Lamaran Saya Diterima IBSN!

Indonesians’ Beautiful Sharing Network

Tadinya mo hiatus dulu, istirahat karena sesuatu hal. Tapi do’a dan dorongan sahabat saya yang di Bandung itu (semoga Allah selalu menjaganya) bener-bener membuat saya sangat bersemangat dan nggak tahan untuk terus nulis. Semoga bermanfaat!

Awal mula perkenalanku dengan IBSN adalah dari blognya pak Heri. Kok IBSN-IBSN? Apaan tuh? Kira-kira sama nggak ya dengan barkode yang tampil pada sebagian buku? Hehehe…

Diawali dengan komentar saya dalam article beliau di Berperang dengan cinta,

Ibnu Abdul Muis Berkata:
Desember 2, 2008 at 10:45 pm

Juga thd orang/kelompok lainnya yg memiliki karakter yg sama dgn Yahudi dan Nasrani tanpa terkecuali.

Btw, saya tu sering banget main kemari pbk Her, tapi smpai saat ini saya gk tau isbn iku opo ta rek? 🙄 katro pisan ni aku 😳

[Lihat kata IBSN kutulis dengan ISBN, keserimpet ghitu 😆 ]

Kemudian ditanggapi mas Gusti Dana,

Gusti Dana Berkata:
Desember 2, 2008 at 11:08 pm

@ Ibn Abdul Muis : ISBN itu singkatan dari Indonesian Sharing Beautifull Network.

Maaf jd saya yang jawab:$.

Memang benar..,walaupun cuma sekata..paling tidak kita bisa menyebarkan pemahaman tentang Islam dengan cara begini.:-)

[Hiks…. 😆 gara-gara saya mas Gusti Dana jadi ikut salah juga. Maaf yaa mas… J ]

Kebingunganku terus berlanjut dan berniat untuk searching di Internet. Tapi sebelum niat itu terlaksana, akhirnya saya ketemu dengan article berjudul “IBSN: Husnul Khatimah” di blog Cantigi TM.

Setelah memberikan tanggapan atas article tersebut, sekali lagi aku benar-benar nggak bisa menyembunyikan kebingunganku. Kok banyak banget ya yang pake IBSN?

Ibnu Abdul Muis Says:
December 4, 2008 at 10:42 am

Subhanallah, sangat bermanfaat. Lagi-lagi IBSN… ada syarat untuk bisa jadi anggota? 🙄

engga ada.. ^_^
hanya niat yg baik & cukup menjadi manusia sederhana yg terus berbagi hal bermanfaat bagi kebaikan pada sesama, walaupun hanya satu kalimat.
sebuah penghargaan yg besar jika mas Ibnu bersedia mendukung IBSN. mohon maaf jika saya sudah update url mas ibnu di IBSN blogroll pada halaman ini: http://cantigi.wordpress.com/ibsn selamat bergabung, Insya Allah akan bermanfaat bagi sahabat2 yg lain. makasih mas Ibnu.. ^_^

[Kali ini aku semakin yakin kalau IBSN itu semacam jaringan atau komunitas ghitu…. J Tapi buat apa ya?? 🙄 ]

Coba lihat tulisan berwarna biru di atas. Syaratnya sederhana banget tapi penuh makna dan sangat positif. Ini yang membuat saya merasa senang karena bisa bergabung dengan komunitas orang-orang baik tersebut.

Saya nggak nyangka, ternyata pertanyaan yang sekaligus pinangan/lamaran saya diterima dengan ikhlas oleh calon mertua hehe.. 😀 Thanks bro’

Tapi setelah lamaran saya diterima…. Sekarang jadi mikir? Terus bagaimana dengan visi dan misi blog saya? Apakah karakter dan gaya bahasa yang menjadi ciri khas blog saya yang tertuang dalam setiap article dan komentar yang saya tampilkan harus dirubah juga? Jujur saya khawatir loch, blog saya bisa merusak komunitas tersebut. Ya ampuuun! Lamarannya sudah diterima tapi kenapa saya jadi bingung gini ya? 🙄

Whatever, saya merasa yakin kalau komunitas ini akan membuat saya bisa bersikap lebih arif lagi. Amin. Meski mungkin perlu waktu yang agak lama karena sudah menjadi karakter bahasa penulisan saya. Atau paling tidak, akan selalu ada warning buat saya “Hei bro! Inget! Ada banyak temen-temen lo yang berharap elo enggak akan merusak komunitas yang bijak ini!” Subhanallah… Berat banget rasanya. Bisa nggak ya? 🙄

Inilah yang sebenarnya saya khawatirkan :

[1] Apakah saya harus merendam luka hati saya yang terkoyak lebar itu dalam air dingin sampai putih keriput dan mati rasa kemudian menjemurnya diterik matahari seperti serdadu Jepang yang menyembuhkan luka bekas siksaan terhadap para pejuang RI dulu?

[2] Lantas apa yang harus saya lakukan ketika orang-orang yang tidak sepakat dengan saya mengatakan saya atau orang atau ulama yang saya hormati itu dengan sebutan kafir, ahlul bid’ah, sesat, khawarij, ahlul maksiat, sufi sesat dan julukan-julukan lainnya? Apakah saya harus diam saja dan tidak boleh membela diri atau paling tidak mengklarifikasi? Fiiuuh…

[3] Apakah saya harus menghapus seluruh postingan saya yang lalu? Padahal itu adalah bagian dari sejarah hidup saya yang bisa saya jadikan pelajaran dan cermin untuk memperbaiki diri. Ya…. Saya sangat berharap article-article itu bisa merubah karakter ekstrim saudara-saudara saya. Tidak ada niat apapun selain kebaikan. Karena wallahi, saya mencintai mereka karena Allah dan berharap tidak ada sekat lagi diantara kaum muslimin.

[3] Apakah saya tetap menjadi diri saya apa adanya. Karena mungkin sebagian beranggapan, “Sebenarnya ini loch yang unik dari blog kamu, pro kontra itu kan wajar, memang ribet sih, lagian cinta kan nggak harus diungkapkan dengan kata-kata yang selalu lemah lembut. Terkadang ketegasan juga diperlukan kok! Tapi insyaAllah mengikuti waktu yang akan terus berjalan kamu akan menjadi lebih dewasa dengan sendirinya” 😥 😥

Hmmmm… sepertinya tidak sanggup lagi menulis kegundahan saya lagi. Terlampau banyak, berat dan tak dapat dilukiskan. Tapi walaupun begitu, insyaAllah, saya akan mencoba untuk lebih tenang dan sabar dan lebih banyak memposting hal-hal yang tidak semakin menambah kebencian dan permusuhan mereka. Karena bukan itu yang saya harapkan dari kehadiran blog saya selain tidak ada sekat lagi diantara kaum muslimin. Kita bisa saling mengingatkan tanpa harus melihat jama’ah apa, aliran apa, mazhab apa. Selama masih bertauhid kepada Allah, meneladani sunnah Rasulullah, berkitab al-Qur’an dan berusaha menjadi muslim yang hanif yang lurus dari bid’ah, kurafat apalagi syirik, sebenarnya kita bisa berdialog dengan cara yang baik untuk mencari jalan yang terbaik untuk mempersatukan umat dalam ikatan ukhuwah yang diridha-Nya.

Semoga semua teman-teman dan sahabat-sahabat pembaca blog saya dan khususnya komunitas IBSN tidak kecewa karena keikutsertaan saya dalam komunitas kalian. Jazakumullah khairan katsiro wabarakallahu fiikum. Jujur… saya khawatir mengotori kalian… 😥 😥

Here the IBSN Members Update 19 Desember 2008 :

Mau berbagi hal yang bermanfaat untuk sesama? Silakan bergabung dengan komunitas ini? Langsung aja daftar ke blognya kang Deni di sini. Sorry ya kang, saya ikutan promosiin tanpa ijin. Hiks! 😆 Wallahu a’lam bishawab.

Iklan