Pertanyaan Seorang Entong Yang Tidak Pernah Terjawab Oleh Para Salafy Ekstrim

Pertanyaan Seorang Entong Yang Tidak Pernah Terjawab Oleh Para ‘Salafy Ekstrim’

 

Article ini sebenarnya komentar yang masuk ke blog ini, dan bukan bermaksud mengompori atau mencari-cari masalah, mudah-mudahan pemuatannya bisa membantu saudara Entong (dan yang lainnya) mengerti mengapa itu bisa terjadi???

assalaamu’alaikum…


udah akh, SALAFY-SALAFYan mah gak usah ditanggepin. cuman buang-buang energi!!!!ana pernah nanya pertanyaan ke orang yang ngaku salafy, eh bkannya dijawab, malah ana dibilang anak ingusan…trus dengan pongahnya dia bilang, kalau dia memandang dari sisi Al-Quran dan hadits, seakan-akan ana gak pake Quran sama hadits juga. waktu ana mau terusin diskusinya, eh dijawab kalau ana gak mau nyari kebenaran, padahal dia sendiri yang gak mau kebenaran…antum mau tau apa pertanyaan ana ke orang yang ngaku salafy itu?

pertanyaannya ana (sekalian aja kalau mau dijawab sama SALAHfy) buat salafy.

1.kenapa kalian menggunakan sistem ekonomi kapitalis dalam kehidupan kalian kalau kalian mengatakan demokrasi itu haram?

2. kalau duduk semajelis dengan orang yang dianggap ahlul bid’ah aja gak boleh, kenapa saya begitu sering melihat salafy kuliah di PTN, bahkan berdiskusi dan bertukar ilmu dengan banyak orang, termasuk orang kafir?

afwan akh, ana pake blog antum, coz ana tanya di blog tuh orang salafy gak pernah dijawab, bahkan pertanyaan-pertanyaan ana gak ditampilin….

jazakallah

32 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum …

    Untuk moderator tolong sampaikan pada “entong” sedikit jawaban :

    Pertanyaan pertama :

    Sebenarnya ini adalah bentuk pertanyaan yang rancu … karena ini adalah dua hal yang berbeda dalam aplikasi, dan secara logis dan secara syari’at mempunyai hukum masing-masing …

    Saya kira adalah mudah membedakan hal ini jika anda mempunyai waktu untuk berpikir tenang … saya akan jawab pertanyaan anda berapapun banyaknya di blog ini. setahap demi setahap jika entong ini mau konsisten

    Saya akan dengan sengan hati memberikan landasan berpikir saya mengenai hal ini untuk anda pelajari … dan anda silahkan perbaiki kesalahan-kesalahan saya jika benar adanya !

    Pertanyaan Kedua :
    Sama rancunya dengan pertanyaan pertama …

    Yang “meyedihkan” adalah banyak pertanyaan seperti ini keluar karena “sulitnya” orang-orang dalam memecah berbagai hal menjadi beberapa hal yang tentu saja mempunyai implikasi syari’at yang berbeda …

    Tidak ada hubungan langsung “secara umum”
    - antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan kuliah di PTN
    - antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan bertukar ilmu
    - antara duduk semajelis dengan ahlul bid’ah dengan bertukar ilmu dengan orang kafir

    kenapa saya bilang secara umum :
    1. Tidak semua orang yang melakukan bid’ah adalah ahlul bid’ah. Di antara mereka ada pula orang-orang awam (dalam timbangan syari’at bukan timbangan akademis)
    2. Antara “ahlul bid’ah” dengan “pelaku bid’ah” harus disikapi berbeda

    Jadi silahkan buat pertanyaan secara kasuistik …

    Kesimpulannya :
    secara ilmiah pertanyaan anda memang tidak bisa dijawab

    wassalam

  2. assalamualaikum

    akh moderator
    pertanyaan saya
    masih sama :

    1. Apa itu Salaf
    2. Apa itu Salafushsholih
    3. Apa itu Manhaj
    4. Apa itu Manhaj Salafushsholih
    5. Apa itu Salafy
    6. Bagaimana membedakan Salafy dengan Salafy Ekstrim

    Jawaban memang hanya bisa dipahami jika anda menjawabnya secara berurutan …
    silahkan renungi …

    wassalam

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikum salam,

    Pertanyaan yang sama dan jawaban yang sama juga. Tapi belum bisa ana publish Abu. Tunggu waktu yang tepat. Atau minimal setelah ana yakin, bagaimana pandangan antum terhadap ana dalam menyikapi salaf, salafus shalih, manhaj salafus shalih dan salafy. Awalnya ana merasa kita memiliki paradigma yang sama. Tapi setelah komentar abu yang terakhir yang akhirnya menyimpulkan ana bahwa abu agak ’sedikit’ emosi terpaksa ana pending jawaban-jawaban tersebut.

    Mudah-mudahan abu bisa memakluminya. Barakallahu fiikum.

  3. Assalamu’alaikum

    oh iya jika diskusi lewat ym gak papa … invite aja
    dhiya.abuzainab@yahoo.com

    clean conversation only …

    wassalam

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikum salam,
    InsyaAllah abu… :oops: dan pasti clean conversation only… :roll:

  4. assalamu’alaikum …

    akh moderator …

    salah satu klaim yang orang-orang curang, yakni para pembela demokrasi (yakni amerika) :

    “kita seharusnya membela kebebasan berpendapat (di sini contohnya bahwa semua agama adalah benar)”

    yang lucunya mereka mencoba

    memberangus satu pendapat, yakni :

    “bisa saja hanya satu Dien (agama) yang benar (islam)”

    mereka menunjuk jari satu ke arah orang lain dan lupa bahwa empat jarinya menunjuk ke arah dirinya sendiri !!!

    ( secara analogi ) apakah anda sadar anda demikian adanya ??? ( yakni lupa pada empat jari yang lain )

    sangat mudah anda bilang orang lain emosi …

    ( seperti salah satu komentar anda pada seorang ikhwan, saya akan bertanya satu hal yang semakna seperti komentar anda … :
    — apakah anda tau hati isi saya ya akhi ??? — )

    dan lagipula …

    adakah “keberanian” sifat yang jelek wahai ikhwah ?

    jika yang dimaksud :

    beranikah anda berdiskusi ilmiyah berjenjang dan bertahap dalam mengklarifikasi persoalan …
    daripada melemparkan pertanyaan-pertanyaan (semisal dari entong) yang maaf saja “-secara logika sederhana-” pun tidak bisa di jawab …

    saya kira bukan suatu kesombongan jika kita beramar ma’ru nahyi mungkar dan dengan berani mengatakan pada orang semisal “-entong-”. Ya ikhwah “pertanyaan anda tidak ilmiyah” !!!

    yang sombong adalah tidak mengakui kesalahannya dan merendahkan orang yang berniat baik meluruskannya

    ^_^ dan alhamdulillah hal ini keluar dari papan ketik dengan senyum persaudaraan …

    afwan bila itu harus keluar di forum terbuka di blog seperti ini

    ——————————————————————————-

    o iya akh

    imam hanafi pernah mengatakan suatu kata-kata mutiara, yang maknanya kira kira :

    - saya yakin pendapat saya benar walaupun ada kemungkinan salah
    - dan saya yakin pendapat orang lain salah walaupun ada kemungkinan benar …

    allohu a’lam bishshowab

    barokallohu fiik

    wassalamu’alaikum

    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh ya abu kariim. :$

  5. mas, gak usah bawa-bawa Amerika lah, toh negeri tempat ‘asal’ kalian juga bisa ada karena Amerika kok! dan saya rasa cuma negeri ‘asal’ anda sama ‘kembarannya’ aja loh yang gak diapa-apain sama Mr. Bush. padahal kan ‘mereka’ pake sistem kerajaan. TANYA KENAPA????

    BUAT masalah bid’ah sama gak bid’ah, gampangnya gini aja deh. saya yang dibilangin bid’ah sama salafy duduk semajelis tapi gak ngobrol. nah hal ini dilarang karena saya (–sensor–), misalnya. tapi, seorang salafy gak apa-apa tuh, belajar tentang filsafat dari dosen yang atheis.

    buat masalah demokrasi, saya mau tanya, khan salafy gak mau nyoblos tuh. sayangnya, pemerintahan kita dipilih melalui pemilu, mau gak mau nyoblos dong. saya bisa bilang kalau seandainya sebagian besar umat Islam akhirnya memutuskan untuk gak mau nyoblos, tapi sebagian kecil elit muslim yang berkuasa tetap menggunakan demokrasi/pemilu. lalu pemilu diadakan sehingga yang menang orang kafir(kan ceritanya sebagian besar umat Islam gak mau nyoblos). lalu, bagaimana penyikapan kalian terhadap masalah ini???

    hal yang saya pikir lucu adalah ketika kalian, para salafy selalu mengincar (–sensor–) dengan membuat artikel tentang kesesatan (–sensor–) menurut kalian, apakah kalian lupa bahwa (–sensor–) adalah pemerintah itu sendiri? bukankah haram bagi kalian mengingatkan pemerintah dengan cara seperti itu? saya punya seorang kawan. dia dulunya tarbiyah, lalu pindah dan belajar kepada Lukman Ba’abduh, sehingga ia menjadi salafy. yang saya tidak habis pikir, ia selalu menjelek-jelekkan (–sensor–) dan mengatakan bahwa (–sensor–) sesat. yang lebih lucu lagi, ia yang tidak tahu apa-apa mengatakan bahwa (–sensor–) mendukung Megawati sebagai capres 2009!!!darimana berita fitnah itu ia dapatkan, sedangkan MAjelis Syuro (–sensor–) saja belum memutuskan apa-apa? lah ini orang yang ga tau dalamnya (–sensor–) berani mengeluarkan fitnah seperti itu….
    tambahan sedikit, kenapa sih kalian yang mengaku salafy selalu saja mengeluarkan artikel tentang (–sensor–), tapi sangat jarang mengeluarkan artikel -artikel tentang aliran yang jelas-jelas sesat, seperti Inkar sunnah, Isa Bugis, atau bahkan Ahmadiyah di blog-blog pribadi kalian???

    maka kebenaran akan tetap menjadi kebenaran!!!para pendengki, cuma bisa bikin keki!!!

    Ya akhi kariim. Afwan beberapa kata ana sensor. Setiap orang pasti memiliki argumentasi atas sikap dan keputusannya. Dan argumentasi tersebut bisa berubah (ke-kontra-annya) bahkan bisa bertambah kuat (ke-pro-annya : seperti antum) setelah mengalami masa-masa dewasa dalam berpikir. Ada seseorang yang sangat khawatir dan tidak berani mengambil resiko sehingga membangun pagar pembatas yang tinggi agar pemikirannya tidak berubah dan berusaha menutup mata dengan kebaikan yang pasti ada, hal ini mungkin saja disebabkan karena pernah kecewa, sakit hati, tidak ikhlas dsb. Tapi ada juga seseorang yang sangat gegabah menghancurkan seluruh benteng pertahanannya karena kepercayaan yang begitu dalam terhadap sesuatu tanpa mau memilahnya sama sekali. Ana pribadi berusaha berada diantara dua keputusan tersebut dan membuang kekurangan yang dimilikinya, sehingga apa yang ana lakukan bisa ana yakini kebenarannya atau minimal ana tahu argumentasinya kenapa ana mengambil sikap/keputusan tersebut sehingga kita bisa lebih bertanggungjawab lagi, minimal kita bisa memberikan jawaban dengan argumentasi yang bisa dimengerti orang lain atau dengan kata lain ‘pasti selalu ada jawaban atas setiap pertanyaan’ :roll: Wallahu musta’an.

  6. assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh …

    untuk mas entong …
    maaf-maaf saja jika
    saya meragukan kemampuan anda
    dalam menilai sebuah masalah

    karena -maaf- anda jelas-jelas
    mempunyai logika yang -error-
    kalau tidak mau dibilang “bodoh” nya minta ampun

    namun saya tekankan “bodoh” di sini
    (mudah-mudahan) bukan berarti anda
    mempunyai tingkat intelegensi yang rendah

    namun lebih kepada ketidakmampuan anda
    untuk mencerna suatu hal karena tertutupi
    oleh emosi …

    baiklah … saya akan jawab sedikit pertanyaan anda
    sekedar untuk menunjukan keterangan
    agar tidak ada orang lain yang mengikuti jejak anda :

    pertama :
    - negeri asal salafy : alhamdulillah adalah kehendak Alloh bahwa islam memang lahir dari negeri arab begitupun Rosululloh dari suku Quarisy arab … dan adalah kedengkian seperti ini adalah kedengkian yahudi jika mempermasalahkan hal ini (saya tidak bilang anda seperti yahudi lho)
    - adapun islam terjaga di negeri saudi atas berkah dah rohmat Alloh semata … dan terjaganya saudi dari kerusakan juga adalah berkah dan rohmat Alloh juga
    - adapun para amir yang ada di sana adalah manusia yang tidak terjaga dari kesalahan, apalagi mereka bukan ulama. Dan alhamdulillah ada ulama yang berusaha (sesuai kemampuan mereka) untuk meluruskan mereka insya Alloh.

    kedua : dari cerita anda :
    - tentang ikhwan yang menjauhi anda … : dia terjatuh kesalahan karena menilai anda adalah seorang ahlul bid’ah … karena tidak semua orang bisa disebut ahlul bid’ah … bisa jadi ada hanya orang awam yang melakukan bid’ah (pelaku bid’ah)
    - perlu diketahui kami diajarakan untuk membedakan antara ahlul bid’ah dan pelaku bid’ah
    - jika memang ikhwan tersebut belajar filsafat sesungguhnya ikhwan tersebut juga terjatuh dalam kesalahan (kebid’ahan) juga. Apalagi mengambil filsafat dari seorang atheis (mulhid)
    - adapun para ulama melarang kedua hal tersebut di atas
    - namun kejadian ini tidak bisa dijadikan hujjah (argumen) bahwa semua salafy seperti demikian karena secara orang-perorangan mereka manusia juga

    ketiga :
    - Pernyataan anda mengenai kemungkinan terpilihnya orang kafir adalah tidak pernah terjadi dan tidak mungkin terjadi insya Alloh.
    - Lagipula coba anda pikir (baik-baik) jika mayoritas orang sudah mengikuti -salafushsholih- maka sudah tidak akan ada lagi -demokrasi- tidak akan ada -pemilu- dan tentu saja kaum kafir akan tertekan.
    - dan yang terpenting pertanyaan model pengandaian ini banyak diriwayatkan banyak ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in adalah pertanyaan yang bathil

    empat : blog pribadi
    - “bodohnya” anda jika menilai dari blog-blog pribadi …
    - adapun mengenai aliran sesat : macam : inkar sunnah, isa bugis telah banyak dibahas oleh asatidz salafy. Kalau ini sih anda saja yang ketinggalan berita.
    - mengenai “sensor” yang sesat saya hanya bisa berkata bahwa saya tidak kenal tuh ada orang yang namanya “sensor”. (kecuali jika jelas “sensor” itu siapa, namun nampaknya akh moderator berpikir adalah ahsan jika di strip aja …)

    Adapun kebenaran akan senantiasa menuntun orang yang ingin meraihnya melalui jalan Rosululloh Sholallohu’alaihi wassalam. Sedangkan orang yang melewati jalan lain hanya mendapatkan keputusasaan.

    Jadi bung “entong”
    pahamilah al-qur’an dan sunnah
    sesuai pemahaman para sahabat Rosululloh
    maka
    anda akan temukan jawabannya …

    untuk akh moderator
    barokallohu fiik …
    semoga Alloh memberikan kepada kita
    hidayah untuk mengetahui dan menjauhi
    apa-apa yang menjadi sebab murka Nya

    subhanaka Allohumma
    wabihamdika
    astaghfiruka
    asyahadualla illaha illa anta
    wa ‘atubu ilaih

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

  7. saya kira yang (–sensor–) bukan entong, tapi abu zainab dan salafy

  8. sebelumnya saya mau mengucapkan minal aidin al faidzin, mohon maaf lahir dan batin. semoga kita semua selalu dilindungi oleh Allah SWT.
    terkait masalah pertama, mas abu zainab kalau mau melihat dengan jelas, sesungguhnya kalau tidak ada mekkah dan madinah di arab saudi, sudah lama saudi tidak dipandang oleh umat Islam. bahkan pemimpin-pemimpin negara Islam pernah berkata bahwa cobalah pemimpin Arab Saudi itu bersikap seperti seorang pria sehari saja. kenapa saya mengomentari pemimpin Arab Saudi? saya tahu bahwa mereka manusia biasa, sayapun juga manusia biasa yang punya begitu banyak kesalahan. akan tetapi, pemimpin itu mencirikan apa yang dia pimpin mas.
    yang kedua no comment dulu lah.
    nah yang ketiga, mas, seandainya antum mau sedikit membaca kejadian yang ada di dunia, mas seharusnya tahu bahwa ada sebuah negara yang jumlah muslimnya lebih besar ketimbang agama lain, yakni diatas 60 %. akan tetapi, negara itu dipimpin oleh seorang kristen. kira2 mas abu zainab tahu negara apa itu? nama negaranya, NIGERIA. nama presidennya OLUSEGUN OBASANJO. dia ini presiden kristen di negara mayoritas muslim. jadi masih mau bilang gak ada presiden kafir di negara muslim?jadi saya gak ber-andai2 loh….
    dan sayangnya lagi, begitu banyak negara yang mayoritas penduduknya muslim dan tidak ber-demokrasi ria tapi malah menegakkan pemerintahan kerajaan yang mendasarkan kepemimpinan bukan pada kemampuan seseorang dalam memimpin, melainkan pada keturunannya, yang bisa jadi keturunan tersebut bukanlah orang yang baik, apalagi terbaik…
    begini loh mas, terkait blog pribadi, saya cuma mau bilang bahwa penampilan luar seseorang itu mencerminkan kepribadiannya. saya mengajak anda berpikir secara logika supaya tidak hanya memahami suatu masalah secara tekstual ,melainkan juga secara kontekstual, KENAPA BEGINI, KENAPA BEGITU????

    Demikianlah…..

  9. assalamu’alaikum

    baiklah BICARA FAKTA :
    Mengenai Nigeria dan mengenai demokrasi …
    sekarang jawab pertanyaan saya …
    apakah :
    60 % mewakili muslim
    atau
    mukmin …
    apakah dakwah tauhid sudah sampai ke sana (60 %)
    atau numpang lewat saja (masuk telinga kiri keluar kanan)

    dari 60 % … yang mengaku muslim
    berapa persen penyembah kubur …
    berapa persen islam KTP …
    berapa persen yang mengikuti thogut (demokrasi)

    sudahkah anda hitung di lapangan …

    niscaya statistik tidak lah berguna ya ikhwah

    (bayangkan dalam perang yarmuk 30.000 Muslim
    menang VS 200.000 kafir … apakah antum tidak berpikir …)

    tentu (harusnya) anda paham yang saya maksudkan
    (secara kontekstual)
    dengan “tidak mungkin” adalah negara dengan
    mayoritas MUKMIN yang tidak mungkin memilih
    hukum thogut … dan tidak
    memakai cara thogut (demokrasi)

    secara kontekstual dan tekstual benar sabda
    Rosululloh bahwa umat ISLAM seperti buih di lautan
    dan pertanyaan sahabat adalah :
    APAKAH JUMLAH UMAT SAAT ITU SEDIKIT ???
    jawaban nya : JUSTRU BANYAK

    dan pertanyaan saya adalah :
    APAKAH MANUSIA TIDAK MENGAMBIL PELAJARAN ???

    PEMIMPIN MENCIRIKAN APA YANG DIA PIMPIN …
    lah ini dia saudaraku
    begitulah pemimpin kita
    mencirikan apa yang dia pimpin
    termasuk ANDA dan SAYA …

    bedanya saya alhamdulillah tidak taat pada demokrasi
    sedangkan anda taat

    dan sadarkah anda seorang pemimpin seperti ini
    adalah hukuman bagi (kalian) penentang
    hukum Alloh pembela demokrasi

    begitulah seorang ulama, Hassan Al Basri
    (tolong di cek lagi dalam siroh …) bicara bahwa :
    HAJJAJ ATS TSAQOFI adalah hukuman untuk RAKYAT
    karena rakyat nya bergelimang dosa
    (yakni seorang thogut pada zaman yazid bin muawiyah)

    demi Alloh saya bicara Al-Qur’an dan As-Sunnah dan anda
    malah bicara CNN dan BBC (berita-berita) … INNALILLAHI

    Lantas apakah pemimpin terbaik itu akan lahir dari demokrasi (yakni sistem kaffir) padahal :
    Alloh hanya menerima yang baik yang dihasilkan lewat cara yang baik …

    APAKAH MANUSIA TIDAK BERPIKIR ???

    cukup ya saudaraku
    semoga Alloh memberi kita semua petunjuk
    barokallohu fiik

    wassalamu’alaikum

  10. “bedanya saya alhamdulillah tidak taat pada demokrasi
    sedangkan anda taat

    dan sadarkah anda seorang pemimpin seperti ini
    adalah hukuman bagi (kalian) penentang
    hukum Alloh pembela demokrasi..”

    Afwan stadz……bikin KTP, bayar pajak, PBB, kena retribusi parkir, de el el…
    kalo masih dijalanin, kayaknya itu juga termasuk taat pada demokrasi deh…??!

    sadarkah kita bahwa pemimpin buruk juga dialami oleh para nabi dan rosul…??!!

    kalo iya… ayo sama-sama kita merubahnya…
    janganlah takut dan janganlah sedih…
    HARAPAN ITU MASIH ADA…!!

    wassalamu’alaikum
    _______
    Ibn : “Afwan, ana finishing sedikit komentarnya dgn blockquote biar tidak salah persepsi, karena memang “HARAPAN ITU BENAR-BENAR MASIH ADA” insya4jjl ;-)

  11. Akh moderator (Ibn Abd …)

    Kelihatannya anda mulai kelihatan untuk memperlihatkan manhaj anda (terutama mengenai
    demokrasi)
    Dengan menampilkan artikel dr sdr entong ini
    “pertanyaan yang tidak pernah terjawab oleh salafy extrimis” dan isinya adalah
    1. mempertanyakan kenapa salafy mengharamkan demokrasi
    2. kenapa duduk dengan ahlul bid’ah dilarang

    Untuk no. 1 yang ana tahu semua salafiyyin baik yang extrim maupun tak Extrim mengharamkan demokrasi
    (mungkin kecuali anda yang katanya ittiba salafus sholih tetapi masih ikut demokrasi), karena ulama-ulama rujukan salafiyyin di seluruh dunia Bin Baz, ibn Ustaimin, Al Albani , Robi, dll semoga Allah merahmati mereka semua dan menjaga mereka yang saya tahu adalah mengharamkan Demokrasi.

    No. 2 sudah dijawab dengan baik oleh Akh Abu Zainab

    Semoga antum tidak hanya mengaku untuk mengikuti
    manhaj salafush sholih tetapi praktiknya jauh panggang dari api (yang seperti yang antum dengung-dengungkan selama ini terhadap mereka yang antum anggap extrim).

    Dalam hal extrim, ana memang tidak sependapat dengan saudara kita yang gampang sekali meng hajr, tahdzir dll sesama ahlus sunnah

    Kepada Allah senantiasa kita memohon petunjuk

    Jawabannya nggak bisa disini dan sepertinya harus dibuat artikel khusus (maklum lewat HP).

    Mengenai dukung mendukung demokrasi disini ana cuma mau bilang “Ini cuma sarana bro” dan ana nggak mau paksa antum untuk setuju krn kita beda persepsi. Apalagi ulama rujukan ana bukan cuma yg antum sebutin (untuk yg terakhir, afwan tidak masuk hitungan). Ada ulama lain yg menurut ana pandangannya jauh lebih sesuai dgn kondisi di luar Arab Saudi karena memang Saudi beda dgn negeri lainnya semisal negeri kita ini. Dan sungguh naif kalau memandang saudara muslimnya yg masuk/berjuang lewat parlemen atau ikut demokrasi berarti “setuju dan mendukung” demokrasi. Naif, jauh dan sungguh keliru tuduhannya. Bukankah sebagian salafiyun tdk ingin digeneralisir seluruhnya ektrim, dan itu telah ana ketahui memang ada sebagian yg tdk ekstrim! :roll: Bukankah seharus itu juga berlaku untuk yg lain? Karena ana telah melakukannya dgn membagi salafi ’sejati’ dan ‘ekstrim’. Jadi untuk yg sejati, sebaiknya tenang aja! :o Salam

  12. assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh …

    lagi-lagi perbedaan persepsi dijadikan
    alasan … (subhanalloh …)

    jika antum berkata :

    — sungguh naif kalau memandang saudara muslimnya yg masuk/berjuang lewat parlemen atau ikut demokrasi berarti “setuju dan mendukung” demokrasi —

    adakah bisa menjadikan sesuatu yang dolalah sebagai wasilah ???

    jawablah, bukankah Alloh hanya menerima yang baik dari hasil yang baik-baik ???

    Ini bukan semata masalah wasilah … karena masih ada wasilah lain yang tidak menyalahi syari’at

    DARI SISI MANA LAGI ANDA AKAN MEMBERI HUJJAH ?

    ——————————————————————————-
    BAYAR PAJAK … BAYAR RETRIBUSI … BAYAR PARKIR
    demikian pula ikut
    BERHENTI WAKTU LAMPU MERAH ;
    JALAN WAKTU LAMPU HIJAU … DSBG

    BUKAN TAAT DEMOKRASI !!!!

    bedakan dengan :

    IKUT MENCALONKAN / PENCALONAN GUBERNUR
    IKUT MEMILIH PADA PEMILU

    saya kira mudah membedakannya bukan !!!

    Berhentilah “MENTAKWIL” segala sesuatu seenak hati …

    DAN

    DARI SISI MANA LAGI ANDA AKAN MEMBERI HUJJAH ?

    ——————————————————————————-

    Betul tidak perlu marah …
    hampir-hampir tidak penting
    membela diri …

    masalah “ekstrim” atau “tidak ekstrim”

    siapapun … saya bilang siapapun bisa ikut
    jatuh kedalamnya (DALAM SEBAGIAN SIKAPNYA)

    toh kita hanya mencoba menjadi pengikut SALAFUSHSHOLIH walau belum 100 %

    Begitu Juga Saya Kira Wajar Ada Sebagian Orang Mempertanyakan Ketundukan Seseorang Pada Syari’at
    Jika Memakai Hukum Kafir (Ya’ni Demokrasi) MenKAMPANYEKANNYA = Mendukungnya

    (DAN LAGI-LAGI AKAN DIKATAKAN : BUKAN BEGITU KATA ULAMA PANUTAN SAYA !!!)

    padahal dikatakan padanya Kalamulloh dan Sabda Rosululloh Solallohu ‘alaihi wassalam

    Alhamdulillah Jelas Sudah Manhaj Mereka

    Semoga Alloh melindungi kita semuanya (Termasuk Antum SEMUANYA Dan TERLEBIH Saya) mengampuni Dosa Kita Seluruhnya

    subhanaka Allohumma
    wabihamdika
    astaghfiruka
    asyahadualla illaha illa anta
    wa ‘atubu ilaih

    Wassalamu’alaikum

  13. Aslmkm,wr,wb,
    akhifiddin,
    bagi nt yg mau sms tausiah gratis,ketik aja:
    Daftar tausiah nama kota
    kirim ke 081802198361
    mdh2an bermanfaat,syukran.

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Infonya sepertinya sangat bermanfaat ni? :roll: Tapi mungkin musti diperjelas format ketiknya :) Maksudnya : DAFTAR (SPASI) TAUSIYAH (SPASI) NAMA KOTA atau DAFTARTAUSIYAH (SPASI) NAMA KOTA atau seperti apa yang pastinya :roll: :lol: Jazakallah sebelumnya.

  14. bismillah …
    knapa sih kita tidak mau saling menghargai???
    bukankah di era nabipun terjadi perbedann?
    akhy, salafy janganlah terlalu merasa paling-paling,
    antum juga yang bukan salaf jangan merasa juga paling-paling…. to syurga itu bertingkat-tingkat, mudah2an yang salafy berada di tingkat tertinggi, yang lain berada dibawahnya… tidak usah menenyalahkan… tidak usah berkoar-koar bilang paling benar…. toh Allah bilang…” walaa tuzakku anfusakum… ” BERHENTI SALING MENGHUJAT, MENGHIBA, MENCELA… Mari kita hidup dalam Ukhuwwah, seperti Rasulullas SAW telah menyatukan antara Muhajirin dan Anshar, Bani Tsaqif dan Tamim….. mari kita bertaqwa semampu kita masing-masing, tanpa mengganggu dan menyakiti perasaan orang “meskipun Benar”…..
    berhentilah mengklaim paling shalih (Salafi ato lainnya), ummat menanti rahmat dari para du’at yang shalih dan istiqamah… berhentilah mengaku-ngaku…. toh ALLAH jualah yang HAQ…..
    cape…. kalo kita tidak pernah mau mengerti orang…
    terakhir…. Rasul SAW pernah ditanya tentang orang yang ibadahnya rajin tapi akhlaqnya buruk. Kata nabi DIA DI NERAKA!!!! Fa’ Tabiruuu la’allakum tuflihun…

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Jazakallahu khair atas thausiyahnya. :oops:

  15. masih buat mas abu zainab.saya memberikan fakta karena anda mengatakan bahwa tidak ada negeri yang mayoritas muslim pemimpinnya kafir, ternyata ada. jika anda mengatakan bahwa negeri tersebut belum masuk dakwah tauhid, sekarang yang ingin saya tanyakan adalah, bisakah anda memberikan bukti bahwa ada negara yang menjalankan sistem Islam secara murni?

    tidakkah kalian sadari, bahwa kalian dapat menyebarkan dakwah kalian secara aman di sini karena adanya kebebasan berpendapat yang menjadi hak kalian sebagai warga negara? tidakkah kalian melihat fakta bahwa justru perkembangan Islam justru semakin subur di negara-negara eropa,(silahkan anda baca buku Ed Husain, seorang Muslim Inggris keturunan Pakistan yang pernah aktif di sebuah harokah yang juga mengharamkan demokrasi, bukunya sudah diterjemahkan, judulnya :matinya semangat berjihad….)?bukankah pencabutan larangan berjilbab di tempat-tempat umum di Turki berkat masuknya dakwah melalui parlemen?tidakkah kalian juga sadari bahwa Allah menghapuskan sesuatu yang tidak dihapuskan di Al-Qur’an dan Sunnah melalui kekuasaan? lalu apa pandangan kalian dengan ushul fiqh bahwa sesuatu yang sesuatu hukum tidak sempurna karenanya, maka hukum sesuatu itu menjadi wajib?

    saya ingin menegaskan disini bahwa menggunakan demokrasi untuk mencapai suatu maksud penegakan hukm-hukum Allah bukan berarti kita menjadikan demokrasi sebagai keyakinan kita.

    maaf, saya melihat dalam komentar terdahulu anda, anda mengatakan bahwa para pemimpin di arab Saudi bukanlah ulama. kenapa tidak sekalian saja ulama Arab Saudi(tanpa mengurangi rasa hormat dan sayang saya kepada mereka karena mereka jauh lebih baik akhlaknya dan berilmu daripada saya) menjadi pemimpin disana?bukankah Arab Saudi dan beberapa negara Tim-Teng lainnya juga tidak menerapkan demokrasi? apakah ada larangan ulama menjadi pemimpin negara? bukankah dengan mengatakan bahwa mereka bukan ulama, ini menunjukkan bahwa kalian menghendaki agar ulama hanya mengurusi masalah agama, biarkan para pemimpin negara mengurusi pemerintahan?. jika sudah begini, maka apa bedanya dengan orang-oraang Romawi yang mengatakan bahwa “berikan hak tuhan kepada tuhan, dan berikan hak kaisar kepada kaisar”?

    ini saja dulu. masalah panjang demokrasi, akan menyusul. wallahu a’lam.

  16. Assalamu’alaikum

    Untuk Abu zainab,…
    Akhi…kita tinggal di Indonesia, dimana sistem yang ada tidak murni 100 % islami, lha tuga kita adalah sebanyak mungkin mewarnai indonesia ,sehingga indonesia benar – benar menjadi Islami,….harus ada orang islam yang sholeh duduk sebagai , pak RT, kemudian kepala desa , kemudian camat, bupati, gurbernur ,menteri, Presiden, Anggota parlemen, Pejabat – pejabat publik, dll…sehingga semakin banyak kita berperan akan otomatis semakin tertutup pintu kemaksiatan. Bisa dibayangkan jika semua anggota DPR adalah muslim yang taat, semua angkatan bersenjata adalah muslim yang taat,presidennya muslim yang taat….untuk nutup lokalisasi ndak perlu lama-lama, untuk nutup pabrik minuman keras..ndak perlu lama ..lama , untuk menggratiskan pendidikan ndak perlu lama-lama, untuk menjadikan bahasa arab sebagai bahasa nasional ndak perlu lama-lama….
    Tapi untuk mengisi posisi tersebut antum harus taat pemerintah, ikutlah pemilu, tunjukkkan kaum muslimin tidak ahanya pintar ngomong, berteori ,dan berdalil…tapi nato….
    Kenapa demokrasi haram….
    Karena suara terbanyak…? bagaimana kalau suara terbanyaknya suara ulama…? bukankah hampir semua urusan sekarang menggunakan jalan suara terbanyak jika tidak ada mufakat, pemilihan ketua masjid, pemilihan RT, pemilihan Lurah dll….
    Antum bayar pajak berarti ikut sistem kafir juga …karena untuk kaum muslimin tidak ada pajak, antum pakai internet, komputer adalah juga hasil dari orang2 kafir…
    Justru kita ikut demokrasi untuk menunjukkan bagaimana sih sebenarnya ISlam berpolitik, untuk istilah demokrasi meskipun dari asing tapi kita buat esensi yang Islam, kita masukkan Syuro, kita masukkan kejujuran, kita masukkan profesionalisme dan ketaqwaan….kita warnailah….
    Antum mengharamkan demokrasi , tapi mempunyai rekening di bank riba, menjadi pegawai negeri , menjadi pegawai pemerintah .., menggunakan uang kertas yang ada gambarnya ( pakai dhong uang dinar , atau emas dan perak sebagai nilai tukar…)
    Kenapa antum mengharamkan demokrasi dan membenci orang yang terlibat didalamnya…?
    sedangkan antum hidup dinegara demokrasi, hampir semua sistem dan Undang – Undang di Indonesia lahir dari sistem demokrasi…
    Dari mana lagi antum akan lari dari demokrasi….?
    Hadapilah , rubahlah..kalau antum mampu…

  17. AWW…
    Sepanjang perjalanan ana lihat orang2 yg ‘mengaku’ bermanhaj salaf lebih banyak mencela (sebagian bahkan kasar,dan sebagian lagi sangat2 kasar) saudara2nya seiman.
    Jangan lagi beralasan: jangan menjeneralisir salafy seperti itu!
    Karena kenyataannya BANYAK yg seperti itu!
    Mas moderator,tolong kutipkan ayatNya tentang kelembutan itu.
    Ana yg awam mengharap rumah disurga yg dijanjilan Rasululläh tercinta krn meninggalkan perdebatan…
    Pamit mundur…

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
    Ya akhi, yakinlah insyaAllah diantara mereka ada yang lembut dan sangat bersahabat terhadap saudara muslimnya yang lain meski berbeda manhaj/harakah. Dan alhamdulillah, dari dulu sampai sekarang, meski ana termasuk yang pernah terluka hatinya, tetap ana tidak akan mengeneralisir mereka, karena ana yakin, sebagian dari mereka sungguh bermanhaj salafus shalih, seperti juga sebagian yang berada pada harakah-harakah lainnya. Dan ana optimis, insyaAllah dengan ijin Allah, mereka akan menyadari kekeliruan metode dakwah mereka di masa yang akan datang.

    Mengenai ayat yang antum minta, sebenarnya sebagian besarnya sudah pernah ana bahas dalam article-article ana. Berikut ana kutipkan sebagiannya :

    “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. “(QS. 003:159)

    “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 005:054)

    “maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah-lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS. 020:044)

    “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS. 016:125)

    Barakallahu fiikum. Salam kenal dari ana akhi dan terima kasih karena sudah berkunjung. :oops:

  18. masyaa ALLOH, subhanALLOH, sungguh benar apa yg di kabarkan oleh nabi bahwa “akan muncul sepeninggalku banyak perselisihan…..maka bepegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa ar rosyidin, gigitlah ia dengan gigi geraham kalian(maksudnya pegangi prinsip sbaik2 salf itu erat2)’
    melihat blog ini terlihat fenomena faham yang sugguh menambah keyakinan akan benarnya hadits ‘mayyuridillahu bihi khoiron yu faqqihu fiddiin’ (brgsp yg ALLOH inginkn kbaikn mk akn difahamkn ia dlm masalah agama)

    takutlah akan adzabNya ketika menyelisihi perintahNya

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Itu tergantung tingkat keadilan dalam menilai umat Islam di luar jamaahnya. Seandainya keadilan itu bisa benar-benar menghujam di dada, insyaAllah, hujjah apapun tidak akan mendoktrin untuk membenci umat Islam lain di luar jamaahnya. Dan justru kebaikan akan ukhuwah yang penuh hikmahlah yang akan tampil kepermukaan. Wallahu musta’an. Barakallahu fiikum.

  19. :) Assalamualaikum. Wah, kayaknya postingannya profokatif akh! :D

    Nggak mau ikut2 ah, cuma mau komen aja.
    Untuk masalah Hukum, itu ada dua golongan pelaku hukum. Yaitu Aktif dan Pasif.
    Pelaku Hukum Aktif : Ialah orang yang menegaskan dan menegakkan hukum atas pelaku hukum pasif. Mereka seperti Polisi, Jaksa, hakim, sekarang Pengacara juga termasuk.

    Pelaku Hukum Pasif: adalah orang yang melaksanakan hukum atas perintah dari pelaku hukum aktif.

    Jadi siapapun, orang yang tinggal di negara manapun. Secara otomatis mengakui segala bentuk hukum yang ditetapkan dalam sebuah negara. Tidak perduli di negara yang berhukum Islam, atau berhukum hasil Demokrasi.

    Jadi salah besar jika ada orang mengatakan “Saya tidak mengakui hukum Demokrasi, dan saya menganggap demokrasi itu sistem kufur!” Tetapi dia berada diwilayah negara berhukum hasil demokrasi. Karena setiap orang yang berada diwilayah hukum, maka mereka adalah pelaku hukum.

    Jadi Jika ada orang yang tinggal di negara hasil Demokrasi, maka, dia adalah pelaku hukum demokrasi. Pasif atau Aktif. Begitu pula sebaliknya.

    Jadi sebaiknya jika ada orang mengaku tidak mengikuti sistem demokrasi, maka sudah selayaknya dia tidak berada dinegara demokrasi.

    Tidak ada bedanya, membayar pajak atau mengikuti pencalonan gubernur. Toh dua-duanya adalah hukum hasil dari demokrasi!

    Nah aturan demokrasi menetapkan orang untuk membayar pajak, padahal dalam aturan Islam, pajak atau jizyah itu hanya untuk orang kafir saja. Sekali lagi, berarti kita sepakat dengan hukum Demokrasi.

    Dan kalau masalah Lampu Lalu Lintas, seharusnya Bid’ah loh kalau kita terpatok bahwa “merah” harus berhenti, “kuning” harus berhati-hati, “Hijau” harus berjalan. Ini aturannya siapa? Kenapa harus Merah, Kuning, Hijau? Lalu kenapa kita harus berhenti pada saat merah, kenapa nggak hijau? Nah kalau kita mengikuti aturan LALIN (Lampu lalu lintas), berarti kita menyepakati hukum dari hasil demokrasi itu sendiri.

    Nah, apakah bukan orang yang paling munafik, ketika dia menghujat Hukum tetapi dia melaksanakannya?

    Demokrasi itu seharusnya kita ibaratkan ARENA PERTANDINGAN. Umat Islam ditantang di ARENA tersebut, berani nggak bertanding?

    Yah, bagi yang tidak berani. Sebaiknya mengasingkan diri agar tidak terkena pengaruhnya, tetapi bagi yang sudah siap, bagi yang sudah mempunyai kekuatan Iman, maka warnailah demokrasi itu, tunjukkan bagaimana orang yang beriman memimpin. Tidak perlu takut terwarnai, karena orang beriman pasti akan lebih mempunyai warna yang kuat. Dan akan lebih banyak mewarnai. Bagaimana tidak, seorang muslim bisa memberikan manfaat kepada muslim yang lainnya, kalau tidak memberikan warna?

    Eh, inikan masih syahwal, Taqaballahuminnawaminkum akh. :D

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu wa taqabalallahu ya kariim.
    By the way, munafik yang antum maksud dalam arti ‘bahasa betawi’ khan?? :roll: Bukan dalam arti terminologi menurut syariat?? :lol:

  20. Tambahan:

    Abu Zainab:
    imam hanafi pernah mengatakan suatu kata-kata mutiara, yang maknanya kira kira :

    - saya yakin pendapat saya benar walaupun ada kemungkinan salah
    - dan saya yakin pendapat orang lain salah walaupun ada kemungkinan benar …

    Komentar Abu Jaisy:
    Hayoo… apakah ini benar-benar komentar Imam Hanafi? :D Apa bukan pernyataan gurunya tuh! Hayoo… siapa gurunya?

    Pernyataan itu muncul saat dialog masalah tentang Bab tangan bersedekap didada. :)

  21. Assalamu’alaikum

    Salam kenal akhuna , ana di bumi kalimantan……
    Di forum sebelah abu zainab melontarkan pertanyaan tentang ciri – ciri salafy extrim : disini ana mencoba mendefinisikannya,
    salafy extrim adalah:
    orang yang bersikap merasa paling benar yang lain salah, tidak mau mengakui pendapat orang lain, tidak mau mengaji / mendengar taujih dari ustadz yang lain,( selain dari kelompoknya ), mudah memvonis sesat kepada orang yang berbeda dengan jama’ahnya, ringan dalam melabeli orang lain dengan julukan yang jelek dan kesesatan, lebih suka mencari kekurangan kelompok yang lain daripada mengambil manfaat darinya, mudah mengatakan amalan orang lain yang tidak sesuai dengan pemahamannya dengan bid’ah. Tidak mau mengalah dalam diskusi,
    ..bersambung.

    Ibn Abd Muis, menjawab,
    Wa’alaikum salam akhi, jazakallah atas pandangannya. Salam kenal juga dari ana di Jakarta. Oya, ana setahun sekali dinas ke Balikpapan, antm dimana Kalimantannya?

  22. untuk renungan kita,

    ada benang merahnya…..
    dimana ada dakwah yang menamakan diri salafy, selalu ribut. coba antum yang menamakan diri salafy , antum renungkanlah:
    1. Mungkinkah dakwah antum sudah disusupi intel , yahudi sehingga dakwah antum memecah belah…? seperti akhuna amrozi dkk yang ternyata sudah disusupi intel, dalam majalah hidayatullah juga pernah diberitakan..
    2. Doktrin antum dalam masalah ngaji dan membaca buku mirip LDII, tidak boleh mendengar dan membaca buku selain dari rekomendasi ustadznya.
    3. Untuk masalah demokrasi, tentu saja ustadz kalian melarang , karena di saudi tidak ada pemilihan kepala negara dan pejabat..rujukan kalian kebanyakan ulama saudi , bedalah iklim di indonesia sama disana.
    4. sekarang banyak pihak dan buku yang mengkritisi antum, karena antumlah yang memulai menampar orang lain, terbaru ada buku : Quo fadis, mau kemana salafy,
    di blog sebelah lebih parah: salafyindonesia.wordpress, mas sastro malah terang terangan menyerang balik faham salafy: tawassul, tabarruk, hukum nyanyian, konsep aqidah salafy dll.
    5. Nasehat ana, tolong dihentikan sikap sikap yang ana tuliskan dalam mendiskripsikan salafy ekstrim, karena itu semua dilihat dari sisi manapun adalah kurang tepat.
    6. kemudian ana mau ingatkan kita semua: Tolong jika ada berita dari salafy tentang orang lain, jarh salafy untuk orang lain , selama yang mengatakan salafy sendirian jangan dipercaya. Cukup antum jadikan pembanding aja ( akurasi 10 % lah), kecuali jika semua ormas besar islam mengeluarkan statement yang sama, contoH: JIL , semua sepakat dari MUI, PKS,HTI,Muhammadiyah, PERSIS, MMI dll , bahwa pemikiran mereka sesat dan menyesatkan.
    ( barulah kita percaya 100%)
    yang ana maksud salafy adalah “orang yang mengaku salafy”
    7. Gunakan cara salafussholeh dalam menuntut ilmu dan menyaring berita: ” Kesalahan syaikh kita akan kelihatan jika kita bermajelis dengan syaikh yang lain”
    yang lain mengatakan” emas asli dapat diketahui dengan membandingkan dengan emas yang lain ”
    dengan kata lain gunakan metode berbandingan dalam menyaring akurasi berita. Metode ini diterapkan para sahabat dalam menerima hadist dari sahabat yang lain.

    mohon maaf jika ada kekhilafan,
    email : nahl.muslim@yahoo.com

  23. assalamu’alaikum

    @abu jaisy :
    1. menegakan islam
    tidak sama dengan mendudukan
    orang-orang ber KTP ISLAM
    sebanyak-banyaknya dalam pemerintahan
    namun
    menegakan islam adalah mendakwahkan bahwa
    tidak ada illah yang patut disembah selain Alloh

    2. kita semua tau
    membangun pemerintah yang 100 % islami
    adalah tidak mungkin kecuali dengan
    bantuan ALLOH
    jawab pertanyaan saya :
    APAKAH DENGAN BERMAKSIAT
    ANDA BISA MENDAPAT PERTOLONGAN ALLOH ?

    3. saya bisa saja salah mengutip …
    tidak usah dibuat tebak-tebakan … toh ditunjukan
    bagaimana riwayatnya dan dari siapa saya akan
    do’akan : jazakalloh khoiron katsiro
    Bagaimana ?

    4. Silahkan rujuk pengertian bid’ah secara :
    a. syari’at
    b. bahasa
    maka anda akan tau bahwa maksud anda rancu

    @entong :
    mas entong … tampaknya anda :
    a. memakai qoidah ushl fiqh salah tempat …
    b. tidak memahami yg di maksud bid’ah dalam syari’at

    ANDA PUN BELUM BISA MENJAWAB PERTANYAAN
    SAYA SEBELUMNYA

    saya kira demikian prakteknya saat orang-orang MELEGITIMASI TINDAKANNYA YANG TIDAK SESUAI SUNNAH dengan istidlal yang salah tempat

    @lebah madu :
    Pertanyaannya bukan hanya itu … dan sebagaimana sudah saya jelaskan harus anda jawab berurutan …
    BISA APA TIDAK ???
    Sebab anda MAU maka akan terlihat SIAPA yang ANEH-ANEH ?
    1. Apa itu salafushsholih
    2. apa itu manhaj
    3. apa itu manhaj salafushsholih
    4. bagaimana hukum nisbah pada mereka
    5. bagaimana hukum nisbah selain kepada
    istilah yang sudah ada dalam islam

    JIKA MASALAH GA MAU KALAH … BUKANKAH ANDA DEMIKIAN PULA ??? ^_^
    dengan memberikan klaim tanpa bukti sebelumnya …
    anda sudah menunjukan demikian

    apa ga malu lain kata lain tindakan ???

    MAS SASTRO INI KAN JELAS AQIDAHNYA DOLALAH
    dan maaf-maaf saja
    JELAS-JELAS ADU DOMBA
    saya kira jelas kita berbeda
    masa yang seperti itu anda jadikan rujukan …

    ————————————————————————–

    @MODERATOR :
    Saya kira saya sudah cukup menilai antum sebatas pemikiran … walau entah kepribadian … maka

    (perlu ditegaskan bahwa saya membenci anda hanya sejauh hal-hal yang saya kira sebagai sesuatu sebagai penyimpangan berdasarkan ilmu saya)

    (namun lebih dari itu saya mencintai anda sebagai seorang muslim dengan semua kebaikannya)]

    UNTUK SEMUANYA :

    - saya kira inilah batasan kemampuan saya
    untuk menasihati anda
    - seraya berharap justru sayalah yang mendapat petunjuk Alloh atas kesalahan saya

    ini akhir diskusi panjang kita
    mudah-mudah petunjuk Alloh atas kita semua

    subhanaka Allohumma
    wabihamdika
    astaghfiruka
    asyahadualla illaha illa anta
    wa ‘atubu ilaih

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

  24. Semoga kita semua mendapat petunjuk dari Allah azza wajalla,
    Mau kemana pak Abu Zainab, diskusi kita disini belum selesai lho…..ana malah mau nanya lebih lanjut nih antum punya anak yang bernama Zainab ya….? wah kita bisa besanan nih….( jangan marah akh, bercanda aja..)
    pertanyaan antum sudah ana jawab diforum sebelah, tapi ana jawab lagi lah:
    1. Apa itu salafushsholih
    Generasi dahulu / orang – orang dahulu yang sholeh .
    2. apa itu manhaj
    Cara /jalan/ metode
    3. apa itu manhaj salafushsholih
    Metode atau jalan salafussholeh .
    4. bagaimana hukum nisbah pada mereka
    Boleh saja, atau malah bisa menjadi bid’ah ,tapi ini perlu penjelasan panjang lagi.
    5. bagaimana hukum nisbah selain kepada
    istilah yang sudah ada dalam islam
    Perlu lebih spesifik, apa maksud dan contohnya.

    lagian masih banyak pertanyaan diatas yang belum antum jawab nih…

    kirim e-mail ya ,…ana tunggu
    untuk akh muis,
    afwan ana merahasiakan tempat ana untuk keperluan tertentu, ( he..he..)
    Semoga bisnis antum barokah.

    Ibn Abd Muis, menjawab:

    untuk akh muis,
    afwan ana merahasiakan tempat ana untuk keperluan tertentu, ( he..he..)
    Semoga bisnis antum barokah.

    Nggak apa-apa kok akhi, wafikabarakallah.

  25. @ Abu Zainab

    1. Afwan, saya bingung dengan pertanyaan anda. Kok kayaknya mbulet yah? Apakah dengan demokrasi kita sudah menyembah selain Allah? Saya rasa, penjelasan saya masalah hukum sudah sangat jelas! Kayaknya yang membuat mbulet antum akhi!

    Membuat KTP itu salah satu Hukum dari Demokrasi, antum tidak menyanggah hal itu, berarti antum telah jelas menyetujui hal itu. Lalu apakah antum menyembah selain Allah dengan hanya mengurus KTP?

    2. Tentu saja, Allah yang akan menolong. Tetapi apakah antum yakin bahwa ana telah melakukan cara yang maksiat? Demi Allah apakah antum yakin bahwa dengan hanya cara antum, akan terwujud 100% negara Islami?
    (saya balik bertanya, karena anda terlihat menjustifikasi cara saya adalah cara yang maksiat)

    3. Saya tidak ingin main tebak-tebakkan, tetapi jika anda memang mengetahui bahwa itu ucapan Imam Hanafi. Silahkan diberitahu saya riwayatnya dan dari siapa! Karena anda yang memberikan statement, maka seharusnya antumlah yang memberikan penjelasan. Afwan, ralat. Pernyataan tersebut bukan dari guru Imam Hanafi. Dan insya Allah bukan juga dari Imam Hanafi.

    4. Apakah anda mau menyetujui bid’ah menurut ulama kami? Ini sebelum saya menggunakan bid’ah secara syar’iat dan bahasa.

    Saya malah melihat pemikiran antum yang rancu. Karena dari bahasan yang saya gunakan, tidak ada sanggahan dari penjelasan yang saya gunakan. Dari setiap apa yang saya jelaskan, seharusnya antum jelaskan perpoint kesalahannya, dimana letaknya?
    Kalau seperti itu namanya tidak “Ilmiah” akhi.

    Abu Jaisy

  26. Waduh demokrasi dicaci maki katanya produk amerika …

    lhaa .. Irak diserang amerika…. salafi malah seneng … malah berfatwa minta tolong ama Amerika .. berarti minta tolong ama thaghut dong? ampun dah …!

    Untung saya bukan orang MMI, kalo saya orang MMI, waah … salafi udah dibilang thaghut tuh …

    kumaha?

  27. Assalamu’alaikum

    Wa’alaikum salam

    Akhifillah, urun rembuk ….

    Tafadhal

    Ana pribadi juga mempunyai penilaian positif terhadap ” salafy” , dalam menilai sesuatu kita harus adilkan akh….

    Alhamdulillah

    Berikut kelebihan saudara kita”salafy” =
    - Ustadz salafy banyak hafalan hadistnya, suatu hal yang perlu kita contoh.
    Dan mungkin ini juga yang membuat para murid “salafy” kagum, percaya dan akhirnya fanatik pada ustadznya . Karena merasa ustadznya berilmu. Apalagi bagi murid yang mempunyai ghiroh yang tinggi menuntut ilmu dan menyukai sesuatu yang runtut, ( berurutan).
    -Runtut didalam menyajikan dalil , lengkap dengan rujukannya. ( meskipun ini perlu dicek ulang, karena belum tentu apa yang mereka cantumkan sesuai dengan rujukan )
    - Bagus dalam menjelaskan ibadah – ibadah mahdhoh, sholat, wudhu, zakat, puasa, dll
    -Rata-rata thulabil ilminya suka membaca.
    -banyak dari kalangan mereka yang bagus dalam bermuamalah.

    Sebenarnya ini juga dimiliki ustadz-ustadz dari harakah lain akhi. Hanya saja ketika target dakwahnya menjadi semakin meluas dan beragam dibutuhkan metode yang lebih bisa menyesuaikan target tersebut. Maksudnya, ketika jumlah jama’ah harakah tertentu masih sedikit, maka adalah wajar bila setiap ta’lim dipimpin oleh ustadz-ustadz tertentu (generasi awal) yang memang sangat capable dibidangnya. Tapi… ketika dakwahnya itu diresponse sangat baik oleh masyarakat, ketika semua orang tertarik dan ingin melakukan perbaikan dalam diennya, maka diperlukan metode lain agar respons tersebut tidak menjadi mubadzir. Hanya saja, banyak dari para ustadz-ustadz tersebut terlalu memaksakan murid-muridnya (khususnya generasi ketiga dan seterusnya) padahal sang murid belum siap (mungkin karena tidak mau proaktif banyak membaca, menghafal dan menghadiri kajian diluar taklim rutinnya) sehingga hasilnya seperti yang kita lihat sekarang, tapi bila sang murid berguru pada ustadz-ustadz generasi awal, meskipun dia tidak proaktif, maka kemungkinan untuk menjadi berkualitas itu sangat besar. Patokannya, bila guru berkualitas, maka sang murid juga akan berkualitas.

    Meskipun begitu, menurut ana, kondisi ini masih dalam hal kewajaran jika semuanya mau menyadari kelemahan masing-masing. InsyaAllah, banyak kok ustadz-ustadz (meski bukan generasi awal) yang berkualitas baik dari segi ilmu (baik ushul, furu’ dan kontemporer), hujjah dalil, rujukan dan runtutan yang antum maksud. Apalagi mereka juga memiliki silabus/metode tahapan yang sangat rapih. Hanya saja jama’ah ini telah berkembang baik dan jumlahnya semakin bertambah banyak sehingga mungkin seolah-olah mereka-mereka yang berkualitas tidak begitu tampak.

    InsyaAllah, tetap masing-masing jama’ah memiliki keunggulan tersendiri, sekarang tinggal object dakwahnya saja, mau proaktif untuk berkualitas atau menjadi kopral macet yang malas. Dan semoga salafy ekstrim bisa menyadari kekeliruannya. Wallahu’alam bishawab.

    Yang perlu diwaspadai:
    -Kita harus hati-hati jika mereka sudah mulai merojihkan pendapat tertentu dengan mengatas namakan ahlusunnah.
    alasan: ulama kita juga telah merojihkan pendapat mereka masing-masing sebelum mereka berfatwa, lalu siapakah kita kok seolah olah menjadi hakim atas pendapat-pendapat mereka…?
    -Hati-hati dengan opini mereka terhadap permasalahan tertentu, apalagi permasalahan kontemporer.
    Disinilah kami menghimbau kepada akhifillah yang ngaji pada “salafy” =harus bisa membedakan antara dalil dan opini mereka sendiri.
    -Hati-hati dengan opini mereka tentang masalah-maslah kontemporer,(ijtihadiyah kontemporer) seperti: masalah pemilu, demokrasi,muamalah, bank syariah, politik , sains ( bumi mengelilingi matahari atau sebaliknya )dll, karena mereka bukan ahlinya.
    mereka kebanyakan hanya mengkaji kitab saja( kemudian dipahami sesuai pemahaman mereka sendiri),dan lupa mengkaji realita yang ada, sehingga tidak mahir dalam menerapkan hukum dalam kitab dengan realita dilapangan.
    -jangan percayai penilaian mereka terhadap harakah yang lain, ( karena ada sentimen tertentu ,sehingga penilaian mereka tidak obyektif)

    Marilah kita berdo’a kepada Allah agar menyatukan hati2 kaum muslimin.
    Kita tanamkan kaidah yang disampaikan ulama: ( tentunya ini untuk kaum muslimin)
    Marilah kita bekerja sama dalam hal yang kita sepakati,dan bertoleransi dalam hal yang diperselisihkan .(dalam hal fikih furuiyah)

    Amin ya Rabb.

    jazzakumullohu khairon katsiron

  28. Assalamu’alaaikum………

    ikut nimbrung ya…

    wah kayanya seru banget nih …..btw ga usah bingung ama yang namanya “SALAFI” , baca aja sejarah terbentuknya kerajaan saudi ,disitu dapat dilihat siapa yg m’punyai peran/andil dlm terbentuknya kerajaan saudi,
    Adalah lawrance of arabia ( yahudi/zionis sejati ) dari
    inggeris yang berada di balik berdirinya Kerajaan Saudi Arabia, Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya, suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah kekhalifahan Islam itu.

    Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun 1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.

    Menurut logika yang sehat, seharusnyalah Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam, sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai bentuk, baik dalam hal Al-Ghawz Al-Fikri (Serangan Pemikiran dan Kebudayaan)

    jadi emang benar adanya yg dikatakan lebah madu ,di arab itu ga ada demokrasi….makanya salafi-salafi yang ada di indonesia ikut2an haramin demokrasi, karena patokan mereka adalah syaikh2 mereka yg telah di kelilingi mewah nya dunia.
    disyari’at emang ga ada demokrasi & kerajaan yang ada khilafah (yaitu pemimpin yg to’at kepada 4jjI & rasul-NYA )

    intinya kerajaan saudi takut jatuh kekuasaannya klo fatwa syaikh2 mereka membolehkannya :)

    jadi SALAFI itu juga gerakan politik hasil kerajaan saudi ,utk tetep melanggengkan kekuasaannya inilah kerjaan zionis yahudi utk memecah belah ummat……

    sekedar buat referensi baca buku-buku ini :

    • Wa’du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali—mantan Dekan Fakultas Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)
    • Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)
    • Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)
    • History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)

    terima kasih pada mas Ibn Abd Muis

    waallahu ‘alam …

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
    Jazakallah atas informasinya akhi. Kalau yang Wa’du Kissinger ana tahu tapi yang lainnya belum soalnya ada dibahas di bukunya ustadz Lukman Ba’abduh. Barakallahu fiikum.

  29. Apabila kita lihat kembali pertanyaan di atas secara seksama dan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah, maka dapat kita simpulkan:
    1. Demokrasi itu hukumnya haram karena tidak ada batasan peraturan yang jelas, semuanya dibuat-buat sendiri oleh manusia. Demokrasi hukumnya halal apabila penerapannya diatur dan disesuaikan dengan syariah.
    2. Dalam hal ilmu yang berhubungan dengan akidah dan sejenisnya sudah jelas tidak boleh. Namun, dalam hal lain seperti ilmu pengetahuan alam dan lain sebagainya mungkin masih diperbolehkan.
    Hmm, saya kurang tahu secara pasti apakah kesimpulan tersebut memang tepat. Mohon maaf apabila saya melakukan kesalahan.

  30. saya menghargai keputusan dari mas Abu Zainab yang mengakhiri diskusi yang menurut dia panjang. tapi, lagi-lagi, pertanyaan saya yang beginilah yang tidak pernah mau dijawab oleh mereka yang mengaku salafy. entah karena merasa tidak ada gunanya menjawab atau tidak tahu jawabannya. yang jelas, saya mengharapkan bagi mereka yang mengaku salafy, mau menjawab pertanyaan saya. dan juga buat mas moderator maupun yang lainnya, saya berharap kemunculan artikel ini karena tanggapan saya di artikel yang lain tidak menjadikan umat Islam terpecah, dan saya tidak ingin di akhirat nanti divonis sebagai tukang adu domba. oh ya, saya juga mengajak kita semua terutama diri saya pribadi untuk membaca terjemahan surat Al-Hujuurat dan semoga kita bisa merenungi artinya.

    dan kebenaran hanya datang dari Allah. oleh karena itu, kebenaran akan tetap menjadi kebenaran….

    wallahu a’lam

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Subhanallah ya akhi. Semoga masing-masing dari kita dapat menyadari kesalahannya dan memperbaikinya dikemudian hari demi terwujudnya persatuan umat yang kita harapkan. Berikut ana tampilkan terjemahan surat yang antum maksud, untuk memudahkan pembaca langsung menyerapinya. Barakallahu fiikum.

    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
    QS. al-Hujurat (49) : 1

    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dam janganlah kamu berkata padanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebahagian kamu terhadap sebahagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari.
    QS. al-Hujurat (49) : 2

    Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertaqwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. c
    QS. al-Hujurat (49) : 3

    Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
    QS. al-Hujurat (49) : 4

    Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu ke luar menemui mereka sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    QS. al-Hujurat (49) : 5

    Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
    QS. al-Hujurat (49) : 6

    Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekefiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
    QS. al-Hujurat (49) : 7

    sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
    QS. al-Hujurat (49) : 8

    Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali, kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
    QS. al-Hujurat (49) : 9

    Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat.
    QS. al-Hujurat (49) : 10

    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan)dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
    QS. al-Hujurat (49) : 11

    Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
    QS. al-Hujurat (49) : 12

    Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal
    QS. al-Hujurat (49) : 13

    Orang-orang Arab Badwi itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah (kepada mereka): “Kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami telah tunduk”, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikitpun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
    QS. al-Hujurat (49) : 14

    Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.
    QS. al-Hujurat (49) : 15

    Katakanlah (kepada mereka): “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui seagala sesuatu”.
    QS. al-Hujurat (49) : 16

    Mereka telah merasa memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, seabenaarnya Allah Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.
    QS. al-Hujurat (49) : 17

    Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
    QS. al-Hujurat (49) : 18

  31. Assalamu’alaikum….

    Akhi Moderator, afwan…dengan kebodohan ana, ana sering melihat kita terjebak atau tepatnya dijebak dengan “diskusi tak berpenghujung” untuk menggugat bahkan menghujat keyakinan manhaj masing-masing. Akhirnya, energi+potensi+konsentrasi tersedot seluruhnya dalam lingkaran tanya jawab yg sama dari waktu dengan berganti pelaku.
    - Kenapa bukan “Ahmadiyah” yg nyata2 sesat tdk kita
    angkat dan diskusikan…
    - Kenapa bukan moment puruknya ekonomi kapitalis
    Amerika kita jadikan moment untuk memboomingkan
    ekonomi Islam…
    - Kenapa kita tidak diskusikan solusi efektif untuk
    menggalang potensi kecerdasan untuk membekali
    generasi yg dicekoki pemikiran barat/gawzul fikri
    - kenapa tidak….ah banyak sekali akh…

    Bisakah antum memilih tema diskusi yg positif dan konstruktif dalam konteks dakwah. Sehingga jangan sampai karunia ilmu yg kita miliki malah menjadi mudharat dalam kehidupan kita, bukannnya mencerdaskan ummat namun malah semakin membingungkan ummat yg awam..ana misalnya.

    Wallahu’alam
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    Ibn Abd Muis, menjawab:
    Wa’alaikum salam….
    Terima kasih atas masukannya. Mungkin akan saya pertimbangkan untuk kedepannya. Urusannya memang ribet, dan saya setuju, bahwa itu akan menguras energi saya. Tapi membahas hal lainpun juga akan menguras energi juga khan? Sejak awal saya hanya ingin membuat mereka sedikit bisa bersahabat dengan jamaah Islam lainnya dengan cara membuka kedok-kedok mereka. Saya paham bahwa ada hal lain yang lebih pantas untuk didiskusikan dan dibahas, tapi selama saya masih melihat keekstriman mereka khususnya terhadap jamaah yang memang mengambil jalur dakwah yang lain tidak seperti mereka, sepertinya saya masih belum bisa diam. Wallahu’alam. Tapi sekali lagi terima kasih atas masukannya, insyaAllah akan saya pertimbangkan karena sekarangpun saya sudah mulai membahas hal lain yang tidak berhubungan dengan jama’ah ektrim ini. Barakallahu fiik.

  32. assalamualaikum

    bung entong bener neh pertanyaan an pun tidak dijawab di situs2 salafy

    aneh deh

    masa cuma ditanyain kisah HArun ar-rasyid RA mereka bungkam entah karena mereka tidak mau jwb atau tidak tau

    padahal mereka dengan semangatnya mengejek menghina bahkan mengtakfir seorang ulama atau orang yg berpengaruh dalam islam aneh dah

    dah gitu ditanyain lg mengenai dakwah nabi musaAS terhadap fir’aun yg lemah lembut sama aj…… sama aja kagak dijawab

    entah karena apa

    trus 1 lg uu pornografi

    g dijwb juga

    payah neh

    kecewa ma orang yg ngakunya paling bener

    paling berelmu

    paling sunnahlah

    tapi pas ditanya diem doank

    pas di klarifikasi sama

    atau dalam bahasa arabnya tuh………….

    di tabayun yah kl g salah

    sama aj

    entah karena ap??????????????

    tanya kenapa????

    wassalamualaikum

Tinggalkan Balasan