Pertanyaan Seorang Entong Yang Tidak Pernah Terjawab Oleh Para ‘Salafy Ekstrim’
Article ini sebenarnya komentar yang masuk ke blog ini, dan bukan bermaksud mengompori atau mencari-cari masalah, mudah-mudahan pemuatannya bisa membantu saudara Entong (dan yang lainnya) mengerti mengapa itu bisa terjadi???
assalaamu’alaikum…
udah akh, SALAFY-SALAFYan mah gak usah ditanggepin. cuman buang-buang energi!!!!ana pernah nanya pertanyaan ke orang yang ngaku salafy, eh bkannya dijawab, malah ana dibilang anak ingusan…trus dengan pongahnya dia bilang, kalau dia memandang dari sisi Al-Quran dan hadits, seakan-akan ana gak pake Quran sama hadits juga. waktu ana mau terusin diskusinya, eh dijawab kalau ana gak mau nyari kebenaran, padahal dia sendiri yang gak mau kebenaran…antum mau tau apa pertanyaan ana ke orang yang ngaku salafy itu?
pertanyaannya ana (sekalian aja kalau mau dijawab sama SALAHfy) buat salafy.
1.kenapa kalian menggunakan sistem ekonomi kapitalis dalam kehidupan kalian kalau kalian mengatakan demokrasi itu haram?
2. kalau duduk semajelis dengan orang yang dianggap ahlul bid’ah aja gak boleh, kenapa saya begitu sering melihat salafy kuliah di PTN, bahkan berdiskusi dan bertukar ilmu dengan banyak orang, termasuk orang kafir?
afwan akh, ana pake blog antum, coz ana tanya di blog tuh orang salafy gak pernah dijawab, bahkan pertanyaan-pertanyaan ana gak ditampilin….
jazakallah
DIarsipkan di bawah: Kontroversi !!! | Tagged: ahlul bid'ah, demokrasi haram, ekonomi kapitalis, pertanyaan yang tak pernah terjawab, salafy ekstrim


















assalamu’alaikum …
Untuk moderator tolong sampaikan pada “entong” sedikit jawaban :
Pertanyaan pertama :
Sebenarnya ini adalah bentuk pertanyaan yang rancu … karena ini adalah dua hal yang berbeda dalam aplikasi, dan secara logis dan secara syari’at mempunyai hukum masing-masing …
Saya kira adalah mudah membedakan hal ini jika anda mempunyai waktu untuk berpikir tenang … saya akan jawab pertanyaan anda berapapun banyaknya di blog ini. setahap demi setahap jika entong ini mau konsisten
Saya akan dengan sengan hati memberikan landasan berpikir saya mengenai hal ini untuk anda pelajari … dan anda silahkan perbaiki kesalahan-kesalahan saya jika benar adanya !
Pertanyaan Kedua :
Sama rancunya dengan pertanyaan pertama …
Yang “meyedihkan” adalah banyak pertanyaan seperti ini keluar karena “sulitnya” orang-orang dalam memecah berbagai hal menjadi beberapa hal yang tentu saja mempunyai implikasi syari’at yang berbeda …
Tidak ada hubungan langsung “secara umum”
- antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan kuliah di PTN
- antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan bertukar ilmu
- antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan bertukar ilmu dengan orang kafir
kenapa saya bilang secara umum :
1. Tidak semua orang yang melakukan bid’ah adalah ahlul bid’ah. Di antara mereka ada pula orang-orang awam (dalam timbangan syari’at bukan timbangan akademis)
2. Antara “ahlul bid’ah” dengan “pelaku bid’ah” harus disikapi berbeda
Jadi silahkan buat pertanyaan secara kasuistik …
Kesimpulannya :
secara ilmiah pertanyaan anda memang tidak bisa dijawab
wassalam
assalamualaikum
akh moderator
pertanyaan saya
masih sama :
1. Apa itu Salaf
2. Apa itu Salafushsholih
3. Apa itu Manhaj
4. Apa itu Manhaj Salafushsholih
5. Apa itu Salafy
6. Bagaimana membedakan Salafy dengan Salafy Ekstrim
Jawaban memang hanya bisa dipahami jika anda menjawabnya secara berurutan …
silahkan renungi …
wassalam
Assalamu’alaikum
oh iya jika diskusi lewat ym gak papa … invite aja
dhiya.abuzainab@yahoo.com
clean conversation only …
wassalam
assalamu’alaikum …
akh moderator …
salah satu klaim yang orang-orang curang, yakni para pembela demokrasi (yakni amerika) :
“kita seharusnya membela kebebasan berpendapat (di sini contohnya bahwa semua agama adalah benar)”
yang lucunya mereka mencoba
memberangus satu pendapat, yakni :
“bisa saja hanya satu Dien (agama) yang benar (islam)”
mereka menunjuk jari satu ke arah orang lain dan lupa bahwa empat jarinya menunjuk ke arah dirinya sendiri !!!
( secara analogi ) apakah anda sadar anda demikian adanya ??? ( yakni lupa pada empat jari yang lain )
sangat mudah anda bilang orang lain emosi …
( seperti salah satu komentar anda pada seorang ikhwan, saya akan bertanya satu hal yang semakna seperti komentar anda … :
— apakah anda tau hati isi saya ya akhi ??? — )
dan lagipula …
adakah “keberanian” sifat yang jelek wahai ikhwah ?
jika yang dimaksud :
beranikah anda berdiskusi ilmiyah berjenjang dan bertahap dalam mengklarifikasi persoalan …
daripada melemparkan pertanyaan-pertanyaan (semisal dari entong) yang maaf saja “-secara logika sederhana-” pun tidak bisa di jawab …
saya kira bukan suatu kesombongan jika kita beramar ma’ru nahyi mungkar dan dengan berani mengatakan pada orang semisal “-entong-”. Ya ikhwah “pertanyaan anda tidak ilmiyah” !!!
yang sombong adalah tidak mengakui kesalahannya dan merendahkan orang yang berniat baik meluruskannya
^_^ dan alhamdulillah hal ini keluar dari papan ketik dengan senyum persaudaraan …
afwan bila itu harus keluar di forum terbuka di blog seperti ini
——————————————————————————-
o iya akh
imam hanafi pernah mengatakan suatu kata-kata mutiara, yang maknanya kira kira :
- saya yakin pendapat saya benar walaupun ada kemungkinan salah
- dan saya yakin pendapat orang lain salah walaupun ada kemungkinan benar …
allohu a’lam bishshowab
barokallohu fiik
wassalamu’alaikum
mas, gak usah bawa-bawa Amerika lah, toh negeri tempat ‘asal’ kalian juga bisa ada karena Amerika kok! dan saya rasa cuma negeri ‘asal’ anda sama ‘kembarannya’ aja loh yang gak diapa-apain sama Mr. Bush. padahal kan ‘mereka’ pake sistem kerajaan. TANYA KENAPA????
BUAT masalah bid’ah sama gak bid’ah, gampangnya gini aja deh. saya yang dibilangin bid’ah sama salafy duduk semajelis tapi gak ngobrol. nah hal ini dilarang karena saya (–sensor–), misalnya. tapi, seorang salafy gak apa-apa tuh, belajar tentang filsafat dari dosen yang atheis.
buat masalah demokrasi, saya mau tanya, khan salafy gak mau nyoblos tuh. sayangnya, pemerintahan kita dipilih melalui pemilu, mau gak mau nyoblos dong. saya bisa bilang kalau seandainya sebagian besar umat Islam akhirnya memutuskan untuk gak mau nyoblos, tapi sebagian kecil elit muslim yang berkuasa tetap menggunakan demokrasi/pemilu. lalu pemilu diadakan sehingga yang menang orang kafir(kan ceritanya sebagian besar umat Islam gak mau nyoblos). lalu, bagaimana penyikapan kalian terhadap masalah ini???
hal yang saya pikir lucu adalah ketika kalian, para salafy selalu mengincar (–sensor–) dengan membuat artikel tentang kesesatan (–sensor–) menurut kalian, apakah kalian lupa bahwa (–sensor–) adalah pemerintah itu sendiri? bukankah haram bagi kalian mengingatkan pemerintah dengan cara seperti itu? saya punya seorang kawan. dia dulunya tarbiyah, lalu pindah dan belajar kepada Lukman Ba’abduh, sehingga ia menjadi salafy. yang saya tidak habis pikir, ia selalu menjelek-jelekkan (–sensor–) dan mengatakan bahwa (–sensor–) sesat. yang lebih lucu lagi, ia yang tidak tahu apa-apa mengatakan bahwa (–sensor–) mendukung Megawati sebagai capres 2009!!!darimana berita fitnah itu ia dapatkan, sedangkan MAjelis Syuro (–sensor–) saja belum memutuskan apa-apa? lah ini orang yang ga tau dalamnya (–sensor–) berani mengeluarkan fitnah seperti itu….
tambahan sedikit, kenapa sih kalian yang mengaku salafy selalu saja mengeluarkan artikel tentang (–sensor–), tapi sangat jarang mengeluarkan artikel -artikel tentang aliran yang jelas-jelas sesat, seperti Inkar sunnah, Isa Bugis, atau bahkan Ahmadiyah di blog-blog pribadi kalian???
maka kebenaran akan tetap menjadi kebenaran!!!para pendengki, cuma bisa bikin keki!!!
assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh …
untuk mas entong …
maaf-maaf saja jika
saya meragukan kemampuan anda
dalam menilai sebuah masalah
karena -maaf- anda jelas-jelas
mempunyai logika yang -error-
kalau tidak mau dibilang “bodoh” nya minta ampun
namun saya tekankan “bodoh” di sini
(mudah-mudahan) bukan berarti anda
mempunyai tingkat intelegensi yang rendah
namun lebih kepada ketidakmampuan anda
untuk mencerna suatu hal karena tertutupi
oleh emosi …
baiklah … saya akan jawab sedikit pertanyaan anda
sekedar untuk menunjukan keterangan
agar tidak ada orang lain yang mengikuti jejak anda :
pertama :
- negeri asal salafy : alhamdulillah adalah kehendak Alloh bahwa islam memang lahir dari negeri arab begitupun Rosululloh dari suku Quarisy arab … dan adalah kedengkian seperti ini adalah kedengkian yahudi jika mempermasalahkan hal ini (saya tidak bilang anda seperti yahudi lho)
- adapun islam terjaga di negeri saudi atas berkah dah rohmat Alloh semata … dan terjaganya saudi dari kerusakan juga adalah berkah dan rohmat Alloh juga
- adapun para amir yang ada di sana adalah manusia yang tidak terjaga dari kesalahan, apalagi mereka bukan ulama. Dan alhamdulillah ada ulama yang berusaha (sesuai kemampuan mereka) untuk meluruskan mereka insya Alloh.
kedua : dari cerita anda :
- tentang ikhwan yang menjauhi anda … : dia terjatuh kesalahan karena menilai anda adalah seorang ahlul bid’ah … karena tidak semua orang bisa disebut ahlul bid’ah … bisa jadi ada hanya orang awam yang melakukan bid’ah (pelaku bid’ah)
- perlu diketahui kami diajarakan untuk membedakan antara ahlul bid’ah dan pelaku bid’ah
- jika memang ikhwan tersebut belajar filsafat sesungguhnya ikhwan tersebut juga terjatuh dalam kesalahan (kebid’ahan) juga. Apalagi mengambil filsafat dari seorang atheis (mulhid)
- adapun para ulama melarang kedua hal tersebut di atas
- namun kejadian ini tidak bisa dijadikan hujjah (argumen) bahwa semua salafy seperti demikian karena secara orang-perorangan mereka manusia juga
ketiga :
- Pernyataan anda mengenai kemungkinan terpilihnya orang kafir adalah tidak pernah terjadi dan tidak mungkin terjadi insya Alloh.
- Lagipula coba anda pikir (baik-baik) jika mayoritas orang sudah mengikuti -salafushsholih- maka sudah tidak akan ada lagi -demokrasi- tidak akan ada -pemilu- dan tentu saja kaum kafir akan tertekan.
- dan yang terpenting pertanyaan model pengandaian ini banyak diriwayatkan banyak ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in adalah pertanyaan yang bathil
empat : blog pribadi
- “bodohnya” anda jika menilai dari blog-blog pribadi …
- adapun mengenai aliran sesat : macam : inkar sunnah, isa bugis telah banyak dibahas oleh asatidz salafy. Kalau ini sih anda saja yang ketinggalan berita.
- mengenai “sensor” yang sesat saya hanya bisa berkata bahwa saya tidak kenal tuh ada orang yang namanya “sensor”. (kecuali jika jelas “sensor” itu siapa, namun nampaknya akh moderator berpikir adalah ahsan jika di strip aja …)
Adapun kebenaran akan senantiasa menuntun orang yang ingin meraihnya melalui jalan Rosululloh Sholallohu’alaihi wassalam. Sedangkan orang yang melewati jalan lain hanya mendapatkan keputusasaan.
Jadi bung “entong”
pahamilah al-qur’an dan sunnah
sesuai pemahaman para sahabat Rosululloh
maka
anda akan temukan jawabannya …
untuk akh moderator
barokallohu fiik …
semoga Alloh memberikan kepada kita
hidayah untuk mengetahui dan menjauhi
apa-apa yang menjadi sebab murka Nya
subhanaka Allohumma
wabihamdika
astaghfiruka
asyahadualla illaha illa anta
wa ‘atubu ilaih
wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
saya kira yang (–sensor–) bukan entong, tapi abu zainab dan salafy
sebelumnya saya mau mengucapkan minal aidin al faidzin, mohon maaf lahir dan batin. semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah SWT.
terkait masalah pertama, mas abu zainab kalau mau melihat dengan jelas, sesungguhnya kalau tidak ada mekkah dan madinah di arab saudi, sudah lama saudi tidak dipandang oleh umat Islam. bahkan pemimpin-pemimpin negara Islam pernah berkata bahwa cobalah pemimpin Arab Saudi itu bersikap seperti seorang pria sehari saja. kenapa saya mengomentari pemimpin Arab Saudi? saya tahu bahwa mereka manusia biasa, sayapun juga manusia biasa yang punya begitu banyak kesalahan. akan tetapi, pemimpin itu mencirikan apa yang dia pimpin mas.
yang kedua no comment dulu lah.
nah yang ketiga, mas, seandainya antum mau sedikit membaca kejadian yang ada di dunia, mas seharusnya tahu bahwa ada sebuah negara yang jumlah muslimnya lebih besar ketimbang agama lain, yakni diatas 60 %. akan tetapi, negara itu dipimpin oleh seorang kristen. kira2 mas abu zainab tahu negara apa itu? nama negaranya, NIGERIA. nama presidennya OLUSEGUN OBASANJO. dia ini presiden kristen di negara mayoritas muslim. jadi masih mau bilang gak ada presiden kafir di negara muslim?jadi saya gak ber-andai2 loh….
dan sayangnya lagi, begitu banyak negara yang mayoritas penduduknya muslim dan tidak ber-demokrasi ria tapi malah menegakkan pemerintahan kerajaan yang mendasarkan kepemimpinan bukan pada kemampuan seseorang dalam memimpin, melainkan pada keturunannya, yang bisa jadi keturunan tersebut bukanlah orang yang baik, apalagi terbaik…
begini loh mas, terkait blog pribadi, saya cuma mau bilang bahwa penampilan luar seseorang itu mencerminkan kepribadiannya. saya mengajak anda berpikir secara logika supaya tidak hanya memahami suatu masalah secara tekstual ,melainkan juga secara kontekstual, KENAPA BEGINI, KENAPA BEGITU????
Demikianlah…..
assalamu’alaikum
baiklah BICARA FAKTA :
Mengenai Nigeria dan mengenai demokrasi …
sekarang jawab pertanyaan saya …
apakah :
60 % mewakili muslim
atau
mukmin …
apakah dakwah tauhid sudah sampai ke sana (60 %)
atau numpang lewat saja (masuk telinga kiri keluar kanan)
dari 60 % … yang mengaku muslim
berapa persen penyembah kubur …
berapa persen islam KTP …
berapa persen yang mengikuti thogut (demokrasi)
sudahkah anda hitung di lapangan …
niscaya statistik tidak lah berguna ya ikhwah
(bayangkan dalam perang yarmuk 30.000 Muslim
menang VS 200.000 kafir … apakah antum tidak berpikir …)
tentu (harusnya) anda paham yang saya maksudkan
(secara kontekstual)
dengan “tidak mungkin” adalah negara dengan
mayoritas MUKMIN yang tidak mungkin memilih
hukum thogut … dan tidak
memakai cara thogut (demokrasi)
secara kontekstual dan tekstual benar sabda
Rosululloh bahwa umat ISLAM seperti buih di lautan
dan pertanyaan sahabat adalah :
APAKAH JUMLAH UMAT SAAT ITU SEDIKIT ???
jawaban nya : JUSTRU BANYAK
dan pertanyaan saya adalah :
APAKAH MANUSIA TIDAK MENGAMBIL PELAJARAN ???
PEMIMPIN MENCIRIKAN APA YANG DIA PIMPIN …
lah ini dia saudaraku
begitulah pemimpin kita
mencirikan apa yang dia pimpin
termasuk ANDA dan SAYA …
bedanya saya alhamdulillah tidak taat pada demokrasi
sedangkan anda taat
dan sadarkah anda seorang pemimpin seperti ini
adalah hukuman bagi (kalian) penentang
hukum Alloh pembela demokrasi
begitulah seorang ulama, Hassan Al Basri
(tolong di cek lagi dalam siroh …) bicara bahwa :
HAJJAJ ATS TSAQOFI adalah hukuman untuk RAKYAT
karena rakyat nya bergelimang dosa
(yakni seorang thogut pada zaman yazid bin muawiyah)
demi Alloh saya bicara Al-Qur’an dan As-Sunnah dan anda
malah bicara CNN dan BBC (berita-berita) … INNALILLAHI
Lantas apakah pemimpin terbaik itu akan lahir dari demokrasi (yakni sistem kaffir) padahal :
Alloh hanya menerima yang baik yang dihasilkan lewat cara yang baik …
APAKAH MANUSIA TIDAK BERPIKIR ???
cukup ya saudaraku
semoga Alloh memberi kita semua petunjuk
barokallohu fiik
wassalamu’alaikum
“bedanya saya alhamdulillah tidak taat pada demokrasi
sedangkan anda taat
dan sadarkah anda seorang pemimpin seperti ini
adalah hukuman bagi (kalian) penentang
hukum Alloh pembela demokrasi..”
sadarkah kita bahwa pemimpin buruk juga dialami oleh para nabi dan rosul…??!!
wassalamu’alaikum
“
_______
Ibn : “Afwan, ana finishing sedikit komentarnya dgn blockquote biar tidak salah persepsi, karena memang “HARAPAN ITU BENAR-BENAR MASIH ADA” insya4jjl
Akh moderator (Ibn Abd …)
Kelihatannya anda mulai kelihatan untuk memperlihatkan manhaj anda (terutama mengenai
demokrasi)
Dengan menampilkan artikel dr sdr entong ini
“pertanyaan yang tidak pernah terjawab oleh salafy extrimis” dan isinya adalah
1. mempertanyakan kenapa salafy mengharamkan demokrasi
2. kenapa duduk dengan ahlul bid’ah dilarang
Untuk no. 1 yang ana tahu semua salafiyyin baik yang extrim maupun tak Extrim mengharamkan demokrasi
(mungkin kecuali anda yang katanya ittiba salafus sholih tetapi masih ikut demokrasi), karena ulama-ulama rujukan salafiyyin di seluruh dunia Bin Baz, ibn Ustaimin, Al Albani , Robi, dll semoga Allah merahmati mereka semua dan menjaga mereka yang saya tahu adalah mengharamkan Demokrasi.
No. 2 sudah dijawab dengan baik oleh Akh Abu Zainab
Semoga antum tidak hanya mengaku untuk mengikuti
manhaj salafush sholih tetapi praktiknya jauh panggang dari api (yang seperti yang antum dengung-dengungkan selama ini terhadap mereka yang antum anggap extrim).
Dalam hal extrim, ana memang tidak sependapat dengan saudara kita yang gampang sekali meng hajr, tahdzir dll sesama ahlus sunnah
Kepada Allah senantiasa kita memohon petunjuk
assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh …
lagi-lagi perbedaan persepsi dijadikan
alasan … (subhanalloh …)
jika antum berkata :
— sungguh naif kalau memandang saudara muslimnya yg masuk/berjuang lewat parlemen atau ikut demokrasi berarti “setuju dan mendukung” demokrasi —
adakah bisa menjadikan sesuatu yang dolalah sebagai wasilah ???
jawablah, bukankah Alloh hanya menerima yang baik dari hasil yang baik-baik ???
Ini bukan semata masalah wasilah … karena masih ada wasilah lain yang tidak menyalahi syari’at
DARI SISI MANA LAGI ANDA AKAN MEMBERI HUJJAH ?
——————————————————————————-
BAYAR PAJAK … BAYAR RETRIBUSI … BAYAR PARKIR
demikian pula ikut
BERHENTI WAKTU LAMPU MERAH ;
JALAN WAKTU LAMPU HIJAU … DSBG
BUKAN TAAT DEMOKRASI !!!!
bedakan dengan :
IKUT MENCALONKAN / PENCALONAN GUBERNUR
IKUT MEMILIH PADA PEMILU
saya kira mudah membedakannya bukan !!!
Berhentilah “MENTAKWIL” segala sesuatu seenak hati …
DAN
DARI SISI MANA LAGI ANDA AKAN MEMBERI HUJJAH ?
——————————————————————————-
Betul tidak perlu marah …
hampir-hampir tidak penting
membela diri …
masalah “ekstrim” atau “tidak ekstrim”
siapapun … saya bilang siapapun bisa ikut
jatuh kedalamnya (DALAM SEBAGIAN SIKAPNYA)
toh kita hanya mencoba menjadi pengikut SALAFUSHSHOLIH walau belum 100 %
Begitu Juga Saya Kira Wajar Ada Sebagian Orang Mempertanyakan Ketundukan Seseorang Pada Syari’at
Jika Memakai Hukum Kafir (Ya’ni Demokrasi) MenKAMPANYEKANNYA = Mendukungnya
(DAN LAGI-LAGI AKAN DIKATAKAN : BUKAN BEGITU KATA ULAMA PANUTAN SAYA !!!)
padahal dikatakan padanya Kalamulloh dan Sabda Rosululloh Solallohu ‘alaihi wassalam
Alhamdulillah Jelas Sudah Manhaj Mereka
Semoga Alloh melindungi kita semuanya (Termasuk Antum SEMUANYA Dan TERLEBIH Saya) mengampuni Dosa Kita Seluruhnya
subhanaka Allohumma
wabihamdika
astaghfiruka
asyahadualla illaha illa anta
wa ‘atubu ilaih
Wassalamu’alaikum
Aslmkm,wr,wb,
akhifiddin,
bagi nt yg mau sms tausiah gratis,ketik aja:
Daftar tausiah nama kota
kirim ke 081802198361
mdh2an bermanfaat,syukran.
bismillah …
knapa sih kita tidak mau saling menghargai???
bukankah di era nabipun terjadi perbedann?
akhy, salafy janganlah terlalu merasa paling-paling,
antum juga yang bukan salaf jangan merasa juga paling-paling…. to syurga itu bertingkat-tingkat, mudah2an yang salafy berada di tingkat tertinggi, yang lain berada dibawahnya… tidak usah menenyalahkan… tidak usah berkoar-koar bilang paling benar…. toh Allah bilang…” walaa tuzakku anfusakum… ” BERHENTI SALING MENGHUJAT, MENGHIBA, MENCELA… Mari kita hidup dalam Ukhuwwah, seperti Rasulullas SAW telah menyatukan antara Muhajirin dan Anshar, Bani Tsaqif dan Tamim….. mari kita bertaqwa semampu kita masing-masing, tanpa mengganggu dan menyakiti perasaan orang “meskipun Benar”…..
berhentilah mengklaim paling shalih (Salafi ato lainnya), ummat menanti rahmat dari para du’at yang shalih dan istiqamah… berhentilah mengaku-ngaku…. toh ALLAH jualah yang HAQ…..
cape…. kalo kita tidak pernah mau mengerti orang…
terakhir…. Rasul SAW pernah ditanya tentang orang yang ibadahnya rajin tapi akhlaqnya buruk. Kata nabi DIA DI NERAKA!!!! Fa’ Tabiruuu la’allakum tuflihun…
masih buat mas abu zainab.saya memberikan fakta karena anda mengatakan bahwa tidak ada negeri yang mayoritas muslim pemimpinnya kafir, ternyata ada. jika anda mengatakan bahwa negeri tersebut belum masuk dakwah tauhid, sekarang yang ingin saya tanyakan adalah, bisakah anda memberikan bukti bahwa ada negara yang menjalankan sistem Islam secara murni?
tidakkah kalian sadari, bahwa kalian dapat menyebarkan dakwah kalian secara aman di sini karena adanya kebebasan berpendapat yang menjadi hak kalian sebagai warga negara? tidakkah kalian melihat fakta bahwa justru perkembangan Islam justru semakin subur di negara-negara eropa,(silahkan anda baca buku Ed Husain, seorang Muslim Inggris keturunan Pakistan yang pernah aktif di sebuah harokah yang juga mengharamkan demokrasi, bukunya sudah diterjemahkan, judulnya :matinya semangat berjihad….)?bukankah pencabutan larangan berjilbab di tempat-tempat umum di Turki berkat masuknya dakwah melalui parlemen?tidakkah kalian juga sadari bahwa Allah menghapuskan sesuatu yang tidak dihapuskan di Al-Qur’an dan Sunnah melalui kekuasaan? lalu apa pandangan kalian dengan ushul fiqh bahwa sesuatu yang sesuatu hukum tidak sempurna karenanya, maka hukum sesuatu itu menjadi wajib?
saya ingin menegaskan disini bahwa menggunakan demokrasi untuk mencapai suatu maksud penegakan hukm-hukum Allah bukan berarti kita menjadikan demokrasi sebagai keyakinan kita.
maaf, saya melihat dalam komentar terdahulu anda, anda mengatakan bahwa para pemimpin di arab Saudi bukanlah ulama. kenapa tidak sekalian saja ulama Arab Saudi(tanpa mengurangi rasa hormat dan sayang saya kepada mereka karena mereka jauh lebih baik akhlaknya dan berilmu daripada saya) menjadi pemimpin disana?bukankah Arab Saudi dan beberapa negara Tim-Teng lainnya juga tidak menerapkan demokrasi? apakah ada larangan ulama menjadi pemimpin negara? bukankah dengan mengatakan bahwa mereka bukan ulama, ini menunjukkan bahwa kalian menghendaki agar ulama hanya mengurusi masalah agama, biarkan para pemimpin negara mengurusi pemerintahan?. jika sudah begini, maka apa bedanya dengan orang-oraang Romawi yang mengatakan bahwa “berikan hak tuhan kepada tuhan, dan berikan hak kaisar kepada kaisar”?
ini saja dulu. masalah panjang demokrasi, akan menyusul. wallahu a’lam.
Assalamu’alaikum
Untuk Abu zainab,…
Akhi…kita tinggal di Indonesia, dimana sistem yang ada tidak murni 100 % islami, lha tuga kita adalah sebanyak mungkin mewarnai indonesia ,sehingga indonesia benar – benar menjadi Islami,….harus ada orang islam yang sholeh duduk sebagai , pak RT, kemudian kepala desa , kemudian camat, bupati, gurbernur ,menteri, Presiden, Anggota parlemen, Pejabat – pejabat publik, dll…sehingga semakin banyak kita berperan akan otomatis semakin tertutup pintu kemaksiatan. Bisa dibayangkan jika semua anggota DPR adalah muslim yang taat, semua angkatan bersenjata adalah muslim yang taat,presidennya muslim yang taat….untuk nutup lokalisasi ndak perlu lama-lama, untuk nutup pabrik minuman keras..ndak perlu lama ..lama , untuk menggratiskan pendidikan ndak perlu lama-lama, untuk menjadikan bahasa arab sebagai bahasa nasional ndak perlu lama-lama….
Tapi untuk mengisi posisi tersebut antum harus taat pemerintah, ikutlah pemilu, tunjukkkan kaum muslimin tidak ahanya pintar ngomong, berteori ,dan berdalil…tapi nato….
Kenapa demokrasi haram….
Karena suara terbanyak…? bagaimana kalau suara terbanyaknya suara ulama…? bukankah hampir semua urusan sekarang menggunakan jalan suara terbanyak jika tidak ada mufakat, pemilihan ketua masjid, pemilihan RT, pemilihan Lurah dll….
Antum bayar pajak berarti ikut sistem kafir juga …karena untuk kaum muslimin tidak ada pajak, antum pakai internet, komputer adalah juga hasil dari orang2 kafir…
Justru kita ikut demokrasi untuk menunjukkan bagaimana sih sebenarnya ISlam berpolitik, untuk istilah demokrasi meskipun dari asing tapi kita buat esensi yang Islam, kita masukkan Syuro, kita masukkan kejujuran, kita masukkan profesionalisme dan ketaqwaan….kita warnailah….
Antum mengharamkan demokrasi , tapi mempunyai rekening di bank riba, menjadi pegawai negeri , menjadi pegawai pemerintah .., menggunakan uang kertas yang ada gambarnya ( pakai dhong uang dinar , atau emas dan perak sebagai nilai tukar…)
Kenapa antum mengharamkan demokrasi dan membenci orang yang terlibat didalamnya…?
sedangkan antum hidup dinegara demokrasi, hampir semua sistem dan Undang – Undang di Indonesia lahir dari sistem demokrasi…
Dari mana lagi antum akan lari dari demokrasi….?
Hadapilah , rubahlah..kalau antum mampu…
AWW…
Sepanjang perjalanan ana lihat orang2 yg ‘mengaku’ bermanhaj salaf lebih banyak mencela (sebagian bahkan kasar,dan sebagian lagi sangat2 kasar) saudara2nya seiman.
Jangan lagi beralasan: jangan menjeneralisir salafy seperti itu!
Karena kenyataannya BANYAK yg seperti itu!
Mas moderator,tolong kutipkan ayatNya tentang kelembutan itu.
Ana yg awam mengharap rumah disurga yg dijanjilan Rasululläh tercinta krn meninggalkan perdebatan…
Pamit mundur…
masyaa ALLOH, subhanALLOH, sungguh benar apa yg di kabarkan oleh nabi bahwa “akan muncul sepeninggalku banyak perselisihan…..maka bepegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar rosyidin, gigitlah ia dengan gigi geraham kalian(maksudnya pegangi prinsip sbaik2 salf itu erat2)’
melihat blog ini terlihat fenomena faham yang sugguh menambah keyakinan akan benarnya hadits ‘mayyuridillahu bihi khoiron yu faqqihu fiddiin’ (brgsp yg ALLOH inginkn kbaikn mk akn difahamkn ia dlm masalah agama)
takutlah akan adzabNya ketika menyelisihi perintahNya
Nggak mau ikut2 ah, cuma mau komen aja.
Untuk masalah Hukum, itu ada dua golongan pelaku hukum. Yaitu Aktif dan Pasif.
Pelaku Hukum Aktif : Ialah orang yang menegaskan dan menegakkan hukum atas pelaku hukum pasif. Mereka seperti Polisi, Jaksa, hakim, sekarang Pengacara juga termasuk.
Pelaku Hukum Pasif: adalah orang yang melaksanakan hukum atas perintah dari pelaku hukum aktif.
Jadi siapapun, orang yang tinggal di negara manapun. Secara otomatis mengakui segala bentuk hukum yang ditetapkan dalam sebuah negara. Tidak perduli di negara yang berhukum Islam, atau berhukum hasil Demokrasi.
Jadi salah besar jika ada orang mengatakan “Saya tidak mengakui hukum Demokrasi, dan saya menganggap demokrasi itu sistem kufur!” Tetapi dia berada diwilayah negara berhukum hasil demokrasi. Karena setiap orang yang berada diwilayah hukum, maka mereka adalah pelaku hukum.
Jadi Jika ada orang yang tinggal di negara hasil Demokrasi, maka, dia adalah pelaku hukum demokrasi. Pasif atau Aktif. Begitu pula sebaliknya.
Jadi sebaiknya jika ada orang mengaku tidak mengikuti sistem demokrasi, maka sudah selayaknya dia tidak berada dinegara demokrasi.
Tidak ada bedanya, membayar pajak atau mengikuti pencalonan gubernur. Toh dua-duanya adalah hukum hasil dari demokrasi!
Nah aturan demokrasi menetapkan orang untuk membayar pajak, padahal dalam aturan Islam, pajak atau jizyah itu hanya untuk orang kafir saja. Sekali lagi, berarti kita sepakat dengan hukum Demokrasi.
Dan kalau masalah Lampu Lalu Lintas, seharusnya Bid’ah loh kalau kita terpatok bahwa “merah” harus berhenti, “kuning” harus berhati-hati, “Hijau” harus berjalan. Ini aturannya siapa? Kenapa harus Merah, Kuning, Hijau? Lalu kenapa kita harus berhenti pada saat merah, kenapa nggak hijau? Nah kalau kita mengikuti aturan LALIN (Lampu lalu lintas), berarti kita menyepakati hukum dari hasil demokrasi itu sendiri.
Nah, apakah bukan orang yang paling munafik, ketika dia menghujat Hukum tetapi dia melaksanakannya?
Demokrasi itu seharusnya kita ibaratkan ARENA PERTANDINGAN. Umat Islam ditantang di ARENA tersebut, berani nggak bertanding?
Yah, bagi yang tidak berani. Sebaiknya mengasingkan diri agar tidak terkena pengaruhnya, tetapi bagi yang sudah siap, bagi yang sudah mempunyai kekuatan Iman, maka warnailah demokrasi itu, tunjukkan bagaimana orang yang beriman memimpin. Tidak perlu takut terwarnai, karena orang beriman pasti akan lebih mempunyai warna yang kuat. Dan akan lebih banyak mewarnai. Bagaimana tidak, seorang muslim bisa memberikan manfaat kepada muslim yang lainnya, kalau tidak memberikan warna?
Eh, inikan masih syahwal, Taqaballahuminnawaminkum akh.
Tambahan:
Abu Zainab:
imam hanafi pernah mengatakan suatu kata-kata mutiara, yang maknanya kira kira :
- saya yakin pendapat saya benar walaupun ada kemungkinan salah
- dan saya yakin pendapat orang lain salah walaupun ada kemungkinan benar …
Komentar Abu Jaisy:
Apa bukan pernyataan gurunya tuh! Hayoo… siapa gurunya?
Hayoo… apakah ini benar-benar komentar Imam Hanafi?
Pernyataan itu muncul saat dialog masalah tentang Bab tangan bersedekap didada.
Assalamu’alaikum
Salam kenal akhuna , ana di bumi kalimantan……
Di forum sebelah abu zainab melontarkan pertanyaan tentang ciri – ciri salafy extrim : disini ana mencoba mendefinisikannya,
salafy extrim adalah:
orang yang bersikap merasa paling benar yang lain salah, tidak mau mengakui pendapat orang lain, tidak mau mengaji / mendengar taujih dari ustadz yang lain,( selain dari kelompoknya ), mudah memvonis sesat kepada orang yang berbeda dengan jama’ahnya, ringan dalam melabeli orang lain dengan julukan yang jelek dan kesesatan, lebih suka mencari kekurangan kelompok yang lain daripada mengambil manfaat darinya, mudah mengatakan amalan orang lain yang tidak sesuai dengan pemahamannya dengan bid’ah. Tidak mau mengalah dalam diskusi,
..bersambung.
untuk renungan kita,
ada benang merahnya…..
dimana ada dakwah yang menamakan diri salafy, selalu ribut. coba antum yang menamakan diri salafy , antum renungkanlah:
1. Mungkinkah dakwah antum sudah disusupi intel , yahudi sehingga dakwah antum memecah belah…? seperti akhuna amrozi dkk yang ternyata sudah disusupi intel, dalam majalah hidayatullah juga pernah diberitakan..
2. Doktrin antum dalam masalah ngaji dan membaca buku mirip LDII, tidak boleh mendengar dan membaca buku selain dari rekomendasi ustadznya.
3. Untuk masalah demokrasi, tentu saja ustadz kalian melarang , karena di saudi tidak ada pemilihan kepala negara dan pejabat..rujukan kalian kebanyakan ulama saudi , bedalah iklim di indonesia sama disana.
4. sekarang banyak pihak dan buku yang mengkritisi antum, karena antumlah yang memulai menampar orang lain, terbaru ada buku : Quo fadis, mau kemana salafy,
di blog sebelah lebih parah: salafyindonesia.wordpress, mas sastro malah terang terangan menyerang balik faham salafy: tawassul, tabarruk, hukum nyanyian, konsep aqidah salafy dll.
5. Nasehat ana, tolong dihentikan sikap sikap yang ana tuliskan dalam mendiskripsikan salafy ekstrim, karena itu semua dilihat dari sisi manapun adalah kurang tepat.
6. kemudian ana mau ingatkan kita semua: Tolong jika ada berita dari salafy tentang orang lain, jarh salafy untuk orang lain , selama yang mengatakan salafy sendirian jangan dipercaya. Cukup antum jadikan pembanding aja ( akurasi 10 % lah), kecuali jika semua ormas besar islam mengeluarkan statement yang sama, contoH: JIL , semua sepakat dari MUI, PKS,HTI,Muhammadiyah, PERSIS, MMI dll , bahwa pemikiran mereka sesat dan menyesatkan.
( barulah kita percaya 100%)
yang ana maksud salafy adalah “orang yang mengaku salafy”
7. Gunakan cara salafussholeh dalam menuntut ilmu dan menyaring berita: ” Kesalahan syaikh kita akan kelihatan jika kita bermajelis dengan syaikh yang lain”
yang lain mengatakan” emas asli dapat diketahui dengan membandingkan dengan emas yang lain ”
dengan kata lain gunakan metode berbandingan dalam menyaring akurasi berita. Metode ini diterapkan para sahabat dalam menerima hadist dari sahabat yang lain.
mohon maaf jika ada kekhilafan,
email : nahl.muslim@yahoo.com
assalamu’alaikum
@abu jaisy :
1. menegakan islam
tidak sama dengan mendudukan
orang-orang ber KTP ISLAM
sebanyak-banyaknya dalam pemerintahan
namun
menegakan islam adalah mendakwahkan bahwa
tidak ada illah yang patut disembah selain Alloh
2. kita semua tau
membangun pemerintah yang 100 % islami
adalah tidak mungkin kecuali dengan
bantuan ALLOH
jawab pertanyaan saya :
APAKAH DENGAN BERMAKSIAT
ANDA BISA MENDAPAT PERTOLONGAN ALLOH ?
3. saya bisa saja salah mengutip …
tidak usah dibuat tebak-tebakan … toh ditunjukan
bagaimana riwayatnya dan dari siapa saya akan
do’akan : jazakalloh khoiron katsiro
Bagaimana ?
4. Silahkan rujuk pengertian bid’ah secara :
a. syari’at
b. bahasa
maka anda akan tau bahwa maksud anda rancu
@entong :
mas entong … tampaknya anda :
a. memakai qoidah ushl fiqh salah tempat …
b. tidak memahami yg di maksud bid’ah dalam syari’at
ANDA PUN BELUM BISA MENJAWAB PERTANYAAN
SAYA SEBELUMNYA
saya kira demikian prakteknya saat orang-orang MELEGITIMASI TINDAKANNYA YANG TIDAK SESUAI SUNNAH dengan istidlal yang salah tempat
@lebah madu :
Pertanyaannya bukan hanya itu … dan sebagaimana sudah saya jelaskan harus anda jawab berurutan …
BISA APA TIDAK ???
Sebab anda MAU maka akan terlihat SIAPA yang ANEH-ANEH ?
1. Apa itu salafushsholih
2. apa itu manhaj
3. apa itu manhaj salafushsholih
4. bagaimana hukum nisbah pada mereka
5. bagaimana hukum nisbah selain kepada
istilah yang sudah ada dalam islam
JIKA MASALAH GA MAU KALAH … BUKANKAH ANDA DEMIKIAN PULA ??? ^_^
dengan memberikan klaim tanpa bukti sebelumnya …
anda sudah menunjukan demikian
apa ga malu lain kata lain tindakan ???
MAS SASTRO INI KAN JELAS AQIDAHNYA DOLALAH
dan maaf-maaf saja
JELAS-JELAS ADU DOMBA
saya kira jelas kita berbeda
masa yang seperti itu anda jadikan rujukan …
————————————————————————–
@MODERATOR :
Saya kira saya sudah cukup menilai antum sebatas pemikiran … walau entah kepribadian … maka
(perlu ditegaskan bahwa saya membenci anda hanya sejauh hal-hal yang saya kira sebagai sesuatu sebagai penyimpangan berdasarkan ilmu saya)
(namun lebih dari itu saya mencintai anda sebagai seorang muslim dengan semua kebaikannya)]
UNTUK SEMUANYA :
- saya kira inilah batasan kemampuan saya
untuk menasihati anda
- seraya berharap justru sayalah yang mendapat petunjuk Alloh atas kesalahan saya
ini akhir diskusi panjang kita
mudah-mudah petunjuk Alloh atas kita semua
subhanaka Allohumma
wabihamdika
astaghfiruka
asyahadualla illaha illa anta
wa ‘atubu ilaih
wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Semoga kita semua mendapat petunjuk dari Allah azza wajalla,
Mau kemana pak Abu Zainab, diskusi kita disini belum selesai lho…..ana malah mau nanya lebih lanjut nih antum punya anak yang bernama Zainab ya….? wah kita bisa besanan nih….( jangan marah akh, bercanda aja..)
pertanyaan antum sudah ana jawab diforum sebelah, tapi ana jawab lagi lah:
1. Apa itu salafushsholih
Generasi dahulu / orang – orang dahulu yang sholeh .
2. apa itu manhaj
Cara /jalan/ metode
3. apa itu manhaj salafushsholih
Metode atau jalan salafussholeh .
4. bagaimana hukum nisbah pada mereka
Boleh saja, atau malah bisa menjadi bid’ah ,tapi ini perlu penjelasan panjang lagi.
5. bagaimana hukum nisbah selain kepada
istilah yang sudah ada dalam islam
Perlu lebih spesifik, apa maksud dan contohnya.
lagian masih banyak pertanyaan diatas yang belum antum jawab nih…
kirim e-mail ya ,…ana tunggu
untuk akh muis,
afwan ana merahasiakan tempat ana untuk keperluan tertentu, ( he..he..)
Semoga bisnis antum barokah.
@ Abu Zainab
1. Afwan, saya bingung dengan pertanyaan anda. Kok kayaknya mbulet yah? Apakah dengan demokrasi kita sudah menyembah selain Allah? Saya rasa, penjelasan saya masalah hukum sudah sangat jelas! Kayaknya yang membuat mbulet antum akhi!
Membuat KTP itu salah satu Hukum dari Demokrasi, antum tidak menyanggah hal itu, berarti antum telah jelas menyetujui hal itu. Lalu apakah antum menyembah selain Allah dengan hanya mengurus KTP?
2. Tentu saja, Allah yang akan menolong. Tetapi apakah antum yakin bahwa ana telah melakukan cara yang maksiat? Demi Allah apakah antum yakin bahwa dengan hanya cara antum, akan terwujud 100% negara Islami?
(saya balik bertanya, karena anda terlihat menjustifikasi cara saya adalah cara yang maksiat)
3. Saya tidak ingin main tebak-tebakkan, tetapi jika anda memang mengetahui bahwa itu ucapan Imam Hanafi. Silahkan diberitahu saya riwayatnya dan dari siapa! Karena anda yang memberikan statement, maka seharusnya antumlah yang memberikan penjelasan. Afwan, ralat. Pernyataan tersebut bukan dari guru Imam Hanafi. Dan insya Allah bukan juga dari Imam Hanafi.
4. Apakah anda mau menyetujui bid’ah menurut ulama kami? Ini sebelum saya menggunakan bid’ah secara syar’iat dan bahasa.
Saya malah melihat pemikiran antum yang rancu. Karena dari bahasan yang saya gunakan, tidak ada sanggahan dari penjelasan yang saya gunakan. Dari setiap apa yang saya jelaskan, seharusnya antum jelaskan perpoint kesalahannya, dimana letaknya?
Kalau seperti itu namanya tidak “Ilmiah” akhi.
Abu Jaisy
Waduh demokrasi dicaci maki katanya produk amerika …
lhaa .. Irak diserang amerika…. salafi malah seneng … malah berfatwa minta tolong ama Amerika .. berarti minta tolong ama thaghut dong? ampun dah …!
Untung saya bukan orang MMI, kalo saya orang MMI, waah … salafi udah dibilang thaghut tuh …
kumaha?
Assalamu’alaikum
Akhifillah, urun rembuk ….
Ana pribadi juga mempunyai penilaian positif terhadap ” salafy” , dalam menilai sesuatu kita harus adilkan akh….
Berikut kelebihan saudara kita”salafy” =
- Ustadz salafy banyak hafalan hadistnya, suatu hal yang perlu kita contoh.
Dan mungkin ini juga yang membuat para murid “salafy” kagum, percaya dan akhirnya fanatik pada ustadznya . Karena merasa ustadznya berilmu. Apalagi bagi murid yang mempunyai ghiroh yang tinggi menuntut ilmu dan menyukai sesuatu yang runtut, ( berurutan).
-Runtut didalam menyajikan dalil , lengkap dengan rujukannya. ( meskipun ini perlu dicek ulang, karena belum tentu apa yang mereka cantumkan sesuai dengan rujukan )
- Bagus dalam menjelaskan ibadah – ibadah mahdhoh, sholat, wudhu, zakat, puasa, dll
-Rata-rata thulabil ilminya suka membaca.
-banyak dari kalangan mereka yang bagus dalam bermuamalah.
Yang perlu diwaspadai:
-Kita harus hati-hati jika mereka sudah mulai merojihkan pendapat tertentu dengan mengatas namakan ahlusunnah.
alasan: ulama kita juga telah merojihkan pendapat mereka masing-masing sebelum mereka berfatwa, lalu siapakah kita kok seolah olah menjadi hakim atas pendapat-pendapat mereka…?
-Hati-hati dengan opini mereka terhadap permasalahan tertentu, apalagi permasalahan kontemporer.
Disinilah kami menghimbau kepada akhifillah yang ngaji pada “salafy” =harus bisa membedakan antara dalil dan opini mereka sendiri.
-Hati-hati dengan opini mereka tentang masalah-maslah kontemporer,(ijtihadiyah kontemporer) seperti: masalah pemilu, demokrasi,muamalah, bank syariah, politik , sains ( bumi mengelilingi matahari atau sebaliknya )dll, karena mereka bukan ahlinya.
mereka kebanyakan hanya mengkaji kitab saja( kemudian dipahami sesuai pemahaman mereka sendiri),dan lupa mengkaji realita yang ada, sehingga tidak mahir dalam menerapkan hukum dalam kitab dengan realita dilapangan.
-jangan percayai penilaian mereka terhadap harakah yang lain, ( karena ada sentimen tertentu ,sehingga penilaian mereka tidak obyektif)
Marilah kita berdo’a kepada Allah agar menyatukan hati2 kaum muslimin.
Kita tanamkan kaidah yang disampaikan ulama: ( tentunya ini untuk kaum muslimin)
Marilah kita bekerja sama dalam hal yang kita sepakati,dan bertoleransi dalam hal yang diperselisihkan .(dalam hal fikih furuiyah)
jazzakumullohu khairon katsiron
Assalamu’alaaikum………
ikut nimbrung ya…
wah kayanya seru banget nih …..btw ga usah bingung ama yang namanya “SALAFI” , baca aja sejarah terbentuknya kerajaan saudi ,disitu dapat dilihat siapa yg m’punyai peran/andil dlm terbentuknya kerajaan saudi,
Adalah lawrance of arabia ( yahudi/zionis sejati ) dari
inggeris yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia, Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.
Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.
Menurut logika yang sehat, seharusnyalah Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam, sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai bentuk, baik dalam hal Al-Ghawz Al-Fikri (Serangan Pemikiran dan Kebudayaan)
jadi emang benar adanya yg dikatakan lebah madu ,di arab itu ga ada demokrasi….makanya salafi-salafi yang ada di indonesia ikut2an haramin demokrasi, karena patokan mereka adalah syaikh2 mereka yg telah di kelilingi mewah nya dunia.
disyari’at emang ga ada demokrasi & kerajaan yang ada khilafah (yaitu pemimpin yg to’at kepada 4jjI & rasul-NYA )
intinya kerajaan saudi takut jatuh kekuasaannya klo fatwa syaikh2 mereka membolehkannya
jadi SALAFI itu juga gerakan politik hasil kerajaan saudi ,utk tetep melanggengkan kekuasaannya inilah kerjaan zionis yahudi utk memecah belah ummat……
sekedar buat referensi baca buku-buku ini :
• Wa’du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali—mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)
• Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)
• Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)
• History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)
terima kasih pada mas Ibn Abd Muis
waallahu ‘alam …
Apabila kita lihat kembali pertanyaan di atas secara seksama dan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, maka dapat kita simpulkan:
1. Demokrasi itu hukumnya haram karena tidak ada batasan peraturan yang jelas, semuanya dibuat-buat sendiri oleh manusia. Demokrasi hukumnya halal apabila penerapannya diatur dan disesuaikan dengan syariah.
2. Dalam hal ilmu yang berhubungan dengan akidah dan sejenisnya sudah jelas tidak boleh. Namun, dalam hal lain seperti ilmu pengetahuan alam dan lain sebagainya mungkin masih diperbolehkan.
Hmm, saya kurang tahu secara pasti apakah kesimpulan tersebut memang tepat. Mohon maaf apabila saya melakukan kesalahan.
saya menghargai keputusan dari mas Abu Zainab yang mengakhiri diskusi yang menurut dia panjang. tapi, lagi-lagi, pertanyaan saya yang beginilah yang tidak pernah mau dijawab oleh mereka yang mengaku salafy. entah karena merasa tidak ada gunanya menjawab atau tidak tahu jawabannya. yang jelas, saya mengharapkan bagi mereka yang mengaku salafy, mau menjawab pertanyaan saya. dan juga buat mas moderator maupun yang lainnya, saya berharap kemunculan artikel ini karena tanggapan saya di artikel yang lain tidak menjadikan umat Islam terpecah, dan saya tidak ingin di akhirat nanti divonis sebagai tukang adu domba. oh ya, saya juga mengajak kita semua terutama diri saya pribadi untuk membaca terjemahan surat Al-Hujuurat dan semoga kita bisa merenungi artinya.
dan kebenaran hanya datang dari Allah. oleh karena itu, kebenaran akan tetap menjadi kebenaran….
wallahu a’lam
Assalamu’alaikum….
Akhi Moderator, afwan…dengan kebodohan ana, ana sering melihat kita terjebak atau tepatnya dijebak dengan “diskusi tak berpenghujung” untuk menggugat bahkan menghujat keyakinan manhaj masing-masing. Akhirnya, energi+potensi+konsentrasi tersedot seluruhnya dalam lingkaran tanya jawab yg sama dari waktu dengan berganti pelaku.
- Kenapa bukan “Ahmadiyah” yg nyata2 sesat tdk kita
angkat dan diskusikan…
- Kenapa bukan moment puruknya ekonomi kapitalis
Amerika kita jadikan moment untuk memboomingkan
ekonomi Islam…
- Kenapa kita tidak diskusikan solusi efektif untuk
menggalang potensi kecerdasan untuk membekali
generasi yg dicekoki pemikiran barat/gawzul fikri
- kenapa tidak….ah banyak sekali akh…
Bisakah antum memilih tema diskusi yg positif dan konstruktif dalam konteks dakwah. Sehingga jangan sampai karunia ilmu yg kita miliki malah menjadi mudharat dalam kehidupan kita, bukannnya mencerdaskan ummat namun malah semakin membingungkan ummat yg awam..ana misalnya.
Wallahu’alam
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
assalamualaikum
bung entong bener neh pertanyaan an pun tidak dijawab di situs2 salafy
aneh deh
masa cuma ditanyain kisah HArun ar-rasyid RA mereka bungkam entah karena mereka tidak mau jwb atau tidak tau
padahal mereka dengan semangatnya mengejek menghina bahkan mengtakfir seorang ulama atau orang yg berpengaruh dalam islam aneh dah
dah gitu ditanyain lg mengenai dakwah nabi musaAS terhadap fir’aun yg lemah lembut sama aj…… sama aja kagak dijawab
entah karena apa
trus 1 lg uu pornografi
g dijwb juga
payah neh
kecewa ma orang yg ngakunya paling bener
paling berelmu
paling sunnahlah
tapi pas ditanya diem doank
pas di klarifikasi sama
atau dalam bahasa arabnya tuh………….
di tabayun yah kl g salah
sama aj
entah karena ap??????????????
tanya kenapa????
wassalamualaikum