Sebuah Nasehat

Oleh : Abu Zainab

assalamu’alaikum …

hmm …

ana berharap ikhwah semuanya
kembali lagi …

menempatkan istilah berikut dalam tempat yang tepat dan memahami betul sebelum menulis dan berkata (di Internet di manapun), mengingat banyaknya ikhwah kita yang menyerahkan makna asli kepada opini publik :

1. Manhaj
2. Salaf
3. Salafushsholih
4. Salafy
5. Ahlussunnah wal jama’ah
6. Istilah lainnya

Karena mengikuti pendapat kebanyakan manusia adalah suatu kesesatan belaka :

    Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (al an’aam 116)


    Untuk menghindari semakin rusaknya ukhuwah :


  • [1] kembali menegakan al ilmu qobla qoul wal amal

  • [2] filter informasi yang masuk dan keluar

  • [3] samakan persepsi sebelum diskusi

  • [4] berikan sumber bacaan yang benar dan lengkap

  • [5] agar ke dua pihak sudah mengetahui benar duduk perkara, sudah membaca dengan jelas baik sumber rekan diskusi maupun sumber sendiri

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (al israa 36)

    [1] jauhi sikap hizbiyah (kepartaian/kekelompokan) & fanatik
    [2] samakan sumber berita dan klarifikasi
    [3] jika harus mengatakan cela, lakukan seperlunya … dengan pertimbangan manfaat & mafsadah bagi dien
    [4] tinggalkan lawan diskusi antum jika mulai berjidal (debat)

    [5] ambilah pelajaran ya ikhwah dari Rob kalian :


sebelum memulai …

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (An-Nahl 125)

jika mereka berpaling …

Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat)” ( Asy-Syura 48 )

lakukan dengan ikhlas :

Dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (al Hajj 31)

dan ittiba … karena …

Tidak patut bagi laki-lagi yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukmin, apabila Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka dan barangsiapa yang mendurhakai Alloh dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (Al-Ahzab: 36)

demikian nasihat utamanya untuk ana pribadi umumnya untuk ikhwah sekalian

wallohu a’lam bishowab

wassalamu’alaikum

About these ads