Freese x with Kondom Via Iklan Televisi? Huebat Euy….

strawberry_sv400131

Sabtu (6/12/08) lalu, seorang sahabat (semoga Allah selalu menjaganya) yang kukenal lewat blog ini mengirimkan SMS yang isinya berupa keluhan beliau akan sebuah iklan yang tayang di televisi. Meski sudah mantengin semaleman, sampai dengan saat ini belum juga berkesempatan melihat iklan tersebut secara langsung, tapi penjelasan detailnya membuatku turut gerah seperti dirinya. Waktu itu aku cuma bisa bilang, “Antum sabar ya, mungkin ana juga kaya antum kali kalau sudah lihat.”

Menurut beliau, iklan yang dibuat oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPAN) itu berisi gambar-gambar model yang berperan sebagai pelacur yang menampakkan auratnya kesana-kemari. Mungkin lebih tepatnya ‘brutal’ kali ya? Dan diakhir iklan ada kalimat yang diucapkan dan tertulis, “Menggunakan kondom pada hubungan yang beresiko adalah tindakan yang bijaksana”.

WHAT?!!! Kagak salah tuh?!!! Gimana juga beliau nggak gerah ghitu, nah aku yang cuma denger aja (baca via SMS) langsung mengerenyitkan alis dan sesak dada.

Menggunakan kondom pada hubungan yang beresiko adalah tindakan yang bijaksana”.

Bijaksana apanya? Berarti secara langsung kita melegalkan freese x dan selingkuh dunk? Juga termasuk menghalalkan se x sesama jenis dunk? Maksudnya apa? :evil:


Terus…. Kenapa juga beritanya adem ayem aja? Apa tidak kalah menarik untuk dikomentari seperti iklan politik yang menampilkan Ahmad Dahlan, Hasyim Ashari dan Suharto yang fenomenal itu padahal cuma beberapa detik dan nggak sampe tayang satu minggu loch? Hihihi… naïf banget ya kita? Selalu saja kita melihat sisi keburukan orang lain tanpa mau membayangkan bila itu terjadi dengan diri kita. Apakah kita senang bila orang menafikan kebaikan kita sama sekali dan selalu membicarakan keburukan kita terus menerus? Even diri kita sudah mati? :roll:

Sementara terhadap iklan yang bisa menimbulkan masalah berkepanjangan dan azhab Allah kita cuma tenang-tenang saja. Apakah telah begitu banyak titik-titik noda kedurhakaan pada hati kita kawan? Apakah jiwa kita sungguh telah benar-benar terkoyak, sehingga kita tidak sensitive sama sekali dengan hal-hal yang semacam itu?

Wahai kawan, Allah berfirman, “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang dhalim itu menjadi penguasa bagi sebagian yang lain disebabkan ulah perbuatan mereka” (Qs. Al-An’am : 129)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi waSallam bersabda, “Hendaklah kamu lakukan amar ma’ruf dan nahi munkar, atau (kalau tidak) Allah pasti akan menjadikan orang-orang yang jelek berkuasa atas kamu; kemudian orang-orang yang baik-baik diantara kamu berdoa memohon kepada Allah tetapi tidak diperkenankan lagi doa kamu itu.”

Tidak takutkah kita terhadap peringatan ini? Atau kita memang sengaja sedang menghalau dan berharap adzab itu datang? Wal’iyadzubillah.

Satu yang membuatku sedih adalah program Pekan Kondom Nasional (PKN) pada 1-7 Desember 2008 lalu yang dilaksanakan pemerintah dalam rangka memperingati Hari Aids Sedunia (HAS) yang diresmikan 1 Desember 2008 lalu di Hotel Mariot oleh Menko Kesra pada Konferensi Kondom tersebut.

Apa temen-temen nggak tau kalau pori-pori kondom itu 40 kali lebih besarnya dari virus HIV. Atau tepatnya 1/6 mikron untuk pori-pori kondom dan 1/250 mikron untuk ukuran virus HIV. Ya jelas dunk tuh virus bisa bolak-balik seenak uedelek dewek.

Kalau itu kenyataannya lantas apa bisa kondom berfungsi menanggulangi AIDS? Bukankah menurut KPAN setiap 1 jam terdapat 1 pemuda yang menjadi penderita baru HIV di Indonesia. Baik dari jarum suntik pengguna narkotika dan zat adiktif 49,1%, hubungan heteroseksual 42,1% dan homoseksual 4,1%. Selain itu menurut data Departemen Kesehatan jumlah kasus AIDS pada September 2008 adalah 15.135 dan 6.015 kasus positif HIV dan telah menyerang 194 kabupaten di Indonesia. Terus kenapa juga bisa dibilang sebagai tindakan yang bijaksana bila harus menggunakan kondom pada hubungan yang beresiko?

Bukankah kalimat itu sama dengan LEGALISASI ZINA bagi masyarakat?

Oooo…. Yayaya…. Selingkuh itu emang lebih baik dari pada poligami kan? Berzina itu jauh lebih nikmat dari pada hubungan suci pernikahan kan? Jangan bohong dech… Bener seperti itu khan? Atau jangan-jangan memang kitalah para pelaku zina tersebut. MasyaAllah….

Wahai sahabat…. HIV atau AIDS ini tidak akan hilang hanya dengan menggunakan kondom! Allah menurunkan virus itu karena murka terhadap kita para pelaku dosa. Bukankah lebih baik mereka yang hobi freese x dan se x abnormal itu mati saja untuk memutus mata rantai kemaksiatan? Itu ekstrimnya saya sich. Habis mau diapain lagi, kecuali kepada mereka-mereka yang telah taubatan nashuha semoga Allah mengampuni mereka. Atau paling tidak, minimal aktivis-aktivis yang katanya peduli AIDS mulai memikirkan penyuluhan lain yang lebih berdampak jangka panjang misalnya dengan menginformasikan tentang siksa dan laknat Allah terhadap para pelaku zina sejati dan pemadat yang katanya hanya korban. Dan tinggalkan penyuluhan bagaimana cara memasang kondom pada sebuah pisang! :evil: :oops:

Tidakkah kita tahu kalau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi waSallam telah memperingatkan umatnya,

Apabila sudah merajalela perzinaan dan riba di suatu negeri, maka berarti mereka telah menyiapkan diri mereka untuk menerima adzab siksaan Allah.” (HR. Hakim).

Umatku akan senantiasa dalam keadaan baik selama tidak tersebar anak zina. Maka apabila telah tersebar anak-anak zina di antara mereka niscaya Allah akan meratakan adzab kepada mereka.” (HR. Ahmad)

Jangan pernah salahkan takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terus-menerus menurunkan berbagai bencana di negeri ini sahabat. Mulai dari tsunami Aceh, gunung meletus di Jogja, gempa bumi, angin puting beliung, lumpur Lapindo dan berbagai bencana-bencana lainnya.

Tak sadarkah kita dengan peringatan Allah itu sahabat. Tak tahukah kita bahwa Allah telah memberikan pesan-Nya kepada kita “Kebaikan yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan keburukan yang menimpamu adalah dari dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa : 79)

Jadi semua keburukan yang menimpa kepada kita itu adalah kesalahan kita sendiri! Bukan dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Apakah telah begitu durhaka diri kita kepada-Nya sahabat. Apakah dunia ini begitu telah melalaikan kita sehingga kita tidak lagi sensitive dengan hal-hal yang dapat mengundang bencana dan adzab-Nya.

Oooo… ya Rabb, kami telah melupakan peringatan kekasih-Mu Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

Dari Hudzaifah ra, Rasulullah saw bersabda, “Demi Dzat yang diriku di tangan-Nya, harus kamu menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau (kalau tidak) niscaya Allah akan menurunkan siksa dari sisi-Nya kepada kamu, kemudian kamu berdo’a, tetapi do’a kamu tidak diterima lagi.”(HR. Tirmidzi)

Dari Jabir bin Abdullah, katanya, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: ‘Tiada seorang pun yang berdiam di tengah-tengah mereka itu, sedangkan mereka berkuasa untuk mengubahnya, tetapi tidak mereka lakukan, melainkan Allah akan menimpakan kepada mereka suatu siksa sebelum mereka mati.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dari Jabir, Rasulullah saw telah bersabda, “Allah Azza wa Jalla pernah memerintahkan kepada malaikat Jibril, (yaitu dengan perintah): “Baliklah kota ini dan kota ini!” Lalu Jibril berkata: “Ya Rabbi, sesungguhnya di antara mereka terdapat hambaMu yang tidak pernah berbuat maksiat kepadaMu walaupun hanya sekejap mata saja.“ Kata Rasulullah: “Kemudian Allah berfirman: “Baliklah kota itu (jadikan yang atas di bawah dan yang bawah di atas) dan timpakan atas orang itu juga, karena selamanya tak pernah wajahnya berubah sedikit pun karena marah terhadap orang-orang yang berbuat maksiat.

Astaghfirullah….

Wahai sahabat, apakah kita tidak sadar bahwa sebagian dari kita justru bangga karena telah melakukan kemaksiatan dan kedurhakaan. Sementara sebagian yang lain tidak pernah sedikitpun peduli dengan kemaksiatan dan kedurhakaan tersebut meski dengan hatinya apalagi sampai marah dan berusaha merubahnya dengan tangannya. Ya…. Minimal dengan hati saja karena itu adalah selemah-lemahnya iman.

Subhanallah ya Rabb, janganlah Engkau hukum kami, ampunilah kami, jadikanlah orang-orang shalih diantara kami, ulama-ulama kami yang hanif yang bisa membantu bahkan memimpin kami untuk membuat hal-hal yang justru tidak menyebabkan adzab-Mu turun kepada kami. Kami mohon ya Rabb, jadikanlah orang-orang yang saat ini diberi amanah untuk mengurus kami bisa bertindak tepat dengan memperhatikan firman-firman-Mu dan sabda Rasul-Mu. Ingatkanlah kepada kami agar selalu mendo’akan mereka dalam setiap munajad kami kepada-Mu, “Semoga mereka selalu melakukan kebaikan untuk kami, Amin.”

MasyaAllah… astaghfirullah… Wallahu a’lam bishawab.

About these ads