Eramuslim.com, Ribuan aktivis Salafi menggelar demonstrasi di depan kantor pusat Departemen Pertahanan pada hari Selasa kemarin (19/4), menyerukan penguasa militer Mesir melepaskan istri pendeta Koptik yang mereka katakan telah masuk Islam dan sekarang sedang ditahan oleh pihak Gereja Koptik. Demonstrasi Selasa kemarin digambarkan sebagai salah satu yang demo terbesar yang dilakukan kelompok Salafi  dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi demo dimulai pada tengah hari dari masjid Al-Noor di wilayah utara Kairo Abassia, dan setelah mencapai Departemen Pertahanan, pengunjuk rasa melakukan aksi demonya di taman.

Para pengunjuk rasa membawa berbagai spanduk yang menyerang Gereja Koptik dan menyerukan pembebasan Shehata.

Di antara pesan pada spanduk adalah: “Saya ingin saudari seiman saya Kamilia Shehata” “Berapa lama Gereja Mesir akan tetap menjadi negara dalam negara?” Dan “Di mana Kamilia Shehata? “

“Ada banyak bukti bahwa Kamilia masuk Islam, dan kami hanya perlu dirinya untuk berbicara kepada masyarakat,” kata Muhammad Karam, seorang mahasiswa hukum di Ain Syams University. “Saya percaya bahwa Gereja menculiknya, dan kami inginkan militer untuk merespon tuntutan kami agar membebaskannya. “

Kelompok yang baru didirikan “Koalisi untuk Mendukung Muslim Baru/mualaf” adalah kelompok utama di balik aksi demonstrasi. Koalisi ini didirikan bulan lalu demi membantu Koptik Mesir yang telah masuk Islam.

Koalisi bukan hanya berasal dari kelompok Salafi, tetapi juga berisi tokoh-tokoh Islam berpengaruh, seperti Syaikh Hafez Salama, pemimpin komite perlawanan rakyat terhadap pasukan kolonial Inggris pada tahun 1956, kata Karam.

Perwakilan pengunjuk rasa Salafi bertemu dengan Perdana Menteri Esaam Sharaf untuk meminta dia untuk melakukan intervensi dalam pembebasan Shehata.

Selain itu, puluhan Salafi juga berdem pada hari Selasa ke Dewan Negara, menuntut pembebasan Shehata. Mereka menuduh gereja melakukan penculikan terhadap Shehata setelah ia masuk Islam.

Shehata merupakan fokus utama aktivisme Salafi pada tahun 2010, dengan beberapa aksi demo dilakukan di Alexandria menyerukan pembebasannya dan menyerang pemimpin Koptik Paus Shenouda III.

Kamilia Shehata lahir pada tahun 1985 dan merupakan seorang guru sekolah yang menikah dengan seorang pendeta Koptik. Keluarganya mengatakan bahwa dia diculik oleh kelompok Muslim, sehingga informasi ini memicu serangkaian protes Koptik di Mesir, menuduh Muslim melakukan penculikan dan memaksanya untuk masuk Islam.

Sementara itu, Shehata akhirnya kemudian ditemukan di rumah temannya. Dan terungkap bahwa ia secara suka rela meninggalkan rumah setelah konflik dengan suaminya. Namun Gereja Koptik membantah bahwa Shehata telah masuk Islam.

Namun, pengumuman gereja gagal mengakhiri aksi protes yang dipentaskan di sejumlah masjid, yang menyerukan pembebasan Shehata dan menyatakan gereja telah memaksa Shehata untuk kembali murtad menjadi Koptik.

Sejak itu dia tidak pernah muncul lagi di depan publik, dan anggota kelompok Salafi mengatakan bahwa dia berada dalam tahanan Gereja.(fq/almasryalyoum)

About these ads