Yahudi laknatullah itu tidak akan berani membunuh saudara-saudara muslim kita dan mungkin kita tidak akan melihat pembantaian tersebut di TV dan berita-berita hari ini. Astaghfirullah..

[3] Eksploitasi pandangan Syaikh Yusuf al-Qaradhawy mengenai Yahudi.

Untuk pandangan Syaikh Qaradhawy mengenai Yahudi. Siapapun telah tahu. Kita dilarang untuk taklid seandainya kita memiliki hujjah yang bisa kita pertanggungjawabkan untuk setuju atau tidak setuju terhadap pandangan ulama. Satu yang harus kita perhatikan adalah peringatan Allah dalam kitab yang sama-sama kita yakini :

Sungguh akan kalian dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (musyrik).(QS. Al-Maidah : 82)

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah merasa puas/ridha kepada kalian sampai kalian mau mengikuti millah (ajaran agama) mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Dan mereka senantiasa memerangi kalian agar kalian mau murtad dari agama kalian kalau saja mereka mampu melakukannya. Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amal-amal mereka di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217)

Tapi meskipun begitu, kita tidak boleh melampaui batas dalam memusuhi mereka. Kita hanya WAJIB MEMUSUHI mereka yang sangat keras dan nyata permusuhannya kepada kaum muslimin atau kita kelompokkan kepada KAFIR HARBI. Selebihnya misalnya terhadap Kafir Dzimi kita hanya diperintahkan untuk waspada dan tidak melampaui batas. Maka sudah selayaknyalah kita melihat pandangan beliau dan yang semisalnya terhadap Yahudi termasuk dalam bermuamalah terhadap Kafir Dzimmi. Wallahu musta’an.

Dan kalaupun kita mau jujur, setelah diteliti, ternyata Usamah bin Laden juga pernah mengkritik fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Bazz antara lain:

Ketika pasukan agresor Salib dan Yahudi, pada saat perang Teluk, dengan bantuan pemerintah menetapkan untuk menjajah negara dengan dalih untuk membebaskan Kuwait, beliau mengijinkan ketetapan itu dengan fatwa yang menyimpang. Beliau mengijinkan perbuatan yang keji ini yang telah menghinakan kemuliaan Islam dan menodai keagungannya serta menginjak-injak kesuciannya, dengan alasan bahwa ini termasuk masalah isti’anah (meminta pertolongan) kepada orang kafir ketika dalam keadaan mendesak dengan mengabaikan syarat-syarat isti’anah dan patokan-patokan keadaan mendesak yang dibolehkan.

Nah kalau sudah begitu, mengapa kalian diam saja terhadap kekeliruan Syaikh Abdul Aziz bin Bazz (kalaulah kalian konsisten dengan pandangan kalian) sementara terhadap Syaikh lainnya kalian begitu sengit membicarakannya???!!! 👿

Satu lagi, kalian tahu?

[1] Salah satu stasiun TV yang dibiayai penguasa tempat syaikh-syaikh kalian itu Al-Arabiya ditutup oleh pemerintahan Palestina karena dampak negatif dari pemberitaannya terhadap tragedi serangan penjajah Israel ke Jalur Gaza dan dianggap telah meluncurkan perang psikologis (psy-war) terhadap penduduk Palestina yang tertindas dan melemahkan semangat pejuang dalam berjuang melawan kekejaman penjajah zionis Israel. Sangat berbeda dengan al-Jazeera0, Al-Alam dan al-Manar yang dihargai Al-Ghassin karena pemberitaannya yang positif terhadap perjuangan rakyat Palestina dan situasi di Jalur Gaza. Mengapa kalian hanya diam saja akhi?? Apakah kalian tidak sadar kalau sebenarnya kalian hanya diperalat oleh penguasa yang tidak senang kalau kekuasaan dan kepentingannya terganggu. Subhanallah… selengkapnya baca http://www/qodsna.com/NewsContent-id_16376.aspx

[2] Mengapa para penguasa-penguasa Timur Tengah diam saja dan tidak bereaksi saat Israel berniat menyerang Gaza. Mana bukti pemahaman kalian akan dalil bahwa “Jihad yang paling besar adalah menasehati penguasa”. Mengapa kalian tidak mencontoh Ahmad bin Hambal yang rela dipenjara oleh penguasa karena perbedaan pandangannya dengan penguasa. Apa yang terjadi dengan kalian akhi… Laa haula wala quwata….

Kemanakah pemahaman kalian akan hujjah wasiat Rasulullah berikut ini,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kecintaan, berkasih sayang, dan hubungan perasaan di antara sesama mereka adalah laksana satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang kesakitan, maka semua anggota tubuh yang lain pun akan saling membantunya dengan merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari [6011] dan Muslim [2586], dari an-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ini lafazh Muslim).

Terakhir… kepada seluruh pembaca blog ini. Wallahi, tidak ada niat atau pikiran iri dan dengki dalam diri saya ini terhadap saudara-saudara muslimku ini. Article ini ku buat hanyalah diniatkan untuk kebaikan. Kebaikan seluruh umat Islam tanpa terkecuali. Hentikanlah pertikaian. Karena memang inilah yang musuh-musuh Allah harapkan terjadi kepada kita. Yang kita perlukan saat ini adalah upaya bahu membahu dan saling menguatkan antara sesama muslim. Bukan saling tuduh dan membuat konflik baru. Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa menjadi bahan introspeksi khususnya diri saya dan umumnya kaum muslimin pembaca blog ini.

Wallahu musta’an.

Inspirasi : dzulfikar.wordpress