Caci Maki dan Cemoohan Itu Tidak Akan Membahayakan Diri Anda

Oleh: Syaikh ‘Aidh Al-Qarni

Mantan Presiden Amerika, Abraham Lincoln, mengatakan, “Saya tidak pernah membaca surat-surat cercaan yang ditujukan kepada saya, tidak pernah membuka amplopnya, apalagi membalasnya, karena kalau saya hanya sibuk mengurusi semua itu saya kehabisan waktu untuk berbuat demi rakyatku.”

Allah berfirman,

Karena itu berpalinglah kamu dari mereka.” (QS. An-Nisa:6)

Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (QS. Al-Hijr:85)

Maka, berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (Selamat tinggal)”. (QS. Az-Zukhruf:89)

Hasan Ibn Tsabit berkata dalam sebuah bait syairnya,

Aku tak peduli apakah kambing hutan mencela dengan kesedihan,

atau tukang cela menghardikku dari balik punggungku.

Maksud Hasan di sini adalah bahwa ucapan-ucapan orang yang suka menela, yang suka bicara kesana-kemari, yang tak ada yang bisa dibanggakan dan yang suka menjatuhkan kehormatan orang lain, sama sekali tidak membahayakan dan tidak penting. Semua itu tidak akan memalingkan perhatian orang muslim dan tidak mengusik orang yang berani.

Pemimpin Angkatan Laut Amerika pada Perang Dunia II adalah seorang yang sangat brilian yang memiliki ambisi untuk menjadi seorang yang masyhur. Dia banyak bergaul dengan bawahannya yang sering mencela, memaki, dan meremehkannya. Sampai akhirnya ia hanya berkomentar, “Kini aku memiliki kekebalan untuk menghadapi semua bentuk kritik. Tulang-tulangku telah rapuh dan usiaku telah tua, kini aku tahu bahwa ucapan-ucapan seperti itu tidak akan mampu menghancurkan kemuliaan dan tidak akan mampu mencabut pagar benteng yang kuat.”

Apa yang diinginkan para penyair itu dariku

di usiaku yang kini telah lewat empat puluh.

Disebutkan dari Isa Ibn Maryam bahwa dia pernah berkata, “Cintailah musuh-musuhmu!”

Artinya, Anda harus memberi maaf yang luas kepada musuh-musuh Anda agar bisa terhindar dari segala bentuk balas dendam dan kebencian yang mungkin hanya akan menghancurkan hidup Anda.

Dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran:134)

Rasulullah pernah berkata, “Pergilah, sekarang kalian telah bebas.”

Allah berfirman,

Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu.” (QS. Yusuf:92)

Allah memaafkan apa yang telah lalu.” (QS. Al-Maidah:95)

Sumber : La Tahzan, ‘Aidh Al-Qarni, Qisthi Press, Cetakan Delapan Belas, Maret 2005