Secuil Cerita Tentang Buku

 “BELAJAR DARI AKHLAK USTADZ SALAFI”

  

Assalamu’alaikum ikhwah sekalian. Kali ini ana ingin sedikit cerita tentang buku bantahan Ustadz Lukman Ba’abduh yang berjudul “Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij Jilid I”.

  

Mungkin karena sejak Juni 2007 bergelut dengan hal-hal seputar salafi, saat Ahad kemarin ke Islamic Book Fair dan lihat satu judul yang ada tulisan salafinya, membuat ana tertarik untuk mengambil dan membacanya sekilas.

  

“Wisyh, cetakan pertama dan baru terbit Februari 2008 nih” :lol: Meski saat itu sudah beli beberapa buku dari stand Al I’tishom dan cuma bawa duit Rp 350.000,- doang, tanpa pikir panjang langsung bayar ke penjaga standnya Pustaka Al Kautsar. Setelah itu keliling lagi dan beli beberapa buku Pustaka Ibnu Katsir dan pulang.

  

Lantaran penasaran, setelah sampai di rumah, buku tersebut langsung ana baca dan menghiraukan buku lainnya. Berikut adalah resensi buku tersebut:

“BELAJAR DARI AKHLAQ USTADZ SALAFI”

  

Perdebatan tentang manhaj salaf masih trus mengemuka hingga hari ini. Sebenarnya, tak ada persoalan dengan manhaj salaf. Sebab, secara harfiah, salafi adalah mengikuti kaum salaf, yakni Rasulullah Saw dan para sahabat. Setiap Muslim yang beraqidah shahih tentu bercita-cita agar dapat meneladani qudwah kaum Muslimin hingga akhir zaman. Rasulullah Saw. Merekalah dan para pengikutnya yang disebut sebagai salaf ash-shalih, kaum shalih terdahulu.

  

Persoalan muncul ketika sebagian kalangan mengklaim diri sebagai salafi sejati. Yang lain pun dianggap sebagai ‘bukan salafi.’ Tak hanya itu, kalangan ini pun gampang memaki dan melecehkan para ulama Ahlus Sunnah yang tidak sama dengan kelompoknya, dengan tuduhan ahlul bid’ah, khawarij, teroris dan setumpuk tuduhan keji dan tak berdasar lainnya. Inikah yang dimaksud dengan manhaj salaf yang sebenarnya?

  

Tentu saja tidak. Para ulama salaf tak hanya mewariskan lautan ilmu yang hingga hari ini belum tuntas terkaji. Tapi juga kedalaman hikmah dan kesantunan etika dalam berbeda pendapat. Kemampuan mengelola perbedaan pendapat inilah yang merupakan salah satu pilar yang mengantarkan umat Islam memimpin peradaban dunia selama tujuh abad lamanya.

  

Buku yang ditulis oleh Ustadz Abduh Zulfidar Akaha ini merupakan bantahan terhadap buku Menebar Dusta Membela Teroris Khawarij (MDMTK), karya Al Ustadz Lukman Ba’abduh. Buku ini berupaya menguraikan sekaligus meluruskan berbagai syubhat, klaim dan tuduhan yang hanya akan merusak citra manhaj salaf, oleh kalangan yang mengklain diri sebagai salafi yang sebenarnya. Penulis berupaya secara jernih meluruskan berbagai aspek dari manhaj salaf yang termuat dalam buku MDMTK, dengan menghindari ungkapan yang memerahkan kuping ataupun membakar emosi.

  

Buku ini berupaya menampilkan contoh perdebatan yang sehat dengan tekad mengikuti kebenaran. Kelengkapan referensi, salah satu ciri sang penulis, tampak dalam catatan kaki yang bertebaran di sana-sini. Kejernihan dan ketelatenan adalah pesona tersendiri dalam buku ini. Semoga bermanfaat.

Untuk lebih jelasnya klik yang ini.  

Jujur ini adalah buku pertama karya Ustadz Abduh yang ana baca. Terlihat sepertinya beliau sangat intelect. Mungkin karena latar belakang pendidikan atau karena orang-orang terdekatnya atau karena kultur lingkungan beliau yang menjadikannya lebih elegant dan santun, terutama dengan apa yang ana lihat dalam penyampaian buku tersebut.

  

Contoh:

  

[1] Ketika Ustadz Lukman Ba’abduh mempermasalahkan/ mengungkit-ungkit kesalahan ketik atau kekurangan kata yang dilakukan Ustadz Abduh dalam buku Siapa Teroris Siapa Khawarij (STSK) dan dijadikan amunisi untuk menyerang Ustadz Abduh. Beliau mengingatkan kesalahan manusia (human error) tersebut juga bisa dilakukan oleh siapapun termasuk oleh Ustadz Luqman sendiri. Dengan sebelumnya memberikan penjelasan yang gamblang dalam sub bahasan Catatan 1 tentang Mengabaikan Kemanusiaan Seorang Manusia hal. 9 dan dilanjutkan dengan contoh simple pada catatan kaki ke 85 hal 37 tentang kesalahan pengetikan yang terjadi pada buku MDMTK hal. 399. Kata mengcrosscheck atau menggunakan huruf C sebelum huruf K malah ditulis dengan kata mengcrosschek. Ini sebenarnya hanyalah hal sepele yang tidak perlu dipermasalahkan. Tapi lantaran Ustadz Luqman mempermasalahkan maka Ustadz Abduhpun memberikan contoh juga.

  

Kasarnya “EntE jual anE beli! Emang EntE ajE nyang bisa” :mrgreen:

  

Menurut ana ini adalah salah satu contoh yang terlihat jelas pada tabiat orang-orang yang semanhaj dan pro dengan buku MDMTK. Hal-hal yang nggak penting dijadikan penting atau yang khilafiyah dijadikan ushul. Sepertinya mereka tidak memiliki kemampuan untuk memahami sesuatu yang sebenarnya multi interpretasi makna tetapi dipahami sesuai apa yang dilihatnya saja atau bahasa kerennya cuma tekstualnya atau letter lux-nya saja.

  

[2] Ketika ustadz Lukman Ba’abduh menuduh bahwa buku STSK tidak proporsional, dengan sangat elegantnya ustadz Abduh menjelaskan secara gamblang dalam catatan kaki ke 82 pada hal 36. Kalau ana pribadi menilainya “Hi hi hi ketembak sendiri loch…” :)

  

[3] Sambil berbisik “Syhuuttttt, menurut informasi di buku ini, ada seorang ustadz Salafi yang mengatakan bahwa buku Mereka Adalah Teroris, bukan dibuat oleh Ustadz Lukman sendiri tapi dibantu oleh beberapa ustadz lainnya.” Mungkin (menurut ana) ini yang menyebabkan beliau tidak pernah hadir ketika diundang bedah buku dengan berbagai alasan yang wallahu’alam. Kalau benar seperti itu berarti kemungkinan besarnya buku MDMTK juga dibuat bareng-bareng.

  

Dan hal-hal lain yang menarik untuk dicermati. Intinya segala tuduhan yang dilancarkan MDMTK justru malah berbalik ke penulisnya sendiri atau bernasib sama dengan MAT. Pokoknya sebaiknya baca sendiri aja dech. Ana aja baru baca 60 dari 428 halaman sudah penasaran banget baca lanjutannya, insyaallah nanti ana sambung lagi, untuk menginformasikan hal-hal yang menarik dan menggelitik dari buku ini. Kalau belum punya, khususnya yang berdomisili di Jakarta segera aja datang ke Istora Senayan. Lumayan, harganya dikorting dari Rp 59.000,- menjadi Rp 44.000,-. Sementara untuk Siapa Teroris Siapa Khawarij cuma seharga Rp 40.000,-

  Note : Mengutip catatan kaki pada buku Belajar dari Akhlaq Ustadz Salafi karya Ustadz Abduh Zulfidar Akaha, Cetakan Pertama, Februari 2008, ana mengatakan : “Mohon maaf jika ada kesalahan dalam menukil” :lol:

About these ads