Detik-Detik Keputusan
Anto “Dewo” Salafy…
…
…
Yang Kontra : “Hore…hore…hore…”
Yang Pro : “Jangan dong akhi, karena.….”
Yang Netral Nasionalis : “Ya ampyuuun… ghitu ajha bingung… Mao mati kek… Mao idup kek… pikirin banget sich… Capek deech….”
…
…
…
Yang Netral Religius : “Ya akhi, segala sesuatu itu akan dipertanggungjawabkan sendiri di hadapan Allah. Tafadhal, antum mau pilih yang mana… Istikharahlah, insyaallah, Dia akan menunjukimu mana yang terbaik….”
…
…
…
Aku : “……….To be continued……….”
Jadi inget lagi postingan tentangnya yang ini.
18869
DIarsipkan di bawah: Salaf!

















Article ini tanggapan article antosalafy yang berjudul ‘Blog Saya tutup, Apa Pendapat Antum?’ ya mas?
Sudah ditutup akh, baru saja ana ke sana
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Cuma nggak bisa diakses bebas kok…
Iya, Saya kira setelah membaca komen disana, termasuk komen saya dia sepertinya ngambek dan merasa karakternya di bunuh oleh saya.
Padahal anggap aja panggung politik, ada pro dan ada kontra ya nggak sih ? kalo terlalu damai sih bosen juga
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Hik..hik..hik.. dasar biang rusuh dunia blog…
Assalamualaykum
saya sih berharap dia cuma mati suri
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Alhamdulillah, beliau nggak mati kok, cuma nggak bisa diakses oleh umum aja, hanya orang-orang tertentu Kyai..
[...] berita terkait Detik-Detik Keputusan Anto “Dewo” Calon Mayat Berikut Nya 2 Saya Turut “Membunuh” Karakter Anto Salafy ? Diam-Diam Bunuh [...]
Jd…blogx gmn…?
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu saja mba, bukan masyarakat umum.
Kalau saya ya terserah Mas Anto
Kalau saya ya terserah Mas Anto uups Dewo
Kalau saya ya terserah Mas Anto uups Dewo,
Damai aja
kehilangan sparring partner neeh akunya
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Heckh…. Mase, apa bedanya sparing partner sama sparing fighter sech?…
Saya juga terserah mas antosalafy, berhubung belum pernah komen negatif eksplisit disana.
Tapi kalau keputusan untuk ‘reinkarnasi’ IMO lebih bagus; ad hominem memang masih sulit untuk dihindarkan to?
mungkin begitulah kisah akhir orang-orang yang berdakwah dengan tanpa disertai pemahaman atas realita yang ada. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Amin ya Rabb, barakallahu fiik.
ngelirik atas….
amin
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Amin juga mas tapi hati-hati nanti kelilipan.
@ ibn
Tapi dia nggak jadi bunuh diri – cuma di private aja, plin plan banget sih
Kan jadi nggak merasa berdosa terus ghitu…
__________
Ibn Abd Muis, menjawab:
Sudah tahu brother, makanya ayE nggak jadi publish/lanjutin kesimpulan akhir article ini.
kalau saya terserah mana yg lebih benar saja,,,dialah yg harus memutuskan
mudah2an matinya mati syahid.
harusnya mas anto jangan di blok memang begitulah tabiat dari pengikut wahaby niatnya seluruh blog mau dikuasai.tirulah satro satria2 ASWAJA. sayang banget anda kalah dengan kaum salafiun