Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

   

Blog ini saya tujukan untuk anda yang tidak tidak rela untuk agamanya yang menjadikan Barat sebagai sembahan, setelah mengikrarkan ridha bertuhankan Allah, beragama Islam, dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw.

  

            Yang tidak merelakan akalnya, jika bertaklid kepada madzab tertentu dalam setiap keputusan dan masalah, baik salah maupun benar. Karena seorang muqallid –sebagaimana Ibnul Jauzi- “tidak menaruh kepercayaan terhadap orang yang ditaklidinya, sementara taklid itu sendiri berarti mengabaikan fungsi akal, karena akal diciptakan untuk berfikir dan merenung. Sungguh buruk orang yang diberi pelita untuk menerangi jalan tetapi justru pelita itu dimatikan sementara dia rela berjalan dalam kegelapan.”

  

Puji syukur kepada Allah SWT yang tidak henti-hentinya saya panjatkan karena telah memberikan segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga dengan ijin-Nya jualah dengan waktu yang hanya 20 hari belajar panduan praktis blognya Fani Ariasari (thank’s for you) saya bisa mempublikasikan blog saya ini.

  

Shalawat dan salam tak pernah lupa saya haturkan kepada suri tauladan saya sumber inspirasi dalam hidup saya Rasulullah saw, juga kepada para sahabatnya, keluarganya dan para pengikut seluruhnya tanpa terkecuali yang tetap istiqamah di jalan Islam hingga akhir hayatnya.

   

            Salam kenal untuk semua pembaca blog saya. Blog ini saya tujukan untuk anda yang tidak rela untuk agamanya, yang menjadikan Barat sebagai sembahan, setelah mengikrarkan ridha bertuhankan Allah, beragama Islam, dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw.

  

            Yang tidak merelakan akalnya, jika bertaklid kepada madzab tertentu dalam setiap keputusan dan masalah, baik salah maupun benar. Karena seorang muqallid –sebagaimana Ibnul Jauzi- “tidak menaruh kepercayaan terhadap orang yang ditaklidinya, sementara taklid itu sendiri berarti mengabaikan fungsi akal, karena akal diciptakan untuk berfikir dan merenung. Sungguh buruk orang yang diberi pelita untuk menerangi jalan tetapi justru pelita itu dimatikan sementara dia rela berjalan dalam kegelapan.”

  

            Yang tidak mengikatkan diri pada madzab fiqih tertentu yang sudah popular di dunia Islam, sebab kebenaran tidak mungkin dapat diliput seluruhnya oleh sebuah madzhab, sedangkan imam-imam madzhab yang menjadi panutan sendiri tidak pernah mendakwakan dirinya ma’shum (terpelihara dari kesalahan). Mereka hanyalah para mujtahid yang berusaha memperkenalkan kebenaran; jika keliru mereka mendapat satu pahala, dan jika benar mereka mendapat dua pahala.

  

            Imam Malik berkata: “Tiap-tiap orang boleh diambil perkataannya dan boleh ditinggalkan, kecuali Nabi saw.”

  

            Sementar Imam Syafi’I berkata: “Pendapatku benar tetapi mungkin juga mengandung kekeliruan, dan pendapat orang lain salah tetapi mungkin mengandung kebenaran.”

  

            Kepada merekalah blog ini ditujukan, semoga bermanfaat karena sesungguhnya:

  

Allah menganugerahkan al hikmah (kepahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. 2:269)

  

“Dan barang siapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan Barang siapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Tiap-tiap kali nyala api Jahanam itu akan padam Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. 17:97)

  

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

  

ôõô

Iklan