[ 18 ]

Puasa dan Shalat Bagi Musafir

Pertanyaan:

Ustadz, bagaimana hukum shalat dan puasa bagi musafir, apakah menyempurnakan shalat dan puasa lebih utama daripada mengambil rukhsoh? Karena saat ini masalah jauh dan dekatnya tempat sangat relatif?

Agung – Yogyakarta

Jawaban :

Dia boleh memilih di antara dua pilihan tadi. Namun, bagi seorang musafir, ia mendapat rukhsoh (keringanan) untuk mengqoshor dan menjamak shalatnya serta tidak berpuasa. Rasulullah saw bersabda:

Sesungguhnya Allah Ta’ala suka jika rukhsohnya diambil, sebagaimana juga suka jika kewajibannya dilaksankan.” (HR At-Tabrani dan Al-Bazaar)

Tetapi kalau dia merasa, bahwa puasa adalah lebih ringan bagi dirinya, maka sebaiknya dia berpuasa. Sebagaimana Rasulullah saw berpuasa dalam beberapa perjalannya. Disebutkan dalam hadits:

Kami berperang bersama Rasulullah saw di bulan Ramadhan. Diantara kami ada yang puasa dan berbuka. Maka yang berpuasa tidak menghina kepada yang tidak berpuasa, begitu juga bagi yang tidak berpuasa kepada yang berpuasa. Dan memerintahkan sahabatnya untuk berbuka. Bagi mereka yang melihat bahwa mereka kuat berpuasa, maka itu baik. Dan jika mereka melihat ada kelemahan, kemudian berbuka, maka itu juga baik.” (HR Muslim)

Dalam hadits lain Rasul saw berkata: “Engkau akan bertemu musuh maka kuatkanlah. Dikatakan oleh sahabat: “Wahai Rasulullah saw sebagian manusia berpuasa karena melihat engkau berpuasa, tetapi ketika sampai Al-Kadid, mereka berbuka. Berkata orang yang berbicara padaku: “Saya telah melihat Rasulullah saw mengusap air di atas kepalanya karena panas dan beliau berpuasa.” (HR Ahmad)

Selanjutnya : 19. Berhubungan Intim dengan Istri di Siang Hari Ramadhan Saat Musafir

Sebelumnya : 17. Puasa Orang Yang Sakit Magh

[Sumber : Tarhib & Panduan Ramadhan, 50 Tanya Jawab Seputar Ibadah Puasa dan Lainnya, Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA]