Ciri Khas Tarbiyah Salafiyyah yang Hizbiyyah

  

Ikhwan dan akhwat fillah, terlihat jelas perbedaan Salafiyyah Murni dan Salafiyyah yang Hizbiyah. berikut aku berikan informasi penting mengenai ciri khas dari Tarbiyah Salafiyyah yang hizbiyyah ini. Semoga bermanfaat dan bisa menjadikan kalian berhati-hati terhadap mereka.

Berikut metode yang dilakukan para pengaku-aku salaf kepada para pemuda yang baru masuk ke dalam jama’ahnya:

 

(1)           Cara tarbiyah mereka mengandung sikap frontal (gampang mengkritik), berani dalam mencela dan menghinakan harga diri kaum muslimin pada umumnya, para dai dan ulamanya dengan tunjuk hidung. Menurut mereka, hal itu sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan solusi mempertahankan akidah.

(2)           Tarbiyah mereka menunjukkan sikap senang berseteru, berdebat dengan etika yang tidak patut dan tidak sportif.

(3)             Pendidikan mereka mengajarkan untuk giat membentuk golongan-golongan di kalangan para pemuda. Yaitu dengan mengklasifikasikan kaum Muslimin kepada firqah dan hizb serta golongan.

(4)           Menanamkan penyakit menuntut ilmu dan rasa bangga diri di hadapan manusia sejak awal mula para pemuda menuntut ilmu. Cara lain meyakinkan bahwa dia layak untuk memberi fatwa dan komentar yang membangun.

(5)            Mengajarkan kepada para pemuda cara-cara mengkritik yang buruk dengan kalimat yang kasar kepada orang yang menyelisihi hawa nafsu mereka tanpa mempertimbangkan lawan bicara, mungkin seorang alim atau orang yang lebih tua, hingga tidak ada rasa malu kepada manusia.

(6)           Mengajarkan kepada para pemuda untuk berprasangka buruk, menanamkan benih di dalam lubuk hati, sehingga benih tersebut menghasilkan buah yang rusak yang dibangun di atas dasar prasangka dan sesuatu yang belum jelas serta melontarkan tuduhan-tuduhan dan vonis hukum.

(7)           Tarbiyah mereka mengajarkan berbuat ghibah menghina dan membuat kedustaan dalam beberapa acuan-acuan pokok agama dan perbaikan.

(8)           Tarbiyah mereka mengajarkan para pemuda untuk mencari-cari kesalahan dengan tujuan menghinakannya dan akan merasa senang sekali jika dia mampu mendapatkan aib pada diri seorang ulama atau dai, dia itu begini dan begitu.

(9)           Tarbiyah mereka mengajarkan kepada generasi muda untuk menjauhi saudara mereka tatkala mereka menyelisihi pendapatnya dalam persoalan apa pun. Dia menganggap tindakan menjauhi orang yang menyelisihi merupakan cara untuk menjauhi pengikut hawa nafsu (ahlul ahwa) dan pelaku bid’ah.

(10)      Motivasi mereka kepada generasi muda mengarah kepada sikap lemah, malas, dan bertindak negative. Seperti tindakan mentahdzir kelompok lain dengan menganggap itu adalah bid’ah dan bukan bagian dari sunnah. Apabila telah berani demikian, ini adalah di antara bentuk partisipasi dalam aktivitas pencerahan dan bagian dari amalan-amalan sunnah yang mereka sumbangsihkan sebagai wujud khidmat mereka kepada agama mereka dan membangun komunitas mereka.

(11)      Tarbiyah mereka mengajarkan generasi mudanya untuk menolong pelaku bukan menolong kebenaran dan melakukan balas dendam kepada orang yang menyelisishi hawa nafsunya dengan berbagai ucapan yang tidak terpuji.

(12)       Tarbiyah mereka dalam menuntut ilmu tidak memiliki kurikulum dan tidak menitikberatkan kepada masalah-masalah pokok. Akan tetapi, tampak jelas barang dagangan mereka bermodalkan hafalan sebagian tulisan-tulisan dari beberapa pendapat-pendapat yang masih terpisah-pisah yang dianggap mendukung keinginan mereka.

(13)       Tarbiyah mereka mengajarkan kepada generasi muda sikap fanatic kepada tokoh, bukan pada kebenaran. Mereka tidak menerima kebenaran yang datang dari arah yang dianggap menyelisishi hawa nafsu dan keinginan mereka dengan alasan kebaikan dan kebenaran menurut orang-orang yang menyelisihi bagi selain mereka adalah orang-orang yang sependapat dengan mereka.

(14)      Tarbiyah mereka mengajarkan kepada para pemuda sikap berlebihan dan sewenang-wenang, terutama dalam hal menasehati. Mereka adalah orang-orang yang sangat berlebihan dan sewenang-wenang, terutama dalam hal menasehati. Mereka adalah orang-orang yang sangat berlebihan dalam menasehati orang-orang yang dianggap menyelisihi mereka dan bersikap kasar pada saaat mendukung mereka.

Pembicaraannya sangat kental pada persoalan tauhid dan seputarnya, akan tetapi menyepelekan sebagian yang lain dari sisi ilmu, tarbiyah, dan dakwah. Mereka sebenarnya manusia yang paling jauh dari realisasinya dalam hal sikap mereka yang menghina harga diri para dai dan ulama dan tuduhan-tuduhan mereka yang sangat buruk, seperti orang itu sesat. Dia adalah pelaku bid’ah. Dia adalah orang-orang yang tidak jelas. Pada dirinya ada perilaku kufur. Pada dirinya ada perbuatan syirik. Dan kata-kata lain yang bermakna buruk. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka mencabik-cabik hak-hak saudaranya sendiri, para dai dan ulamanya. Cukuplah Allah sebagai Pelindung dan sebaik-baik wakil.

Ciri khas lainnya, janganlah kalian terkejut, bila kalian telah masuk dalam jama’ah mereka kemudian kalian disuruh bertaubat karena adanya sebuah pertanyaan dari kalian terhadap mereka, yang mereka yakini sebagai satu ciri dari perilaku khawarij atau sekte-sekte lainnya yang sungguh sesat semisal qadariyyah, mujasimah dan lain-lain.

Sungguh ada kekhawatiran dalam diri saat akan mempublish article ini, kekhawatiran akan dakwah yang haq dari Salafiyah yang murni justru semakin tertutupi, tapi aku minta maaf kepada kalian khususnya para pengikut Salafi yang murni yang sungguh-sungguh bermanhaj Salaf ash-Shalih. Inilah yang aku dapatkan dalam pencarianku ini, kalian begitu tertutupi dengan fitnah dan subhat para Salafy yang Hizbiyah ini, entah sampai kapan asap itu sirna kemudian menampakkan sekelompok orang yang sungguh bermanhaj Salaf ash-Shalih. Yang sangat tawadhu dan tidak peduli dengan sebutan-sebutan apapun yang menisbahkan mereka pada kebaikan dan kesucian.

Wallahu a’lam.

 Sumber: Kasyfu Al-Haqaiq Al-Khafiyyah ‘Inda Mudda’I As-Salafiyyah karya Mut’ab bin Suryan Al-‘Ashimi.