Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz

mengenai Kesesatan Abul A’la Al-Maududi, Abul Hasan An-Nadwi dan Sayyid Quthub

  

Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Bazz rahimahullah ditanya seseorang, “Saya berharap kepaa Syaikh yang mulia untuk mengemukakan pendapat Anda tentang tulisan-tulisan Abul A’la Al-Maududi, Abul Hasan An-Nadwi dan Sayyid Quthub?”

  

Beliau menjawab, “Semua tulisan mereka bermanfaat. Buku-buku ketiga orang tersebut semuanya bermanfaat. Di dalamnya terdapat banyak kebaikan meskipun tidak lepas dari sebagian kesalahan. Semua orang bisa diambil dan ditinggalkan pendapatnya. Mereka tidak ma’shum. Apabila seorang thalibul ‘ilmi memperhatikannya, dia akan mengetahui bahwa di dalamnya ada kesalahan dan kebenaran. Mereka ini—semoga Allah merahmati mereka—telah berijtihad dalam kebaikan, mengajak kepada kebaikan, dan bersabar dalam menghadapi kesulitan karena memperjuangkan kebaikan tersebut. Mereka menginginkan kebaikan. Di dalam buku-buku mereka terdapat banyak kebaikan. Akan tetapi, mereka dan juga para ulama lainnya tidak ma’shum. Yang ma’shum hanyalah para rasul ‘alaihimush shalati wassalam yang menyampaikan wahyu dari Allah. Adapun para ulama dan semua orang berilmu, alhamdulillah kebenaran mereka lebih banyak (daripada manusia biasa). Dengan kebenaran tersebut, mereka memberikan manfaat bagi umat manusia. Imam Malik bin Anas berkata, ‘Tidak seorang pun dari kami melainkan (pendapatnya) bisa diterima dan ditolak, kecuali penghuni kuburan ini (yaitu Rasulullah saw). “Seorang mukmin laki-laki dan wanita harus mencari ilmu. Masing-masing mereka harus bertafaqquh fid din (mengkaji din) dan merenungkannya dengan teliti. Dia harus membaca dan memperhatikan Al-Qur’an dan As-Sunnah hingga mengetahui kebenaran dengan dalil-dalilnya hingga mengetahui kesalahan jika seorang alim bersalah. Tidak boleh mengatakan, ‘Ini Fulan. Seorang alim yang mulia. Semua pendapatnya harus diambil’ tanpa mengkaji lebih dalam. Akan tetapi, harus mengkaji lebih dalam sehingga sempurna pemaparannya berdasarkan dalil-dalil syar’i.”

  Disalin dari buku “Apa Beda Salaf dengan Salafi” & diterjemahkan dari : http://www.islamgold.com/view.php?gid=7&rid=161 aslinya dari sebuah rekaman yang juga terdapat di situs ini.