[ 2 ]

Hilal Ramadhan Sudah Tampak Di Saudi Arabia, Tetapi Di Indonesia Belum

Pertanyaan:

Ustadz, kami mendengar dari media masa, berita tentang dimulainya puasa di Saudi Arabia, sementara di Indonesia belum ada yang melihat hilal. Hal ini menyebabkan perbedaan pendapat di antara kami, di Indonesia. Diantara kami, ada yang puasa dengan mengikuti informasi dari Saudi, ini sedikit jumlahnya, sedangkan sebagian besar umat Islam puasa berdasarkan ru’yah local di Indonesia atau yang diputuskan Departemen Agama. Kedua pendapat tersebut menggunakan dalil yang sama yaitu dari Al-Qur’an:

“Barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu” (QS. Al-Baqarah:185)

Hadits Rasul saw:

“Puasalah kamu jika melihat bulan, dan berbukalah kamu jika melihat bulan”.

Hal ini menyebabkan terjadinya perdebatan yang cukup keras diantara kami. Bagaimana sikap yang seharusnya kami lakukan?

Ahmad Ma’ruf – Ciputat

Jawaban :

Sebagaimana diungkapkan di atas bahwa dalam ru’yah hilal terdapat dua pendapat yaitu, ru’yah ‘alamiyah (internasional) dan ru’yah mahaliyah (local). Jika kita mengikuti pendapat yang kuat dan ideal adalah ru’yah alamiyah. Sehingga umat Islam seluruh dunia yang malamnya bersamaan maka puasanya pada hari yang sama. Tetapi jika mengikuti ru’yah local maka setiap Negara akan melakukan ru’yah tersendiri dan kemungkinan waktu memulai dan mengakhiri puasa akan berbeda.

Namun demikian karena penyatuan ru’yah dalam skala internasional belum dapat direalisasikan karena berbagai macam alas an, maka sah-sah saja jika Umat Islam mengikuti ru’yah local di negaranya, berpuasa bersama umat Islam yang mayoritas ada di wilayahnya. Walaupun begitu, umat Islam yang mengikuti ru’yah alamiyah puasanya tidak batal. Sehingga ijtihad keduanya dapat dibenarkan. Tetapi yang lebih baik adalah puasa bersama umat Islam di negaranya dengan mengikuti ru’yah local sehingga tidak ada perselisihan di antara umat Islam di negaranya karena sama-sama menggunakanru’yah local. Hal ini sesuai dengan hadits:

“Puasa adalah di hari kalian berpuasa, berbuka adalah di hari kalian berbuka dan ‘Iedul Adha adalah di hari kalian berkurban.” (HR. At-Tirmidzi)

Selanjutnya : 3. Hukum Muslim Yang Tidak Puasa Tanpa Udzur Syar’i

Sebelumnya : 1. Bagaimana Mengetahui Awal Puasa?

[Sumber : Tarhib & Panduan Ramadhan, 50 Tanya Jawab Seputar Ibadah Puasa dan Lainnya, Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA]

About these ads