As Sunnah Penjelas Al-Qur’an

 

Oleh : Syaikh Nashirudin Al Albani

  

Allah Ta’ala telah memilih Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallah dengan nubuwwah, memuliakannya dengan risalah, menurunkan kepadanya al-Qur’an dan memerintahkannya untuk menerangkannya kepada manusia, Allah berfirman:

“dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka [Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran] dan supaya mereka memikirkan”, (Qs. An-Nahl:44)

 

Menurut pandanganku (Al-Albani), Albayan (penjelas) yang disebutkan dalam ayat ini mencakup dua macam penjelasan:

  

1.     Penjelasan lafadh dna susunannya, yaitu penyampaian al Qur’an secara keseluruhan, tidak menyembunyikan sedikitpun, sebagaimana Allah turunkan kepadanya. Inilah yang dimaksud oleh firman Allah Ta’ala:

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia [Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh nabi Muhammad s.a.w]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (Qs. Al Maidah:67)

  

Sayyidah Aisyah berkata: “Barangsiapa yang mengatakan kepadamu bahwa Muhammad menyembunyikan perkara yang diperintahkan untuk disampaikan, sesungguhnya orang tersebut telah mengatakan kedustaan yang besar kepada Allah” kemudian beliau membaca ayat di atas”. (HR Bukhari Muslim)

  

Dalam riwayat Muslim: “Kalau Rasulullah menyembunyikan perkara yang harus disampaikan, sungguh da akan menyembunyikan firman Allah Ta’ala:

“Dan (ingatlah), ketika kamu Berkata kepada orang yang Allah Telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) Telah memberi nikmat kepadanya: “Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah”, sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti.” (Qs. Al Ahzab:37)

  

2.     Penerangan lafadz, kalimat atau ayat yang membutuhkan penjelasan, yang demikian ini dikarenakan banyak terdapat ayat-ayat yang masih mujmal (global), amah (umum), atau mutlak. Maka As Sunnah menjelaskan yang mujmal, mengkhususkan yang umum, dan membatasi yang mutlak. Yang demikian ini (penjelasan terebut) terjadi dengan perkataan beliau shallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana terjadi pula dengan perbuatan dan taqrir (persetujuan) beliau terhadap perbuatan sahabatnya.

Sumber : Nashiruddin Al Albani, Manzilatus Sunnah Fil Islam wa Bayan Annahu La Yustaghna Anha bil Qur’an.