Jangan Bersedih Menghadapi Kritikan Dan Hinaan

Oleh : ’Aidh Al-Qarni

Sesungguhnya, Anda akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran Anda menghadapi kritikan dan cercaan. Dan kritikan mereka, pada dasarnya pertanda bahwa Anda memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tidak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya, manakala kritikan yang Anda terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga Anda.

Seorang penyair mengatakan,

Niscaya terhadap orang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki dan tak kan kau jumpai orang-orang yang hina itu di dengki.

Zuher mengatakan,

Mereka selalu didengki karena nikmat yang mereka miliki,

Padahal Allah tak akan mencabut apa yang mereka dengkikan itu.

Seorang penyair yang lain berkata,

Mereka tetap dengki padaku meski aku telah mati,

Sungguh aneh diriku; kematianku pun mereka dengkikan.

Penyair yang lain berkata,

Aku mengeluh karena kezaliman pemfitnah, dan tidaklah engkau dapatkan manusia yang punya kemuliaan melainkan akan selalu diterpa kedengkian.

Bila engkau manusia yang mulia, maka engkau kan selalu didengki. Namun kala kau miskin tak berharga, mana mungkin ada yang mendengki.

Penyair lain berkata,

Jika seseorang berhasil menggapai puncak langit kemuliaan, maka musuhnya adalah bintang-bintang di langit kedengkian. Ia akan dilempar dengan busur-busur atas semua kebesarnnya. Meski apa yang mereka lakukan tidak akan sampai sasaran.

Syahdan, ketika Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar Dia menghentikan kejahatan mulut kaumnya, Allah berfirman, ”Wahai Musa, Aku tidak lakukan itu untuk diri-Ku. Aku menciptakan dan memberi mereka rezeki, namun mereka justru mencela dan mengejek-Ku.”

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, ”Allah berfirman: ”Anak Adam mencerca dan menghina-Ku padahal tidak seharusnya ini ia lakukan. Adapun cercaannya kepada-Ku adalah bahwa dia mencerca zaman, padahal Akulah zaman. Aku bolak-balikkan malam dan siang sekehedak-Ku. Sedangkan hinaannya kepada-Ku adalah ia mengatakan bahwa Aku memiliki sahabat wanita dan anak, padahal Aku tidak memiliki sahabat wanita dan anak.”

Anda tidak akan pernah dapat membungkam mulut manusia untuk tidak melakukan pelecehan terhadap kehormatan Anda. Meski demikian, Anda dapat melakukan kebaikan dan menghindari perkataan dan kritikan mereka.

Seorang penyair berkata,

Aku berjumpa dengan orang bodoh yang mencelaku

Kutinggalkan ia seraya berkata, aku tidak peduli”.

Penyair lain berkata,

Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali

Sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa”.

Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu sesekali dilawan dan ditantang. Atau katakan saja pada mereka,

Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa

Maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf

Pada umumnya, orang-orang yang kaya senantiasa dibayangi kegelisahan. Bahkan, ketika harga saham mereka tiba-tiba naik pun, mereka akan tetap gelisah karena cemas dengan nasib saham mereka yang mungkin saja besok akan menurun.

Allah berfirman,

{Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia akan dilempar de neraka Huthamah.}(Qs. Al-Humazah:1-4)

Seorang sastrawan barat mengatakan, ”Lakukan apa yang kau pandang benar, dan palingkan punggungmu dari semua kritikan yang tak berharga.”

Ada beberapa hal yang perlu Anda renungkan dan Anda coba:

Jangan pernah membalas cercaan dan olok-olok yang melukai hati Anda! Karena, kesabaranmu dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya menguburkan semua kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tangga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.

Ingat, separoh dari orang yang pernah mencerca atau mengkritik Anda itu akan melupakan cercaan mereka, sepertiganya tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak akan mengerti apa dan mengapa mereka mencerca Anda. Maka dari itu, jangan pernah cercaan mereka kau masukkan hati dan jangan pula berusaha untuk membalas apa yang mereka katakan itu.

Seorang bijak bestari berkata, ”Orang-orang akan sibuk menggunjingku manakala jatah roti mereka berkurang dari jatahku. Dan jika tak ada seorang pun dari mereka yang kehausan, maka mereka tak akan pernah mengusik kematianku dan kematianmu.”

Rumah yang senantiasa tenteram meskipun hanya ada sepotong roti di dalamnya, adalah lebih baik dari sebuah rumah yang penuh dengan makanan lezat tetapi tak pernah lekang dari kegaduhan dan sumpah serapah.

Sumber : La Tahzan, ’Aidh Al-Qarni, Qisthi Press, Cetakan Delapan Belas, Maret 2005

About these ads