Amrozi Cs Gagal Dieksekusi, Kenapa???

random_002

Banyak alasan yang coba diprediksikan oleh orang-orang mulai dari nunggu Idul Fitri, hujan, Pemilu 2009 dan masih banyak lagi. Tapi apa sebenarnya yang menjadi sebab kegagalan eksekusi ini….

Eksekusi Amrozi Cs Ditunda Lagi

INILAH.COM, Cilacap – Rencana eksekusi terhadap tiga terpidana mati bom Bali I Amrozi cs, Sabtu (8/11) dinihari positif ditunda. Tim eksekutor sepakat untuk memenuhi permintaan terakhir ketiga terpidana untuk bertemu keluarga.

Berdasarkan keterangan sumber di LP Nusakambangan, batalnya eksekusi hari ini terkait permintaan terakhir terpidana yang menginginkan bertemu dengan istri mereka masing-masing.

Dan sepertinya, hal ini dikabulkan pihak kejaksaan. Bahkan, sampai saat ini pihak kejaksaan telah menghubungi dan menjemput keluarga masing-masing baik yang di Lamongan maupun di Serang.

Sementara itu, kabar batalnya eksekusi Amrozi membuat sebagian wartawan mulai meninggalkan dermaga Wijayapura dan kembali ke hotel. Begitu juga penjagaan di sekitar dermaga yang tampak terlihat sudah mulai berkurang.[beritajatim/dil]

Rahasia’ Batalnya Eksekusi Amrozi

Demi menjaga agar kondisi dan situasi tetap kondusif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, maka eksekusi hukuman terpidana mati Amrozi cs ditunda sampai pemilu berakhir.

Mungkin itulah alasan menunda atau tidak jadi melaksanakan eksekusi hukuman mati terhadap Amrozi cs. Pemerintah memang berkewajiban menjaga keamanan, ketertiban dan ketenangan untuk rakyatnya.

Tapi apakah pemerintah tidak melanggar hukum dengan tidak melaksanakan hukuman yang telah memiliki kekuatan hukum tetap itu? Pilihannya ada dua, ya melanggar hukum atau menjaga keamanan. Lalu mana yang lebih penting hukum atau keamanan? Kedua-duanya sama penting dan saling berkaitan.

Lalu pentingkah melaksanakan segera hukuman terhadap terpidana mati Amrozi cs sesuai jadwal? Penting dong. Lalu penting atau tidak menjaga keamanan agar tetap kondusif? Ya penting juga. Maka seperti telur dan ayam, mana yang duluan.

Itulah kira-kira rahasia mengapa Amrozi cs belum ditembak mati juga sesuai putusan majelis hakim yang mengadili kasus peledakan bom di Bali itu.

Ali Encin, ali.encin@yahoo.co.id

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘Alamin, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Penguasa hari kiamat lagi Maha Penerima Taubat. Yang Maha Pemberi Petunjuk kejalan yang lurus, penghilang kesusahan dan penyibak segala kesulitan.

Dialah Allah yang membebaskan kita dari rasa gundah dan sedih. Yang Maha Menjawab doa orang-orang yang tertindas.

Dialah yang mengambil ubun-ubun seluruh makhluk melata. Maha

Suci Allah, Ilah yang Maha Agung. Tak ada satupun yang menyamai diri-Nya. Maha Suci Allah yang menjadikan satu-satunya Dzat Pemaksa dan Maha Tinggi. Kita bertawakal kepada-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Dialah yang menghinakan semua ciptaan makhluk dengan sifat fana’ (tidak kekal). Sebaliknya, Dialah Dzat yang memiliki kekekalan. Amma ba’du.

Saudaraku, hari-hari belakangan ini kita disibukkan dengan cerita tentang eksekusi Amrozi Cs. Pro Kontra tentang eksekusi ini sebagiannya sangat mempengaruhi kita khususnya orang-orang yang berhubungan langsung dengan tragedi Bom Bali II.

Lantas siapakah kita, yang berhak memutuskan bahwa mereka (Amrozi Cs) harus mati atau dihukum seumur hidup. Sekalipun pengadilan telah memutuskan dia bersalah dan jaksa penuntut umum telah melayangkan surat eksekusinya. Tetap saja Allahlah pemegang hak proreogatif untuk memutuskannya.

Lihatlah, sudah sejak dari kemarinan (6/11) berita eksekusi itu terdengar santer, bahkan tahun lalu dan sebelum Idul Fitri kemarin, kemudian berbagai spekulasi muncul tapi sampai dengan hari ini, eksekusi itu selalu gagal. Manusia hanyalah aktor dari panggung sandiwara yang telah ditakdirkan Allah untuk melakoninya. Karena Dia ingin melihat, siapakah yang paling taat kepadanya dan siapa yang paling ingkar kepadanya. Setelah lakonnya berakhir dan panggung dihancurkan, tinggallah kita menunggu raport hasil pelakonan kita ini.

Apakah nilainya baik sehingga Allah memuliakan kita dengan surga dan berjumpa dengannya. Ataukah nilainya buruk sehingga Allah mencampakkan kita ke dalam nereka-Nya yang pedih.

Saudara-saudaraku semua, renungkanlah makna dalil-dalil yang akan saya sajikan berikut ini. Mudah-mudahan hati kita bisa luruh dan meresapinya.

Setiap orang mempunyai ajal. Ketika datang ajal, tak dapat di akhirkan atau dimajukan” (Qs. Al-A’raf:34)

Katakanlah, ‘Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Al-Jumu’ah:8)

Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami timpakan fitnah bagimu berupa keburukan dan kebaikan. Kepada Kami-lah kalian dikembalikan.” (Qs. Al-Anbiya:35)

Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja’.” (Qs. Al-Ahzab:16)

Katakanlah, “Kenikmatan dunia sangat sedikit. Sedangkan akhirat lebih baik bagi orang yang bertakwa. Dan kalian tidak akan didzalimi sedikitpun. Dimanapun berada, maut akan menjumpai kalian, walau berada di benteng yang kokoh.”(Qs. An-Nisa’:78)

Untuk kalian yang menghiraukan balasan Surga dan Neraka dan tidak memikirkan kematian. Renungilah… janganlah sampai kalian menyesal kemudian…

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus:57)

Katakanlah, ‘Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar’.” (Qs. Ali Imran:168)

Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan di dapatinya (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal denga cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya. (Qs. An-Nur:39)

Mereka menjawab, ‘Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kamu mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?’ (Qs. Ghafir:11)

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, ‘Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (Qs. Fathir:37)

Sampai ketika maut mendatangi salah seorang dari mereka, ia berkata, “Duhai Rabb-ku, kembalikan aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Qs. Al-Mukminin:99-100)

Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan. (Qs. At-Thur:16)

Kepada para korban yang merasakan benar ujian Allah ini…

Hendaklah kalian bersabar, karena tidak akan terjadi segala sesuatu kalau Allah tidak berkehendak. Kematian dan musibah apapun tidak akan bisa kita hindari dimanapun dan kapanpun. Hanya orang-orang yang berimanlah yang beruntung.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (Qs. At-Thur:21)

Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Muslim” (Qs. Al-Baqarah:132)

Dan ketentuan Allah adalah takdir yang pasti terjadi.” (Qs. Al-Ahzab:38)

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya” (Qs. Ali Imran:145)

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Alalh yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan ni’mat dan karunia yang besar dari Alah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.” (Qs. Ali Imran:169-172)

Semoga bermanfaat. Wallahu musta’an.