Secuil Cerita Tentang Buku
“BELAJAR DARI AKHLAK USTADZ SALAFI”
Assalamu’alaikum ikhwah sekalian. Kali ini ana ingin sedikit cerita tentang buku bantahan Ustadz Lukman Ba’abduh yang berjudul “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij Jilid I”.
Mungkin karena sejak Juni 2007 bergelut dengan hal-hal seputar salafi, saat Ahad kemarin ke Islamic Book Fair dan lihat satu judul yang ada tulisan salafinya, membuat ana tertarik untuk mengambil dan membacanya sekilas.
“Wisyh, cetakan pertama dan baru terbit Februari 2008 nih”
Meski saat itu sudah beli beberapa buku dari stand Al I’tishom dan cuma bawa duit Rp 350.000,- doang, tanpa pikir panjang langsung bayar ke penjaga standnya Pustaka Al Kautsar. Setelah itu keliling lagi dan beli beberapa buku Pustaka Ibnu Katsir dan pulang.
Lantaran penasaran, setelah sampai di rumah, buku tersebut langsung ana baca dan menghiraukan buku lainnya. Berikut adalah resensi buku tersebut:
“BELAJAR DARI AKHLAQ USTADZ SALAFI”
Perdebatan tentang manhaj salaf masih trus mengemuka hingga hari ini. Sebenarnya, tak ada persoalan dengan manhaj salaf. Sebab, secara harfiah, salafi adalah mengikuti kaum salaf, yakni Rasulullah Saw dan para sahabat. Setiap Muslim yang beraqidah shahih tentu bercita-cita agar dapat meneladani qudwah kaum Muslimin hingga akhir zaman. Rasulullah Saw. Merekalah dan para pengikutnya yang disebut sebagai salaf ash-shalih, kaum shalih terdahulu.
Persoalan muncul ketika sebagian kalangan mengklaim diri sebagai salafi sejati. Yang lain pun dianggap sebagai ‘bukan salafi.’ Tak hanya itu, kalangan ini pun gampang memaki dan melecehkan para ulama Ahlus Sunnah yang tidak sama dengan kelompoknya, dengan tuduhan ahlul bid’ah, khawarij, teroris dan setumpuk tuduhan keji dan tak berdasar lainnya. Inikah yang dimaksud dengan manhaj salaf yang sebenarnya?
Tentu saja tidak. Para ulama salaf tak hanya mewariskan lautan ilmu yang hingga hari ini belum tuntas terkaji. Tapi juga kedalaman hikmah dan kesantunan etika dalam berbeda pendapat. Kemampuan mengelola perbedaan pendapat inilah yang merupakan salah satu pilar yang mengantarkan umat Islam memimpin peradaban dunia selama tujuh abad lamanya.
Buku yang ditulis oleh Ustadz Abduh Zulfidar Akaha ini merupakan bantahan terhadap buku Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij (MDMTK), karya Al Ustadz Lukman Ba’abduh. Buku ini berupaya menguraikan sekaligus meluruskan berbagai syubhat, klaim dan tuduhan yang hanya akan merusak citra manhaj salaf, oleh kalangan yang mengklain diri sebagai salafi yang sebenarnya. Penulis berupaya secara jernih meluruskan berbagai aspek dari manhaj salaf yang termuat dalam buku MDMTK, dengan menghindari ungkapan yang memerahkan kuping ataupun membakar emosi.
Buku ini berupaya menampilkan contoh perdebatan yang sehat dengan tekad mengikuti kebenaran. Kelengkapan referensi, salah satu ciri sang penulis, tampak dalam catatan kaki yang bertebaran di sana-sini. Kejernihan dan ketelatenan adalah pesona tersendiri dalam buku ini. Semoga bermanfaat.
Untuk lebih jelasnya klik yang ini.
Jujur ini adalah buku pertama karya Ustadz Abduh yang ana baca. Terlihat sepertinya beliau sangat intelect. Mungkin karena latar belakang pendidikan atau karena orang-orang terdekatnya atau karena kultur lingkungan beliau yang menjadikannya lebih elegant dan santun, terutama dengan apa yang ana lihat dalam penyampaian buku tersebut.
Contoh:
[1] Ketika Ustadz Lukman Ba’abduh mempermasalahkan/ mengungkit-ungkit kesalahan ketik atau kekurangan kata yang dilakukan Ustadz Abduh dalam buku Siapa Teroris Siapa Khawarij (STSK) dan dijadikan amunisi untuk menyerang Ustadz Abduh. Beliau mengingatkan kesalahan manusia (human error) tersebut juga bisa dilakukan oleh siapapun termasuk oleh Ustadz Luqman sendiri. Dengan sebelumnya memberikan penjelasan yang gamblang dalam sub bahasan Catatan 1 tentang Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia hal. 9 dan dilanjutkan dengan contoh simple pada catatan kaki ke 85 hal 37 tentang kesalahan pengetikan yang terjadi pada buku MDMTK hal. 399. Kata mengcrosscheck atau menggunakan huruf C sebelum huruf K malah ditulis dengan kata mengcrosschek. Ini sebenarnya hanyalah hal sepele yang tidak perlu dipermasalahkan. Tapi lantaran Ustadz Luqman mempermasalahkan maka Ustadz Abduhpun memberikan contoh juga.
Kasarnya “EntE jual anE beli! Emang EntE ajE nyang bisa”
Menurut ana ini adalah salah satu contoh yang terlihat jelas pada tabiat orang-orang yang semanhaj dan pro dengan buku MDMTK. Hal-hal yang nggak penting dijadikan penting atau yang khilafiyah dijadikan ushul. Sepertinya mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu yang sebenarnya multi interpretasi makna tetapi dipahami sesuai apa yang dilihatnya saja atau bahasa kerennya cuma tekstualnya atau letter lux-nya saja.
[2] Ketika ustadz Lukman Ba’abduh menuduh bahwa buku STSK tidak proporsional, dengan sangat elegantnya ustadz Abduh menjelaskan secara gamblang dalam catatan kaki ke 82 pada hal 36. Kalau ana pribadi menilainya “Hi hi hi ketembak sendiri loch…”
[3] Sambil berbisik “Syhuuttttt, menurut informasi di buku ini, ada seorang ustadz Salafi yang mengatakan bahwa buku Mereka Adalah Teroris, bukan dibuat oleh Ustadz Lukman sendiri tapi dibantu oleh beberapa ustadz lainnya.” Mungkin (menurut ana) ini yang menyebabkan beliau tidak pernah hadir ketika diundang bedah buku dengan berbagai alasan yang wallahu’alam. Kalau benar seperti itu berarti kemungkinan besarnya buku MDMTK juga dibuat bareng-bareng.
Dan hal-hal lain yang menarik untuk dicermati. Intinya segala tuduhan yang dilancarkan MDMTK justru malah berbalik ke penulisnya sendiri atau bernasib sama dengan MAT. Pokoknya sebaiknya baca sendiri aja dech. Ana aja baru baca 60 dari 428 halaman sudah penasaran banget baca lanjutannya, insyaallah nanti ana sambung lagi, untuk menginformasikan hal-hal yang menarik dan menggelitik dari buku ini. Kalau belum punya, khususnya yang berdomisili di Jakarta segera aja datang ke Istora Senayan. Lumayan, harganya dikorting dari Rp 59.000,- menjadi Rp 44.000,-. Sementara untuk Siapa Teroris Siapa Khawarij cuma seharga Rp 40.000,-
Note : Mengutip catatan kaki pada buku Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi karya Ustadz Abduh Zulfidar Akaha, Cetakan Pertama, Februari 2008, ana mengatakan : “Mohon maaf jika ada kesalahan dalam menukil”















32 tanggapan kepada “Secuil Cerita Tentang Buku “BELAJAR DARI AKHLAQ USTADZ SALAFI””
petualangharakah
Maret 3rd, 2008 pada 13:30
Weleh2x ternyata ana kalah cepat beli buku itu, tapi pasti bagus insyaAllah apa yg ditulis Akh abduh. Btw ana ada tulisan baru neh dari senayan…
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Iya, alhamdulillah sudah ana kunjungi dan beri komentarnya. Barakallahu fiikum.
dedaunan
Maret 3rd, 2008 pada 16:57
SYUKRAN AKH ATAS INFORMASINYA….:-)
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Sama-sama
faisal abu muadz
Maret 4th, 2008 pada 08:36
saya penggemar buku STSK, ilmiayah dan santun. Saat buku MDMTK terbit, saya berharap banyak ada buku jawaban yg keluar. Alhamdulillah, sekarang benar sudah terbit. Sayang saya tinggal di pulau sebrang, jadi mesti sabar menunggu nie. Atau ada yg berbaik hati membelikan?
Ane fasilitatorin ajha dech akhi hik..hik…hik…
jadi malu….
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Subhanallah, ada yang mau bersedekah nggak ni hi…hi…hi…
salafy
Maret 4th, 2008 pada 19:53
Kami sudah cari di Samarinda, ternyata belum ada.
Wah, sudah kangen nih sama tulisannya ustadz Abduh.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Semoga Pustaka Al Kautsar segera mendistribusikannya ke berbagai tempat di Indonesia. Ana pun nggak nyangka, bisa dapetin di Islamic Book Fair soalnya berada satu rak dengan buku-buku ulama semisal Syaikh Utsaimin, Syaikh Al Albani dan ulama Saudi lainnya. Ditunggu ajha akhi…
nasif
Maret 5th, 2008 pada 15:08
iaya nih aku yang di purwokerto juga susah dapetin bukunya, semoga dateng lebih cepat lagi. terus perjuangkan islam ini dengan semangat yang selalu berkobar
Ibarat emas 99karat, semakin murni kebaikannya semakin mahal nilainya. Barakallahu fiikum.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Subhanallah, romannya “Belajar Dari Akhlaq Ustadz Salafi” [ BAU Salafi ] akan laris manis seperti “Siapa Teroris Siapa Khawarij” [STSK] nih!!!
mantan salafi
Maret 6th, 2008 pada 08:30
alhamdulillah, yg haq pasti tetap haq. ana makin yakin aja neh kalau orang2 yg mengklaim salafi tuh emang rekayasa atau bahkan bagian dari agen MOSSAD Yahudi. jangan2 tuh buku MDMTK jg didanai dan disokong barikade Yahudi.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Kalau anggapan seperti itu sebaiknya dihilangkan saja akhi. InsyaAllah, banyak dari mereka yang salafi sejati. Tapi karena yang ekstrim lebih dominan, maka yang sejati jadi hilang di tengah kabut pekat tersebut. Semoga Allah menunjuki kita kepada kebaikan dan kebenaran hakiki. Barakallahu fiikum.
Ibnu Abdul Shomad
Maret 6th, 2008 pada 09:41
Akhi Ibn Abd Muis, kapan nih lanjutan isi BAU Salafy-nya dilanjutin? kata antum: insyaallah nanti ana sambung lagi, untuk menginformasikan hal-hal yang menarik dan menggelitik dari buku ini.
kita tunggu yak?…
wassalam,
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,
Kalau kita sudah mengatakan ‘insyaAllah’, maka secara tidak langsung, kita harus memaksimalkan ikhtiar kita lebih dari 99%. Sementara Allah yang memutuskan apakah Dia setuju atau tidak. Mengenai keridhaan-Nya hanya Allahlah yang tahu. Semoga segalanya berdampak positif bagi kebaikan umat Islam. Dan mudah-mudahan besok bisa ana publish lagi bagian ke duanya. Barakallahu fiikum.
petualangharakah
Maret 6th, 2008 pada 10:25
Ana udah baca buku itu, eh ternyata isinya hanyalah nukilan2x yang dibantah searah daru ust. abduh. Dan ana yakin ust. luqman ba’abduh akan dengan mudah membantah dengan menerbitkan buku barunya, mending dikala ust. ba’abduh bener2x tak mau diajak duduk bersama, maka ana selaku petualang harakah punya pendapat agak radikal neh “HARAKAH2X YANG MERASA TELAH BERSINGGUNGAN DAN DISESAT2XKAN OLEH USTADZ BA’ABDUH seperti IM, HT, MMI, JT, dll bersatu bergabung dan datangi markas ust. ba’abduh HAJAR DAN PUKULI D UST. BA’ABDUH HINGGA BENER2X MAU TOBAT”… Radikal kan…? Ini demi tegaknya amar ma’ruf nahi mungkar, karena menurut ana Ust baabduh sudah BERBUAT MUNGKAR, hujah ana adalah hadits arbain tentang amar ma’ruf nahi mungkar.
jadi takut nih.. hihihi… Kalau bisa dialog secara damai, kenapa musti ekstrim kaya ghitu sich. Mungkin Allah belum mengijinkan kita untuk bersatu dulu kali… Santai saja lach… Jangan sampai niat kebaikan yang kita harapkan, karena terlalu gegabah dan nggak sabar, malah menimbulkan keburukan yang jauh lebih besar. Mungkin untuk saat ini baru bisa melalui buku, sekalipun ustadz Abduh sudah sering mengajak beliau berdiskusi di depan jamaah dari berbagai manhaj. Sekali lagi, mungkin Allah belum mengijinkan akhi. Kan percuma juga kalau mau berdiskusi sementara hati dan fikiran sudah berada dalam kungkungan kemarahan. Barakallahu fiikum.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Waduoh, syerem banget ya….
petualangharakah
Maret 6th, 2008 pada 10:56
Antum ada YM atau apa kek? Berarti sekarang sedang OL kan? Ngobrol yuk akhi sekarang…
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Afwan, tadi istirahat dan shalat Dzuhur dulu. Ana tidak punya YM. Kemungkinannya YM ataupun Frendster tidak akan bisa di access di kantor ana. Jadwal Onlinenya nggak tentu, tergantung kesibukan. Kalo sedang tidak sibuk ana coba buka, kali aja ada komentar yang masuk dan bisa langsung dijawab.
Avatar Aang
Maret 6th, 2008 pada 11:21
@ petualang harakah
buku BAU Salafy kayaknya memang terkonsentrasi pada kritikan2 ust lukman dlm MDMTK. dan kayaknya lebih fokus lagi pada akhlak ust lukman, terutama dlm kata2 kasar dan tuduhan yg dilontarkan ust lukman pada ust abduh.
setelah ana baca, tampaknya ust abduh hendak membalikkan opini fans ust lukman yg menganggap ust lukman pandai berdalil dg al quran, sunah dan perkataan salaf. nyatanya ust lukman justru banyak sekali melakukan kesalahan dalam pendalilan ini dan dengan telaknya dibalikkan oleh ust abduh.
yg jelas, dlm BAU Salafy ada beberapa penegasan dari ust abduh untuk melakukan debat terbuka. kita tunggu aja jawaban ust lukman berani apa tidak dia memenuhi ‘tantangan’ ini. orang bilang: berani karena benar, salah karena takut.
Avatar Aang
Maret 6th, 2008 pada 11:22
ralat kalimat terakhir: berani karena benar, takut karena salah.
] apa nggak bakal bikin gerah ya? Barakallahu fiikum.
afwan salah.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Meski belum selesai membacanya, ana sependapat banget dengan antum akhi. Dan sangat berharap, beliau [ ustadz Lukman Ba'abduh ] menerima undangan diskusi tersebut [sebaiknya kita sebutnya diskusi saja, jangan debat]. Ya, seperti kata ustadz Abduh hafizahullah, tidak perlu mubahalah seperti tantangan Ustadz Fauzan Al-Anshori dari MMI terhadap ustadz Lukman. Tapi ngomong-ngomong, sebutan ‘BAU Salafi’ [ Bakalan jadi trend nih julukan buku tersebut.
daulah4islam
Maret 8th, 2008 pada 22:56
Ente semua ngabisin energi aja ngomongin SALAFY. Apa nggak ada kerjaan lain? Mari hisab diri kita masing-masing, jangan saling menghujat…..
http://abasyah .blogspot.com/
http://daulah4islam. wordpress.com/
wasalam
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Ya akhi, sebelumnya anapun mau menghentikan usaha ana ini. Tapi masukan beberapa teman, khususnya sahabat-sahabat di internet. Juga komentar-komentar ekstrim mereka. Terlebih lagi ilmu-ilmu yang ana peroleh dari buku-buku atau article-article salafy ektrim sangat mempengaruhi paradigma ana. InsyaAllah, setelah ana meyakini adanya perubahan yang sangat signifikan dan jelas dari orang-orang ektrim tersebut, akan ana hentikan usaha membuka kekeliruan mereka ini. Harap maklum. Barakallahu fikum.
daulah4islam
Maret 8th, 2008 pada 23:09
Dari Anas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Berbahagialah orang yang tersibukkan dengan aibnya, sehingga ia tidak memperhatikan aib orang lain.” Riwayat Al-Bazzar dengan sanad hasan.
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. (QS 49:11)
http://abasyah .blogspot.com/
http://daulah4islam. wordpress.com/
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Jazakallahu khair atas thausiayahnya akhi. Semoga umat Islam tanpa terkecuali dapat memahami makna hadits di atas terlebih orang-orang ekstrim yang kelewat batas taklid dan keashobiyahannya. Barakallahu fikum.
Lukman Ba'abduh
Maret 10th, 2008 pada 08:32
Akhi sekalian yg dirahmati Allah SWt
Tapi ana meyakini niat antum memberikan komentar ini adalah semata untuk kebaikan seluruhnya, tanpa terkecuali. Barakallahu fiikum.
ijinkan ana minta maaf yg seikhlas-ikhlasnya atas tulisan ana dlm buku MAT dan MDMTK. Jujur dg bantahan dan hujjah2 yg disampaikan guru ana Al Ustadz Zulfidar ana merasa begitu hina dan bersalah. Allah Maha pengampun semoga Dia mengampuni dosa-dosa ana, insya Allah ana berazzam utk lebih banyak belajar dan meninggalkan kebiasaan ana yg seringkali menyusahkan dan memecah belah ummat. Insya Allah, do’akan ana ya ikhwan. Ana juga minta kpd ikhwah yg selama ini taklid buta dg ana utk lebih banyak belajar tanpa terkungkung ashabiyyah dan tinggi hati yg membutakan mata hati dlm mengambil kebenaran. Syukron jazakalloh sekali lagi utk guru ana, Al Ustadz Zulfidar Akaha. Semoga ilmu beliau senantiasa bermanfaat bagi ummat. Amien.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Subhanallah, siapapun orang yang berada dibalik komentar ini, sungguh ana meyakini antum bukan Al-Ustadz Lukman Ba’abduh. Bagaimana mungkin blog ana begitu beliau perhatikan sementara usaha tabayun dan kroscek yang dilakukan ustadz Abduh Zulfidar Akaha kepada beliau di website mereka adalah teroris [dot] com dan majalah Assyariah [dot] com sebelum menulis buku Siapa Teroris Siapa Khawarij tidak ditanggapi oleh beliau. Sungguh perkara yang sungguh ajaib. Afwan, ana adalah orang yang sulit percaya terhadap orang lain apalagi terhadap orang yang majhul. Apakah antum merasa khawatir blog ini akan semakin memperjelas kekeliruan yang terjadi di dalam jama’ah ekstrim tersebut?
Iskandar
Maret 10th, 2008 pada 13:59
Antum boleh tdk percaya ana adl Lukman bin Muhammad Ba’abduh. Tetapi inilah sosok ustadz sejati yg selalu berusaha ittiba’ pd salafush sholeh. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Berani mengakui kesalahan dan legawa berterima kasih pd orang yg berbuat baik. Bukan sebaliknya… ANtum tdk usah ber su’udzan. Do’akan ana, Lukman bin Muhammad Ba’abduh benar2 bs mjd muslim sejati yg bermanhaj salafush sholih…
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Afwan, namanya ana ganti. Barakallahu fiikum.
Iskandar
Maret 10th, 2008 pada 14:10
Ass…
mas Ibn Abdul Muis, antum do’akan aja mudah2an adek ana si Lukman itu benar2 mau tobat… Justru do’anya orang yg didzalimilah yg akan didengar Allah …
maka sudah selayaknya kita do’akan yg baik2 utk si Lukman itu… khair?
Wass
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Afwan, namanya ana ganti. Barakallahu fiikum.
riza almanfaluthi
Maret 10th, 2008 pada 16:21
Akh Ibnu Abdul Muis, tadi malam saya Insya Allah sudah menuntaskan membaca buku itu.

Terkejut juga ada komentar saya di halaman xiv.
Mulai bagus sejak catatan 11 menurut saya.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Ya, itu dia maksud komentar ana di blog antum “ada yang luar biasa di buku BAU Salafi”.
Antum sudah menuntaskannya? Subhanallah, akhi. Ana sampai sekarang belum tuntas-tuntas. Lembur terus, jadi pas di rumah sudah capek. Paling baca beberapa halaman, terus langsung tidur. Barakallahu fiikum.
riza almanfaluthi
Maret 11th, 2008 pada 13:03
Terus terang saja: “ana beli buku itu karena antum dan teman ana merekemonedasikannya.” tadinya ana gak tertarik karena judulnya tidak heboh. Tetapi pas di sana saya baca-baca halaman tengahnya jadi tertarik dan langsung beli. Dan gak tahu ada komentar ana di sana.” Baru waktu mau pulang saya mengawalinya dari halaman pertama. Jadi tahu.
Dan dari perkataan antum, ana gak ngeh juga kalau yang dimaksud “ada yang luar biasa” itu adalah komentar ana itu.
Ohya ada info:
Homepage
http://forum.assunnah.web.id/viewtopic.php?p=283#283
***
KAtanya teman saya yang menghadiri bukfer hari sabtu kemarin, ada pernyataan bahwa Ustadz Lukman Ba’abduh Hafidzahullah akan datang.
Allohua’lam.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Jazakallahu khair atas infonya. Tapi setelah ana merujuk ke homepage yang dimaksud, ana hanya mendapati tulisan berikut :
Kekeliruan admin atau ada hal lain ???
??? Wallahu’alam.
Ibnu Abdul Shomad
Maret 11th, 2008 pada 14:25
lho kan ada beberapa nomer telpon yg bisa dihubungi. tanya langsung aja pak… kalo yg ana tau, rencara bedah buku tersebut memang benar adanya. ust lukman juga katanya udah dihubungi panitia. tapi belum ada jawaban. wallohu a’lam.
makanya langsung ana hapus. Jazakallahu khair akhi.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Subhanallah, ana kalah cepat dengan antum. Afwan…
abdullah
Maret 17th, 2008 pada 09:35
<strongKetika Ustadz Lukman Ba’abduh mempermasalahkan/ mengungkit-ungkit kesalahan ketik atau kekurangan kata yang dilakukan Ustadz Abduh dalam buku Siapa Teroris Siapa Khawarij (STSK) dan dijadikan amunisi untuk menyerang Ustadz Abduh
mas mas yang pertama kali ngungkit ya abduh sendiri di kitabnya STSK
kok lucu ya, senjata makan tuan baru nudu orang
geli sekali
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Yo uwiesh, kalo ghitu monggo hadir di bedah buku dan kajiannya di Bekasi April nanti. Sekalian masing-masing mengklarifikasi, oke khan? Dari pada lewat buku terus yang pro dan kontra pada nggak mau terima khan? Tolong disampaikan ya akhi Abdullah ke ustadz Lukmannya. Jazakallahu khair sebelumnya. Barakallahu fiikum.
Abu Muhammad Rafly
Maret 19th, 2008 pada 15:57
Ana sebagai “pencari ilmu” jika ‘tidak kuat’ menghadapi konflik yg terjadi ditubuh salafiyin juga antara jama’ah lainnya bisa futur jadinya,. Ana di yogya ngaji dengan Ustadz Ja’far bahkan sempat ikut dalam keanggotaan lasyar Jihad dan berjihad di Maluku. ana ngaji juga di pondok jamilurrahman Yogya, ngaji juga di kalangan ‘salafynya’ Ustadz Luqman.
Ana ga mau ikut dalam perbedaan pendapat dikalangan intern Salafy sendiri. Jika ada yg kurang berkenan dari penjelasan para Ustadz ana Insya Allah bisa menyaringnya sebab”ustadz juga manusia”.
Ana ngaji juga dengan para Ustadz dari “gerakan tarbiyah”….Intinya ambil baiknya dan jika ada yang buruk atau ada khilafiyah kita sendiri yang bisa menilai yang mana yang kita ambil pendapat yang paling kuat.
Justru dikalangan tasawuf sufi, juga para ahli syirik dan bid’ah (suka ziarah kubur wali, baca manakiban, tawassul bid’ah, suka ilmu sihir “tenaga dalam & ilmu metafisik”, suka membaca shalawat syirik, menghalalkan jimat, dll): jama’ah Salafy, IM, HT, MMI digolongkan jadi satu kata yaitu “WAHABI” yang menurut mereka sendiri harus dimusnahkan.
Sebenarnya kita tidak perlu saling “memakan daging saudara sendiri” apalagi memfitnah Salafy yg notabene ana sangat tahu sangat anti syirik dan bid’ah yg apikasinya langsung dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari dibading “maaf” jama’ah/hizb lainnya yg terkadang “lembek” akan akidah tauhid.
Afwan jidan jika ada kata yg salah……………..
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Untuk komentar antum secara umum ana tidak bermasalah sama sekali. Tapi untuk paragraf terakhir, afwan jiddan juga akhi, jangan salahkan kalau akhirnya orang-orang di luar salafi mengeneralisir karena kenyataannya, salafi juga melakukan hal yang sama. Tapi insyaAllah, tetap ada diantara mereka yang berada di dalam manhaj apapun yang sangat memperhatikan akidah tauhidnya dan sangat berhati berhati terhadap syirik, kurafat dan sebagainya. Barakallahu fiikum.
Jaisy01
Maret 21st, 2008 pada 00:01
Abu Muhammad Rafly, komentarnya lucu juga. Ketika kita tidak boleh memakan bangkai saudara sendiri, ee kok mau dimakan sendiri.
disini Insya Allah tidak ada yang menfitnah ulama salaf. Hanya untuk mengingatkan para penganut firqoh atau hizb “salafy”
Hehe, sudah berapa lama ikut tarbiyah! Apa sudah tahu manhaj tarbiyah? (Jangan sampai kayak orang yang sering ngaku2 mengetahui seluk beluk tarbiyah)
M Ridwan
Maret 24th, 2008 pada 16:22
Kira-kira apa ya elakan Ustadz Abduh terhadap tulisan Ustadz Luqman dalam MDMTK Jilid 1 tentang “Kitab Rifqan yang dipolitisir”, “Fatwa-fatwa Ulama tentang pencekalan Salman dan Safar”
Mungkin wakil Ustadz Abduh disini bisa memberikan bocoran apa pendapatnya tentang hal yang saya tanyakan itu???
Oh iya MDMTK Jilid 2 sementara dalam proses, untuk menuntaskan kedustaan-kedustaan yang ditebarkan Ustadz Abduh dengan gaya bahasa yang elegan, santun, proporsional untuk mengelabui pembaca (Ummat).
amirudin
April 3rd, 2008 pada 15:16
jgn saling hujat
Abdurrahman
April 8th, 2008 pada 10:17
kenapa tulisan atau cuplikan isi BAUS-nya tidak dilanjutkan lagi? tolong dipostingin di sini dong, biar kita2 bisa sama2 belajar… tapi kalo misalnya pak mod capek nulisnya, kenapa gak discan word aja bukunya? atau bilang aja ke penulis/ penerbitnya, siapa tau dikasih soft filenya
Ibn Abd Muis
April 8th, 2008 pada 10:39
To. Abdurahman
Subhanallah, jangan discan dong…. Kan kita juga harus menghargai penulis dan penerbit yang telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menyampaikan kebenaran kepada umat. InsyaAllah, nanti ana lanjut lagi, sedang nggak fokus soalnya. Barakallahu fiikum.
anda
April 29th, 2008 pada 23:17
Ana melihat, keduanya perlu introspeksi. Meski ana dalam banyak hal lebih sependapat dengan Abduh. Tapi bukan berarti ana mengatakan bahwa Abduh tidak punya beberapa kekurangan dalam pemahaman terhadap manhaj salaf ini. Hal ini ana ketahui dengan baik sebab ana pernah bersama beliau selama 5 tahun. Sampai posisi tangannya saat shalat, diletakkan di bawah pusat dan bukan di dada, ana juga tau. Ketika pertama belajar diskusi sekitar 17 tahun yang lalu, ana juga lihat masih ada kebiasaan buruk yang terbawa sampai sekarang.
Sayangnya, kita sementara ini memang prihatin dengan ust Lukman yang entah kenapa, sulit sekali menerima masukan, nasehat, kritik dan saran. Bukan hanya dari Ust Abduh, tapi juga dari ust-ust lain. Baik di Jkt spt Ust Abdul Hakim, di Bogor spt Ust Yazid, di Yogya spt Ust Abu Nida dan Abu Sa’ad, di Solo spt Ust Ahmas Faiz, di Surabaya spt Ust Abdurrahman Tamimy, di Gresik spt ust Aunur Rafiq. Bahkan sudah sulit mendengar nasehat syeh seperti Syeh Ali Hasan. Kita hanya bisa mendoakan beliau dan orang-orang yang terlanjur ta’ashub dan menjadi hizbnya. Mudah-mudahan Allah bukakan hati mereka. Mudah-mudahan Allah ungkap intel-intel yang ikut terlibat di belakang mereka dan memanfaatkan mereka. Ana nggak berani mengatakan beliau intel, karena belum dapat pernyataan dari fihak kepolisian secara tegas. Hanya indikasi ke sana terlalu kuat. Kalau ada mas intel yang baca tulisan ini, ana sarankan agar anda bertaubat. Sebab, gaji yang anda dapatkan adalah haram. Kami tau, anda memang orang yang disuruh. Tapi khan bisa didiskusikan dengan atasan yang masih mau terbuka. Spt Pak Anwari yang jadi Kapolda DIY sekarang. Insya Allah, beliau bisa memahami keberatan pekerjaan anda yang harus mengadu domba aktifis dakwah salafiyah.
Kupert
Mei 1st, 2008 pada 08:47
anda, di/pada April 29th, 2008 pada 11:17 pm Dikatakan:
Ana nggak berani mengatakan beliau intel, karena belum dapat pernyataan dari fihak kepolisian secara tegas. Hanya indikasi ke sana terlalu kuat.
zzzzzzzzzzzzzzzzz
bukankah ini adalah ZHAN ?
Kupert
Mei 1st, 2008 pada 08:54
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari zhan/prasangka, karena sebagian zhan/prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kalian memata-matai…” (Al-Hujurat: 12)
abu ismail
Juli 17th, 2008 pada 19:44
ana tertawa sdri membaca tulisan antum semua … katanya Ustadz Lukman Baabduh tukang ghibah … tetapi bgmana dg antum sdri mencela Ustadz Lukman sdemikian kasar … ana cuma mau ber khusnu-zhon kpd beliau bahwa yang dia tulis dalm bukunya MAT dan MDMT hanyalah kewajiban beliau untuk menyampaikan dan membela alhaq
abu ismail
Juli 17th, 2008 pada 22:08
astaghfirullah … begini jadinya hujat menghujat apabila amar maruf nahi munkar dianggap sebagai celaan dan hujatan … barokallahu fiikum
buku belajar
Januari 15th, 2010 pada 19:08
Boleh saya kopi ya pak artikelnya, benar2 menarik untuk dibaca … saya mau copy untuk istri saya terima kasih