Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Gimana kabarnya kalian semua. Mohon maaf, sudah teramat sangat lama saya tidak update blog ini. Dibilang sibuk… gak juga. Dibilang gak sibuk… ya sibuk juga. Maklum, kerja, bisnis sampingan. N bercengkrama dengan istri dan 2 anak yang lagi lucu-lucunya. Serasa telah lengkap hidup ini. Istri shalihah insyaAllah, 1 anak lelaki dan 1 anak perempuan. Alhamdulillah ya Allah atas semua nikmatmu.
Pas lagi iseng-iseng cari bacaan, dapat thread keren di Kaskus. Sangat menginspirasi dan bermanfaat untuk menambah keimanan kita kepada Allah. Semoga juga bermanfaat untuk kalian semua. InsyaAllah.
Perjalanan Fantastik dari mikro ke makro “kosmos” (alam semesta)
| mari kita mengadakan perjalanan dengan kecepatan tinggi, bergerak ke jarak kelipatan 10 ke arah makro “kosmos” (“alam semesta” besar). Kita akan mulai dari jarak 1 meter, lalu meningkat ke jarak 10 meter (10 x 1), 100 meter (10 x 10), 1.000 meter (10 x 10 x 10), 10.000 meter (10 x 10 x 10 x 10), dan seterusnya, sampai kita mencapai batas pengetahuan manusia saat ini. |
| kemudian kita bergerak kembali lagi ke jarak semula 1 meter, lalu meneruskan perjalanan yang berlawanan arah yaitu mengurangi jarak dengan kelipatan 10 menuju mikro “kosmos” (“alam semesta” kecil). Kita akhirnya akan menemukan (menyaksikan) ketetapan hukum alam semesta. |
start pertama. Jarak 1 meter dari serumpun daun di suatu hutan (perhatikan gambar dalam tanda kotak dan juga untuk selanjutnya!).

-
perjalanan dimulai dengan bergerak naik ke atas berjarak 10 meter. Kita bisa melihat banyak daun-daunan.

-
jarak 100 meter. Kita bisa melihat batas hutan.

-
jarak 1 km (km = kilometer). Dari jarak meter ke kilometer. Dari jarak ini kita bisa terjun memakai parasut.
-
jarak 10 km. Kita bisa melihat kota tetapi tak bisa melihat rumah-rumahnya.

-
jarak 100 km. Dari jarak ketinggian ini, negara bagian florida, as, tampak samar-samar.

-
jarak 1.000 km. Pemandangan negara bagian florida dilihat dari satelit.

-
jarak 10.000 km. Belahan bumi bagian utara dan sebagian dari amerika selatan.

-
jarak 100.000 km. Bumi mulai tampak kecil.

-
jarak 1 juta km. Bumi (dalam kotak) dan orbit bulan (lingkaran warna putih).

-
jarak 10 juta km. Bagian dari orbit bumi (warna biru).

-
jarak 100 juta km. Orbit planet venus (hijau) dan orbit bumi (biru).

-
jarak 1 miliar km. Dari lingkaran dalam ke lingkaran luar: Orbit-orbit mercury (putih), venus (hijau), bumi (biru), mars (merah), dan jupiter (kuning).

-
jarak 10 miliar km. Dari jarak ini kita dapat menyaksikan sistim tata surya dan orbit planet-planet.

-
jarak 100 miliar km. Sistim tata surya mulai tampak kecil.

-
jarak 1 triliun km. Matahari sekarang tampak sebagai bintang kecil di tengah-tengah ribuan bintang.

-
jarak 1 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9,46 triliun km lebih). Matahari tampak semakin kecil.

-
jarak 10 tahun cahaya. Disini (dalam kotak) kita tak melihat apa-apa.

-
jarak 100 tahun cahaya. Yang terlihat hanya bintang-bintang dan nebula.

-
jarak 1.000 tahun cahaya. Dalam jarak ini kita melihat galaksi bima sakti (milky way), galaksi kita.

-
jarak 10.000 tahun cahaya. Kita lanjutkan perjalanan masuk ke bima sakti (milky way).

-
jarak 100.000 tahun cahaya. Kita mulai mencapai pinggiran bima sakti.

-
jarak 1 juta tahun cahaya. Dalam jarak yang jauhnya luar biasa ini, kita bisa melihat keseluruhan galaksi bima sakti dan galaksi yang lain.

-
jarak 10 juta tahun cahaya. Dalam jarak ini seluruh galaksi kelihatan kecil dengan ruang-ruang kosong di antara satu dan yang lainnya. Hukum yang sama berlaku juga untuk seluruh benda-benda yang ada di alam semesta.

| Mari sekarang kita balik pulang ke jarak semula (jarak 1 meter dari rumpunan daun). |
-
kita sekarang telah kembali ke start pertama. Dari jarak 1 meter ini, kita bisa menyentuh daun-daun.

-
mendekat ke jarak 10 cm (cm = centimeter), kita bisa menggambarkan daun tersebut.

-
jarak 1 cm. Pada jarak ini kita bisa melihat struktur daun.

-
jarak 1 mm (mm = milimeter). Struktur sel daun mulai nampak.

-
jarak 100 mikron (1 mikron = seperseribu milimeter). Sel daun dapat dilukiskan dengan jelas. Kita dapat melihat perpaduan antara sel.

-
jarak 10 mikron. Kita mulai perjalanan masuk ke dalam sel daun.

-
jarak 1 mikron. Inti sel (nucleus) daun terlihat.

-
jarak 100 nanometer (1 nanometer = seperjuta milimeter). Kita dapat melihat kromosom daun.

-
jarak 10 nanometer. Dalam “alam semesta” yang kecil ini, rantai dna dapat terlihat.

-
jarak 1 nanometer. Blok-blok kromosom dapat dilihat.

-
jarak 1 angstrom (1 angstrom = sepersepuluh-juta milimeter). Tampak seperti awan elektron. Ini adalah atom-atom karbon yang membentuk dunia kita. Disini kita melihat kemiripan antara mikro kosmos (alam semesta kecil) dan makro kosmos (alam smesta besar).

-
jarak 10 picometer (1 picometer = seperseratus juta milimeter). Dalam miniatur dunia ini, kita dapat melihat elektron mengorbit (mengelilingi) atom.

-
jarak 1 picometer. Terlihat ruang kosong antara inti sel (nucleus) dan orbit electron.


-
jarak 10 femtometer. Sekarang kita bisa melihat inti dari atom karbon.

-
jarak 1 femtometer. Sekarang kita masuk ke wilayah imaginasi ilmiah, berhadap-hadapan dengan proton.

-
jarak 100 attometer (1 attometer = seperseribu triliun milimeter). Kita menyaksikan partikel yang paling kecil. Tidak ada ruang lagi lebih lanjut kita tuju. Kita telah sampai pada batas ilmu pengetahuan ilmiah yang ada saat ini.

Betapa kerdilnya kita dibanding Alam Semesta Jagad alam ini…
Janganlah engkau merasa sombong dan angkuh hidup di Dunia..
Tubuhmu pun terdiri atas bermiliar-miliar atom yang elektronnya bergerak sesuai keseimbangan..
Bayangkan jika Tuhan memberhentikan sejumlah atom dalam tubuh kita apa yg akan terjadi?
Bayangkan jika Tuhan menghentikan peredaran galaksi, planet, dan bintang2nya apa yg akan terjadi?
Masihkah engkau SOMBONG?
Engkau tidak ada apa-apanya di mata Tuhan 
Thanks to islamholic yang sudah bersusah payah membuat thread keren ini. Semoga mendapat balasan dari Allah. Amin
















7 tanggapan kepada “Foto Renungan : Sungguh Kita Tak Ada Apa-Apanya Di Mata Allah”
rafaqo
Desember 21st, 2011 pada 12:59
subhanalloh….
gmane kabarnye ustad????
baru nongol lagi nehhhh
rafaqo
Februari 14th, 2012 pada 16:49
alhamdulillah…ane and keluarga baek2 aj…syukur deh ustad d sibukin ama jundi2 nye…ane turun seneng…soale 2 jundi ane jg seperti itu adanya…minta cucu mulu…he he he…sukses buat ustad ye….
yuddy yuniardhi
Desember 21st, 2011 pada 15:15
Subhanallah.. Luar biasa jagat raya ciptaan Allah. Setuju: manusia tdk ada apa2nya. Benarlah yg Allah sampaikan bahwa ketika qiamat manusia tak ubahnya seperti debu ♈ªnğ beterbatangan. Salut juga buat pembuat thread. Terimakasih akhi, sy berkesempatan membacanya. Juga artikel2 dlm blog antum. Sukses! Salam.
Ibrahim Banta
Januari 5th, 2012 pada 14:51
Subahanallah Maliki Qudus….
Heru Baee
Januari 20th, 2012 pada 18:01
Ass…
Subhannallah…
.Terima Kasih Ya ALLAH engkau telah memberikan kesempatan kepada kami untuk merasakan suatu ke-indahan yg telah engkau ciptakan di alam semesta ini.& Kami berharap selalu :
.semoga kami tidak pernah luput dari pandangan mu,&
.semoga engkau selalu menuntun kami ke-jalan yang telah engkau tentukan.آمين
Buat akhi
.Terima Kasih atas petunjuk,pelajaran & arahan-nya,semoga bagi kami yg melihat selalu sadar & ingat akan kebesaran Allah S.W.T
.Semoga untuk akhi yg telah menyebarkan contoh ini mendapatkan pahala & kasih sayang Allah.آمين
Wassallam…
abdullah
Februari 8th, 2012 pada 18:51
subhanallah….
Firman Hardy
Februari 13th, 2012 pada 13:21
Subbhanallah….Maha suci Allah Yg telah mengatur Alam semesta ini….