Metode Para Shahabat dalam Memahami Aqidah

  

Aqidah merupakan pokok agama yang wajib diketahui oleh setiap orang. Dalam memahami aqidah ini, haruslah kita mengacu kepada kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw serta dengan ijma’ (kesepakatan) Salafus shalih dalam memahaminya. Oleh karena itu ada beberapa kaidah penting dalam memahami hal ini, di antanya:

 

1)      Apabila terjadi perselisihan dalam memahami nash-nash yang telah ada, maka pemahaman salaf (shahabat, tabi’in dan orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka) merupakan hujjah yang dapat dijadikan sebagai dasar untuk memahami nash-nash tersebut. Dikarenakan Rasulullah saw telah menyatakan bahwa mereka adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling paham dengan agama Allah. Tidak cukup itu saja, bahkan Allah SWT dan Rasul-Nya telah memerintahkan kita untuk meniti jalan mereka, mengembalikan pemahaman sesuai dengan pemahaman mereka dan juga telah memberikan ancaman bagi siapa saja yang menyelisihi jalan mereka.

  

2)    Salafus shalih mendasari metode mereka dalam memahami aqidah dengan bimbingan wahyu yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oelh karena itu pemahaman mereka adalah pemahaman yang paling didasari dengan ilmu, paling selamat dan paling bijaksana dalam memahaminya.

  

3)    Aqidah adalah perkara tauqifiyyah yang dilarang mengotak-atiknya tanpa ada bimbingan wahyu dari Allah SWT. Karena perkara aqidah adalah perkara yang ghoib yang akal pikiran manusia tidak akan sanggup untuk menjangkaunya.

  

4)    Siapa saja yang menetapkan dan memahami permasalahan aqidah tanpa berlandaskan dengan dalil-dalil syar’I, maka dia telah berdusta atas nama Allah seerta berkata tanpa dasar ilmu.

  

5)    Aqidah dibangun di atas dasar ikhlas kepada Allah dan ittiba’ (mengikuti) petunjuk Rasulullah saw. imam Az-Zuhri berkata: “Dari Allahlah datangnya risalah (Al-Qur’an dan As-Sunnah), kewajiban Rasulullah untuk menyampaikan dan kewajiban Rasulullah untuk menyampaikan dan kewajiban kita untuk menerimanya dengan ikhlas”.

  

6)    Para sahabat, imam-imam tabi’in dan yang mengikuti mereka seerta ulama-ulama sunnah (salafus shalil) semuanya berada di atas bimbingan petunjuk Rasulullah dan jalan mereka adalah jalannya kaum muslimin, atsar-atsar mereka merupakan bimbingan dan jalan yang lurus. Imam Al-Auza’I berkata: “Wajib atasmu untuk berpegang teguh dengan atsar orang-orang sebelummu (salafus shalih) walaupun manusia tidak mempedulikanmu. Jauhilah pemikiran-pemikiran yang menyimpang walaupun mereka menghiasinya dengan ucapan-ucapan yang manis…”.

  

Inilah jalan yang ditempuh para sahabat dalam memahami dalil-dalil yang berkaitan dengan permasalahan akidah. Barangsiapa yang mengambil petunjuk dan memahami aqidah sesuai tatacara yang dilakukan para shahabat, maka ia berada di atas bimbingan dan petunjuk Rasulullah saw.

  Sumber: Buletin dakwah Al-Minhaj/9 Nopember 2007

About these ads