The Message Film Oke Dalam Memaknai Tahun Baru Islam


Biasanya tahun baru Islam kurayakan dengan menghadiri Mabit di salah satu masjid di Jakarta. Apakah di masjid Al-Hikmah Bangka, masjid Bank Indonesia, Pondok Indah, Istiqlal, At-Tiin atau di masjid dekat rumah yang di adakan ikhwah-ikhwah wilayah. Rutinitas yang tak terlewatkan, selain mendengarkan thausiyah juga qiyamulail, shalat subuh berjama’ah dan ditutup dengan thausiyah ba’da Subuh.


Tahun ini sebenarnya ada niat untuk mengulang kebiasaan tersebut, tapi rasa lelah yang sangat membatalkanku untuk melakukannya.

Sebagai gantinya, siang tadi aku nonton film The Message yang diperankan Anthony Quinn dan Irene Papas. Entah sudah berapa kali ku tonton film ini. Tapi hari ini terasa berbeda. Berbeda karena pas hari Minggu. Nonton di rumah hanya bertiga bareng abi dan umi tercinta. Dan nggak tau kenapa, film itu membuat aku kali ini menjadi begitu melankolis. Beberapa kali mataku berkaca-kaca. Membayangkan penderitaan Rasulullah dan generasi pertama sahabat yang mendapat perlakuan tidak manusiawi saat periode awal dakwah sampai akhirnya memperoleh kemenangan karena berhasil menduduki kota Mekah tanpa pertumpahan darah. Hihihi… terpaksa harus buru-buru diseka dengan lengan baju sendiri lantaran takut ketauan abi dan umi kalau aku nangis 😆 glegh…

Terlepas pemerannya dan dibuat dimana, message yang disampaikan sungguh subhanallah. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari film ini, diantaranya :

  • Sebagai utusan Allah, Rasulullah memberikan teladan bagaimana menjadi pemimpin yang seharusnya. Saat hijrah, beliau menjadi orang terakhir yang meninggalkan Mekah bersama Abu Bakar dan Ali. Beliau mendahului orang-orang yang paling lemah dari pengikutnya sampai akhirnya tinggal mereka bertiga. Subhanallah. Adakah hari ini, pemimpin-pemimpin kita seperti beliau? Ironis dan menyedihkan.

  • Saat membangun rumah beliau yang sekaligus masjid (sekarang Masjid Nabawi) beliau ikut serta membangun rumah tersebut. Padahal seluruh sahabatnya melarang beliau ikut bekerja. Saat batu dari tangannya diambil Hamzah agar beliau beristirahat (karena baru saja dating dari Mekah), beliau tak mau berhenti dan terus bekerja bersama sahabat-sahabatnya yang lain. Adakah hari ini pemimpin-pemimpin kita seperti beliau? Oh Rabb, mereka justru tidak pernah terlihat sekalipun tangannya kotor dengan tanah karena bekerja membantu rakyatnya selain simbolisasi tak berarti.

  • Bilal bin Rabbah, budak belian paling hina sebelum dibeli Abu Bakar untuk dimerdekakan, menjadi sosok yang paling bijaksana saat mengenal Islam. Ya, karena kemuliaan akhlak itu tidak ada hubungannya dengan warna kulit, suku bangsa dan kondisi fisik seseorang. Hatilah yang menjadi ukuran kemualiaan.

  • Tentara-tentara Islam adalah orang-orang yang sungguh mengamalkan al-Qur’an secara sempurna. Di saat perang, mereka tidak melakukan pembunuhan terhadap wanita-wanita, anak-anak, orang-orang tua yang jompo, para petani dan peladang yang sedang bekerja. Mereka hanya melakukan perlawanan hanya terhadap pihak yang menyerang saja. Tapi manipulasi kebencian orang-orang munafiq dan kafir justru memutarbalikan fakta bahwa Islam identik dengan kekerasan, bar-bar dan sesuatu yang radikal. Dan ironisnya, saat ini kita saksikan sendiri banyak saudara-saudara kita telah memakan scenario para pembenci Islam tersebut. Ya…. Saudara-saudara muslim kita justru sebagiannya telah menjadi muslim-muslim yang malu akan kemuslimannya. Naudzubillah.

  • Dan masih banyak lagi hikmah yang dapat kita ambil hanya dengan menonton film berdurasi 3 jam ini.

Sepertinya menonton The Message akan menjadi rutinitasku untuk masa-masa yang akan datang dalam merayakan Tahun Baru Hijriah. InsyaAllah, sampai aku tua dan telah mempunyai beberapa orang cucu. Amin. 😀 Sementara untuk tahun baru masehi, dia telah terkubur sejak aku SMA dulu. Hidupku hanya sebentar. Tak akan kusia-siakan waktuku hanya untuk membakar uang dengan petasan, terompet, bersuka ria layaknya manusia yang tidak akan pernah mati.

Untuk semua pembaca blogku,

Selamat Tahun Baru Islam

1430 Hijriyah

Semoga Allah Memberkahi, Meridhai dan Memperbaiki Segala Amal Kita di Tahun Ini

Wallahu musta’an.