Alhamdulillah, akhirnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Keluar Juga

Setelah sempat tertunda hampir 3 bulan lamanya, akhirnya SKB 3 menteri keluar juga. Meski tidak berisi pernyataan tegas berupa pembubaran, kita harus bisa memaksakan diri untuk lebih bersabar serta menghindari kekerasan dan keekstriman dalam beragama. Mungkin hal yang perlu kita garis bawahi dan tuntut dari pemerintah adalah pernyataan Menteri Agama Maftuh Basyuni, yang akan menindak secara pidana bila Ahmadiyah masih melanjutkan kegiatan penyebaran agama seperti selama ini. Kita lihat saja, apakah pemerintah berani bertindak bila kegiatan penyebaran agama yang telah menistakan Islam ini benar-benar terbukti.

Telah kita ketahui, yakini dan sepakati tanpa syarat bahwa Muhammad adalah Rasul terakhir dan penutup para nabi, seperti dalam firman Allah Subhanahu Wata’ala,

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi (khaatama (al)nnabiyyiina)”. (Qs. Al-Ahzaab : 40)

Mengapa kita meyakini Ahmadiyah adalah ajaran yang sesat dan telah menistakan Islam dan menyimpang, berikut adalah fakta-faktanya :

Berdasarkan hasil pantauan Bakor Pakem selama kurang lebih tiga bulan yang disampaikan pada Rabu, 16 April 2008 di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, bahwa Jama’ah Ahmadiyah masih mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi dan tidak mengubah keyakinannya itu. Hal ini berdasarkan temuan 33 orang tenaga pemantau setelah dilakukan konfirmasi kepada Jama’ah Ahmadiyah Indonesia sendiri di 33 Kabupaten, 55 komunitas, serta 275 warga JAI.

Selain itu warga Ahmadiyah, masih menggunakan Tazkirah sebagai kitab suci yang diyakininya dan selalu dikutip dalam pidato-pidato mereka. Menurut mereka al-Qur’an itu harus mengikuti dan menyesuaikan dengan Tazkirah, misalnya tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad. Selengkapnya baca di sini.

Mirza Ghulam Ahmad menghina Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam dengan mengatakan, “Sesungguhnya Muhammad hanya memiliki tiga ribu mukjizat saja, sedangkan aku memiliki lebih dari satu juta jenis.” (Tadzkirah Syahadatain, hal.72, karya Mirza Ghulam Ahmad)

Mirza Ghulam Ahmad menghina banyak ulama yang menentang ajarannya dengan mengatakan, “Orang-orang yang menentangku, mereka lebih najis dari Babi.” (Najam Atsim, hal.21 karya Mirza Ghulam Ahmad)

Mirza Ghulam Ahmad juga menghina Nabi Isa dengan mengatakan, “Sesungguhnya Isa tidak mampu mengatakan dirinya sebagai orang sholih, sebab orang-orang mengetahui kalau dia suka minum-minuman keras dan perilakunya tidak baik.” (Hasyiyah Sitt Bahin, hal.172, karya Mirza Ghulam Ahmad). Dan mengatakan, “Isa cenderung menyukai para pelacur, karena nenek-neneknya adalah termasuk pelacur.” (Dhamimah Atsim, Hasyiyah, hal. 7, karya Mirza Ghulam Ahmad)

Mirza Ghulam Ahmad juga menghina sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan mengatakan, “Abu Hurairah adalah orang yang dungu, dia tidak memiliki pemahaman yang lurus.” (I’jaz Ahmadiy, hal.140, karya Mirza Ghulam Ahmad)

Berikut adalah isi lengkap SKB 3 Menteri yang berkenaan dengan Ahmadiyah :

  1. Memberi peringatan dan memerintahkan untuk semua warga negara untuk tidak menceritakan, menafsirkan suatu agama di Indonesia yang menyimpang sesuai UU No 1 PNPS 2005 tentang pencegahan penodaan agama.

  2. Memberi peringatan dan memerintahkan bagi seluruh penganut, pengurus Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sepanjang menganut agama Islam agar menghentikan semua kegiatan yang tidak sesuai dengan penafsiran agama Islam pada umumnya, seperti pengakuan adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW.

  3. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada anggota atau pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan tersebut dapat dikenai sanksi seusai peraturan perundangan.

  4. Memberi peringatan dan memerintahkan semua warga negara menjaga dan memelihara kehidupan umat beragama dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum terhadap penganut JAI.

  5. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada warga yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah dapat dikenai sanksi sesuai perundangan yang berlaku.

  6. Memerintahkan setiap pemerintah daerah agar melakukan pembinaan terhadap keputusan ini.

Setelah melihat berbagai bentuk penistaan agama yang telah dilakukan Ahmadiyah, masih perlukah kita membelanya??? Kalau selama ini kita melihat masih ada sebagian umat Islam yang membela dan mendukungnya, tak salah lagi kalau kita menyakini mereka adalah orang-orang yang tidak peduli dengan agamanya, para kafirin, sekuleris, liberalis, para munafiqin, pelaku maksiat, para taklidiyun dan pencinta dunia, karena mau hidup dari belas kasihan dan mengharapkan perlindungan dan kucuran dana para kafir harbi yang mereka sadari atau tidak mereka sadari. Bisa kalian saksikan di layar televisi wajah, ucapan dan perilaku saudara-saudara kita ini, sungguh mereka perlu dikasihani. Ternyata mereka adalah orang-orang yang jumlahnya sangat sedikit tetapi didukung media yang notabenenya adalah para pemuja dunia.

Wallahu’allam bishawab.