[ 14 ]

Keguguran Saat Berpuasa

Pertanyaan:

Ustadz Salim yang saya muliakan, pada saat saya berpuasa di bulan Ramadhan saya dalam keadaan hamil. Tetapi tiba-tiba saya keguguran, namun saya tetap meneruskan puasa tersebut. Apakah sah puasa saya atau bagaimana?

Faridah – Bogor

Jawaban :

Dalam Islam darah yang keluar dari rahim wanita cuma ada tiga jenis yaitu: darah haidh, darah nifas dan darah kotor. Jika janin yang keluar sudah berbentuk, ada tangan, kaki dll, maka hukumnya adalah hukum melahirkan (nifas). Sehingga ia harus menunggu sampai bersih dari nifasnya atau sampai genap 40 hari, kemudian bersuci, shalat dan mengqodho puasa yang ditinggalkannya. Tetapi jika darah yang keluar (belum berbentuk) maka dianggap darah kotor dan puasa yang dilakukannya tidak batal dan dapat dilanjutkan. Rasulullah saw bersabda:

Pada masa Rasulullah saw, para wanita yang sedang menjalani nifa menahan diri selama empat puluh hari atau empat puluh malam.” (HR At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Selanjutnya : 15. Puasa Bagi Manula

Sebelumnya : 13. Utang Puasa

[Sumber : Tarhib & Panduan Ramadhan, 50 Tanya Jawab Seputar Ibadah Puasa dan Lainnya, Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA]

Iklan