Seharusnya Anto Salafy ‘Mati’ Seperti Almarhum Wedehel!!!

   

Jangan aneh dengan kisruh “Kesesatan Doraemon CS” yang di copas dari Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 38 Tahun I dengan sumber http://almakassari.com/?p=186. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan esensi article tersebut. Seluruhnya positif dan dibuat dengan tujuan untuk melindungi umat khususnya generasi penerus Islam yang masih bersih seperti kertas putih dari kekeliruan pemahaman tauhid dan sikap durhaka kepada orang tua.

  

Tetapi yang jadi permasalahan adalah ‘Sang Dewo Salafy’ yang tidak bisa melihat realitas umat yang dihadapinya. Tadinya sich males gue bacanya (soale udah tau dari gambar Avatarnya), eling-eling penasaran, kok nangkring di Tulisan teratas dari seputar WordPress.com cukup lama juga. Tapi sekarang udah enggak, basi kali ye…hehehe… Siapa lagi kalo bukan Anto Salafy. Jikalau bukan dia, mungkin tidak akan menjadi geger dan menggemparkan. Seandainya dia hati-hati seraya memikirkan atau minimal mengingat sedikit sepak terjangnya saat baru mengenal manhaj Salafy dulu yang membabi buta menyerang orang-orang di luar jamaahnya. Mulai dari muslim, non muslim, sampe fans beratnya Slank. Mungkin kejadiannya nggak akan seperti ini. Maklum banyak yang sakit hati soale.

  

Dan bukan salah mereka juga karena ada sebagian tanggapan Dewo Anto Salafy terhadap komentar pengunjung blognya yang berhasil lulus sensor moderasi juga yang tidak layak.

  

Berikut komentar-komentar sebagian komunitas blogger yang menurut gue agak-agak nggak enak ati didengernya (didenger, dibaca apa dirasa ya?) :

1.   “Belum puas dengan menyalahkan Doraemon, kini Kuririn dan kawan kawan di dalam satir animasi Dragonball-Z juga menjadi target pengkafiran kaum fundamentalis extrimis tersebut

  

2.   “kalaupun akhirnya karakter seperti Doraemon, Dragonballz dan Shinchan begitu populer di dunia, itu karena mereka memiliki alur cerita yang begitu menarik dan bisa diterima semua kalangan (kontras dengan kalangan yang menganggap kartun tersebut sesat, justru merekalah yang tidak diterima di semua tempat) sehingga jika kalah populeritas hendaklah jangan justru menyasar dengan menggunakan dalil agama, tetapi harusnya justru mereka melakukan introspeksi diri mengapa kartun tersebut begitu populer sedangkan justru ajaram mereka malah di anggap negatif dimana mana……

  

3.   Update : Ternyata yang posting tentang ini salah satunya Antosalafy, jadi nggak heran kalo cuma dia yang kurang kerjaan yang nyampah diblogsphere

  

4.   “Aneh yaa padahal nuansa ajaran agama itu banyak sekali kalau mau digali gak bakalan kehabisan… tapi ini kaya gak ada kerjaan saja sampai sinchan dan doraemon di bahas… Sepertinya menurut saya kang Retor, inilah dampak dari belajar agama sambilan tapi tidak membahas dari para ulama terdahulu melalui karya2 tulisnya..

  

5.   Justru hal ini yang membuat kurang gregetnya kalangan ahli agama di indonesia. Banyak hal penting yang bisa dibahas, tapi ngapain ngurusin kartun seh …”

  

6.   “hohoho… kasian doraemon, fadahal sebenerna doraemon lebih banyak fahalana dibanding mereka yang mengkafirkan.. gimana engga, lha wong doraemon menghibur jutaan anak-anak, lha dibandingken dengan abu-abu berjanggudh? nghibur engga, malah mbikin rusuh…

  

7.   “busyet dah, bener2 ga ada kerjaan kali mereka ya  Bisa2 bentar lagi cerita2 dongeng aseli nusantarapun bakal mereka haramkan juga. seperti Kancil Mencuri Timun (mana ada binatang mengibuli petani, ini pasti bida’h :mrgreeen: ), Timun Emas, Legenda Dewi Sri, dll.”

  

8.   “Duh Gusti, sampai kapan mereka mendemonstrasikan kebodohannya itu.. *ketawa miris*”

  

9.   “My biggest question is; mereka ko bisa ya tahu kartun doraemon, dragonball, sinchan, dll padahal menonton tv menurut mereka kan hukumnya kan haram? apa mungkin beliau2 itu memiliki semacam ilmu penerawangan ala ki joko bodo gitu?

10.                     “Ohh artikelnya si Bego itu? yg tentang Doraemon? huahahahaha..dah jeblog di kuliah Sastra UI masih sok2an juga. Sodara2 hati2 sebab Dia (yg ahli takfiriyah dan ngaku salafy) adalah penganut sejati Jamaah Al Qiyadah yang kemaren di larang oleh MUI. Karena stress malah melarang Doraemon huiahahahaha…emang gak da kerjaan di blog..”

  

11.                     ah,lama2 edan tenan ni pak jenggot. doraemon kok di salahin..*nggak abis pikir*”

  

12.                     “Tanpa ada imajinasi manusia gak mungkin punya mobil dan bisa terbang naik pesawat. apakah manusia terbang bisa disebut juga kafir ? bukankah terbang adalah “Bukan” kemampuan alami manusia yang diciptakan Allah? kalau Terbang adalah kafir, maka seluruh jema’ah haji yang ada di Dunia adalah “KAFIR”

  

13.                     Dan comentar-comentar lainnya yang nggak semuanya bisa gue tampilin. Soale bukan cuma satu blog tapi banyak blog yang membahas seputar hal tersebut. Nah, udah bikin kisruh, malah menambah dengan article lanjutannya berjudul Penyakit Doraemon. Ampun deh Dewo……???…..

Atas sebagian comentar yang kehel sama article Dewo sudah seharusnya Dewo Anto Salafy mati seperti almarhum wedehel. Mungkin bedanya Wedehel dipuja-puja, sementara Dewo ……..

  

Nggak apa-apalah, berkorban demi dakwah yang mubarokah. Introspeksi dan ambil positifnya Dewo. Contohlah blog http://sunny.wordpress.com/ atau blognya mas Anas Fauzi Rahman yang bermanfaat dan tidak menjadi kontroversi. Setelah itu rainkarnasi dengan nama baru yang belum dikenal komunitas bloger. Mudah-mudahan nasihat di blog barunya bisa diterima atau kalaupun tidak, minimal manhaj Dewo tidak dilecehkan terus akibat ulah masa lalumu… Karena jujur Dewo, kehadiran blog gue juga disebabkan oleh mu juga Dewo…..

  

Renungilah Dewo….

Tidaklah bisa manusia didakwahi dengan pukul rata dan cara yang sama. Beda orang beda waktu beda tempat beda penangan. Realistis Dewo… Jangan cuma paksakan hujjah dalil tapi nggak mau ngerti kondisi psikologis dan tradisi masyarakat di hadapanmu Dewo… Agak-agak gunain akal dikiiiiiit aja, biar nasihat kena target sasaran….Kalau Dewo bisa hidup tanpa Televisi misalnya, jangan paksain orang lain untuk hidup seperti Dewo juga. Perlahan saja, atau biar orang lain saja deh yang nasehatin. 

Firman Allah Tabaraka wata’ala :

  

Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya supaya kamu bersyukur. (Qs. Al-Maidah: 6)

  

Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu (Qs. Al-Baqarah: 185)

  

Allah memberikan keringan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah (Qs. An-Nisaa’: 28)

  

(Dialah yang) menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar serta menghalalkan bagi mereka segala sesuatu yang baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk, dan mebuang mereka beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. (Qs. Al-A’raf: 137)

  

Hadits Rasulullah sallallahu’alaihi wasalam:

  

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari. (HR Imam Bukhari-Muslim)1 [tambahan dalam hadits Bukhari Muslim yang lain] Buatlah kesepakatan dan janganlah saling bertentangan.

  

Sesungguhnya aku diutus dengan membawa agama yang luas lagi lapang. (HR. Imam Thabrani dari Abu Umamah)2

  

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla senang jika rukhshah (keringanan/kemudahan) yang Dia berikan dijalankan sebagaimana ‘azimah (kewajiban sebelum mendapat rukhshah) dilakukan. (HR Imam Ahmad dan Imam Baihaqi dari jalur Abdullah bin ‘Umar. Imam Thabrani dari jalur Abdullah bin ‘Abbas dan Abdullah bin Mas’ud)3

  

Ucapan Salafush Shalih:

  

Dari Ibnu Abi Syaibah dalam “Al-Mushannaf” bahwa Abdullah bin Umar dan Abdullah bin Abbas berkata, “Sesungguhnya Allah senang jika perintah-Nya yang ringan-ringan dilakukan seperti Dia senang ‘Azimah-Nya dilakukan.”

  

Dari Imam Ibrahin At-Taimi berkata, “Sesungguhnya Allah senang jika perintah-perintah-Nya yang mudah dilakukan seperti Dia senang jika ‘azimah-Nya dilaksanakan.”

  

Dari Imam Atha’ berkata, “Jika kalian dihadapkan pada dua perkara, bawalah kaum muslimin kepada yang lebih mudah di antara keduanya.”

  

Dari Imam Sya’bi berkata, “Sesungguhnya jika seseorang diberi dua pilihan, lalu dia memilih yang paling mudah di antara keduanya, dia akan disenangi Allah.”

  

Dari Imam An-Nawawi mengutip dalam ‘AL-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, tentang perkataan Imam Sufyan Ats-Tsauri, katanya, “Sesungguhnya fiqih itu adalah keringan yang datang dari orang yang dapat dipercaya, sedangkan berlaku keras dan menyulitkan itu dapat saja dengan mudah dilakukan setiap orang.”

  

Sungguh keliru besar Dewo, jika takwa, iman, dan wara’ seseorang diukur dari seberapa ketat dan keras ia menjalani agama. Justru sebaliknya, seringkali kemudahan dan rifq (lemah lembut) akan mendekatkan manusia pada agamanya, sedangkan keketatan akan membuat orang lari dan memperolok-olok agamanya (Dewo lihat sendiri kan komentar-komentar di atas) . Jika ingin ketat, lakukanlah untuk diri sendiri dan jangan dipaksakan/disamakan dengan anda kepada orang lain. InsyaAllah, kalau orang tersebut telah faham esensinya, pasti secara perlahan dia akan melakukan hal yang terbaik untuk dirinya. Mana ada sich orang yang mau masuk neraka….

  

Lihatlah apa yang dilakukan orang-orang shalih ini:

  

Imam Muzani (murid Imam Syafi’i) disifati manusia zamannya sebagai “Seorang yang sangat mempersempit dirinya dalam ke-wara’-an, sedangkan terhadap orang lain beliau memberikan kelonggaran yang seluas-luasnya.”

  

Imam Muhammad bin Sirrin diceritakan Aun (murid beliau) sebagai “Orang yang paling suka memberikan kemudahan kepada umat, tetapi paling keras terhadap diri sendiri.”

  

Semoga menjadi pertimbangan. Jangan fikirkan status blognya Dewo. Hal tersebut bisa membuat kita sombong dan riya’ loh.

  

Katakanlah: “Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing”. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (Qs. Al-Isra’: 84)

  

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (Qs. An-Nahl: 125)

  

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan    dari sekelilingmu.” (Qs. Ali Imran: 159)

  

 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Qs. Ali Imran:159)

  

“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS. 020:044)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(Qs. AN-Nahl:125)

  

Kita tunggu jiwa kesatria dan surat wasiat terakhirmu seperti Wedehel. Itupun jika Dewo lebih memilih efek maslahat dibandingkan mudharatnya.

  

Wallahu musta’an.

  

NB : Kira-kira berani nggak ya kaya Almarhum Wedehel (setelah melihat sepak terjang blognya yang ghila abis, akhirnya dia tersadar dengan kekeliruannya dan bertaubat, tapi nggak tau juga gimana cara matinya, apa bunuh diri dengan cara menggantung di po’on, harakiri, atau minum racun atau mungkin umroh ke Mekkah dan menjadi muslim yang taat—sokh tau ye gue)???? Ohye…yang mati blognya loch bukan orangnye…soale satu banding seribu sich, jarang-jarangkan orang kaya Dewo… Kita tunggu ajha deh….Maaf, terkadang nasihat memang pahit, tapi seperti layaknya kanker, kalau tidak diamputasi, malah bisa merusak seluruh anggota tubuh bahkan bisa menimbulkan kematian masal……

  

Footnote:

1. Lihat Lu’lu Marjan no. 1131

2. Shahih Jami’ush Shaghir, Syaikh Al-Albany

3. Shahih Jami’ush Shaghir, Syaikh Al-Albany 

Iklan